Nama : Putri Ayunda Anggraeni
NIM : 222010200219
Kelas : 5A4 Manajemen
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M
Mata Kuliah : Manajemen Bisnis
BAB IV. MANAJEMEN DAN BISNIS GLOBAL
Keterkaitan antara Ekonomi, Politik, dan Hubungan Internasional
Kebijakan ekonomi dan politik saling terkait dan saling mempengaruhi. Hubungan ini menciptakan dinamika yang memengaruhi pembentukan regulasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas global. Kebijakan ekonomi suatu negara dapat berdampak pada stabilitas politik, begitu juga sebaliknya. Misalnya, tingginya tingkat pengangguran dan ketidaksetaraan ekonomi dapat memicu ketegangan sosial dan politik. Oleh karena itu, stabilitas politik menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Di era globalisasi, interdependensi antarnegara semakin meningkat, membuat hubungan diplomatik antarnegara lebih dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi tidak hanya memengaruhi hubungan bilateral, tetapi juga hubungan dengan negara lain secara lebih luas. Kebijakan perdagangan yang saling menguntungkan dapat mempererat hubungan diplomatik dan menciptakan aliansi, sementara kebijakan yang merugikan bisa memperburuk hubungan tersebut.
Ekonomi Global Kontemporer
Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat dalam bisnis internasional, ekonomi dunia dengan cepat menjadi sistem yang saling bergantung melalui sebuah proses yang disebut Globalisasi.
Kita sering menganggap remeh keragaman produk yang dapat kita beli sebagai hasil dari perdagangan internasional. Televisi, sepatu, dan bahkan kopi atau jus pagi anda mungkin impor, produk yang dibuat atau ditanam di luar negeri dan dijual di dalam negeri di Amerika Serikat. Pada saat yang sama, keberhasilan banyak perusahaan AS bergantung pada ekspor, produk yang dibuat atau ditanam di sini, seperti mesin, peralatan elektronik, dan biji-bijian, dan dikirim untuk dijual ke luar negeri.
Dampak globalisasi tidak berhenti pada perusahaan yang ingin membuka cabang di luar negeri atau harus menutup cabang yang gagal. Perusahaan kecil tanpa operasi internasional (misalnya, kedai kopi independen) mungkin masih membeli dari pemasok internasional, dan bahkan kontraktor perorangan atau pekerja mandiri dapat terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar.
Globalisasi hari ini memainkan peran dalam menyuburkan perekonomian di berbagai nergara. Negara-negara kini semakin mendukung perdagangan internasional dengan membuka perbatasan, menawarkan insentif, dan mempermudah kemitraan bisnis asing. Banyak faktor yang memicu globalisasi, termasuk teknologi yang memudahkan perjalanan dan komunikasi, serta tekanan kompetitif yang memaksa perusahaan untuk bersaing di pasar global. Namun, globalisasi juga memiliki kritik. Beberapa pihak menuduh perusahaan memanfaatkan pekerja di negara-negara berkembang dengan upah rendah dan menghindari peraturan lingkungan atau pajak di negara asal mereka. Globalisasi juga dianggap mengancam warisan budaya dan lebih menguntungkan pihak kaya. Protes sering terjadi di pertemuan ekonomi global akibat ketidakadilan yang dirasakan oleh banyak pihak.
PASAR-PASAR UTAMA DUNIA
Klasifikasi Negara berdasarkan Pendapatan (Menurut Bank Dunia):
- Negara berpendapatan tinggi : Pendapatan per kapita tahunan lebih dari $12.476.
- Negara berpendapatan menengah ke atas : Pendapatan per kapita antara $4.036 - $12.475.
- Negara berpendapatan menengah ke bawah : Pendapatan per kapita antara $1.026 - $4.035.
- Negara berpendapatan rendah (negara berkembang) : Pendapatan per kapita kurang dari $1.025.
Cluster Geografis
- Amerika Utara, Amerika Serikat adalah pasar terbesar dan ekonomi paling stabil di dunia.
- Kanada juga memainkan peran penting dalam ekonomi internasional.
- Meksiko adalah pusat manufaktur dengan tenaga kerja murah dan biaya transportasi rendah, meskipun posisinya sebagai pusat manufaktur berbiaya rendah kini tergeser oleh China.
- Eropa Barat : Dominasi oleh Jerman, Inggris, dan Prancis. Transformasi ekonomi melalui Uni Eropa menjadikan wilayah ini semakin terintegrasi.
- Eropa Timur : Beberapa negara seperti Polandia, Hongaria, dan Rusia telah menarik perhatian perusahaan multinasiona. Namun, ketidakstabilan pemerintah dan korupsi masih menjadi tantangan di beberapa negara.
- Asia Pasifiik terdiri dari Jepang, China, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Filipina, dan Australia. Ekonomi kawasan ini berkembang pesat pada 1970-an dan 1980-an, dengan sektor otomotif, elektronik, dan perbankan sebagai pendorong utama. Jepang masih mendominasi dengan perusahaan besar seperti Toyota dan Toshiba. China dan India juga muncul sebagai ekonomi besar meskipun tingkat pendapatan per kapita masih rendah.
Perjanjian dan Aliansi Perdagangan
- NAFTA (North American Free Trade Agreement) : Menghapus sebagian besar tarif dan hambatan perdagangan antara AS, Kanada, dan Meksiko. Meksiko mendapat manfaat besar dari perjanjian ini terutama di sektor otomotif.
- Uni Eropa (UE) : Negara-negara anggota UE telah menghilangkan sebagian besar kuota dan menetapkan tarif seragam untuk produk yang diimpor dan diekspor di dalam kelompok tersebut. Penggunaan mata uang euro memperkuat posisi UE sebagai pasar bebas terbesar di dunia.
- ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) : Organisasi kerjasama ekonomi, politik, sosial, dan budaya di Asia Tenggara. ASEAN tidak sebesar NAFTA atau UE dalam hal pengaruh ekonomi global.
- WTO (World Trade Organization) : Didirikan pada 1995 untuk mempromosikan perdagangan internasional, mengurangi hambatan perdagangan, dan menyelesaikan perselisihan perdagangan antar negara.
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan adalah nilai ekonomi total dari semua produk yang diekspor suatu negara dikurangi nilai ekonomi dari semua produk yang diimpor. Surplus perdagangan terjadi ketika ekspor melebihi impor, sedangkan defisit perdagangan terjadi ketika impor melebihi ekspor. Ketidakseimbangan kecil dalam perdagangan adalah hal biasa, tetapi ketidakseimbangan besar bisa menimbulkan masalah, terutama terkait aliran mata uang.
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran mengacu pada aliran semua uang yang masuk atau keluar dari suatu negara, termasuk uang yang dibayarkan untuk impor, yang diterima dari ekspor, uang yang dibelanjakan oleh wisatawan asing, dan uang yang digunakan untuk bantuan luar negeri. Contoh: Jika Jepang memiliki surplus perdagangan sebesar $2 jura dan menerima tambahan $300.000 dari wisatawan asing, maka neraca pembayaran mereka menjadi $2,3 juta.
Kurs Tukar
Kurs tukar adalah nilai tukar mata uang satu negara terhadap mata uang negara lain. Fluktuasi kurs tukar memengaruhi neraca perdagangan antara dua negara. Jika nilai mata uang suatu negara meningkat (kuat), perusahaan-perusahaan di negara tersebut akan kesulitan mengekspor produk karena harga produk mereka lebih mahal di luar negeri. Sebaliknya, jika nilai mata uang menurun (lemah), ekspor cenderung meningkat karena produk menjadi lebih terjangkau di pasar internasional. Perkembangan penting dalam kurs tukar global adalah pengenalan euro sebagai mata uang umum Uni Eropa pada tahun 2002.
Bentuk-bentuk Keunggulan Kompetitif
- Keunggulan absolut : terjadi ketika suatu negata dapat memproduksi sesuatu dengan lebih murah atau lebih berkualitas dibandingkan negara lain.
- Keunggulan komparatif : terjadi ketika suatu negara dapat memproduksi barang, lebih efisien atau lebih baik dibandingkan negara lain.
- Keunggulan kompetitif nasional adalah model yang lebih modern dan melibatkan empat kondisi utama : Faktor produksi, Kondisi permintaan, Industri yang saling terkait dan mendukung, Strategi, Struktur, dan Persaingan.
MANAJEMEN BISNIS INTERNASIONAL
Menuju Internasional
Seiring dengan semakin globalnya ekonomi dunia, banyak perusahaan yang memperluas operasi internasional mereka. Perusahaan Eropa, terutama di sektor makanan, serta perusahaan asing seperti Kikkoman (Jepang) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Indonesia) terus berkembang di pasar global. Namun, jalur ini tidak cocok untuk semua perusahaan. Misalnya, jika anda membeli dan menjual buah segar, mungkin lebih menguntungkan untuk membatasi aktivitas Anda di wilayah geografis tertentu karena biaya transportasi dan masa simpan produk yang menjadi tantangan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan untuk Go Internasional
- Permintaan Internasional : Sebuah perusahaan harus menentukan apakah ada permintaan untuk produknya di luar negeri.
- Adaptasi terhadap kebutuhan pelanggan : Jika produknya diminati, perusahaan perlu memutuskan apakah dan bagaimana cara menyesuaikannya untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan asing.
- Outsourcing dan Offshoring : Outsourcing adalah praktik membayar pemasok dan distributor untuk menjalankan proses bisnis tertentu atau menyediakan bahan dan layanan yang dibutuhkan. Ini menjadi populer karena membantu perusahaan fokus pada kegiatan inti dan mengurangi biaya dengan memindahkan fungsi bisnis ke area dengan biaya lebih rendah. Offshoring adalah outsourcing yang dilakukan ke negara asing. Banyak perusahaan saat ini mengontrak manufaktur mereka ke pabrik dengan biaya rendah di Asia, sementara pusat layanan sering dipindahkan ke India.
Manajemen Bisnis Internasional
Go Internasional
Seiring dengan semakin mengglobalnya ekonomi dunia, semakin banyak perusahaan yang memperluas operasi internasional mereka. Perusahaan-perusahaan Eropa berekspansi ke luar negeri, misalnya di sektor makanan, dan perusahaan-perusahaan asing seperti Kikkoman (Jepang) dan San Miguel Pure Food Company (Filipina) terus berekspansi ke pasar dunia yang semakin mengglobal. Beberapa faktor memengaruhi keputusan untuk go internasional.
- Mengukur permintaan internasional
- Beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan
- Outsourching dan Offshoring
Tingkat Keterlibatan Internasional
Setelah memutuskan untuk go internasional, sebuah perusahaan harus menentukan tingkat keterlibatannya, seperti:
- Eksportir dan Importir : Eksportir membuat produk di satu negara untuk didistribusikan dan dijual di negara lain. Importir membeli produk di pasar luar negeri dan membawanya pulang untuk dijual kembali.
- Perusahaan Internasional : Menjalankan sejumlah besar bisnis mereka di luar negeri dan bahkan mungkin mengelola fasilitas manufaktur di luar negeri. Perusahaan internasional mungkin besar, tetapi pada dasarnya tetap merupakan perusahaan domestik dengan operasi internasional.
- Perusahaan Multinasional : Perusahaan yang merancang, memproduksi, dan memasarkan produk di banyak negara, tidak menganggap diri mereka memiliki divisi domestik dan internasional.
Struktur Organisasi Internasional
- Agen Independen : individu atau organisasi asing yang mewakili eksportir di pasar asing.
- Pengaturan Lisensi : Kontrak di mana satu perusahaan mengizinkan perusahaan lain untuk menggunakan nama merk, prosedur operasi, atau teknologi miliknya.
- Kantor Cabang : kantor cabang yang didirikan oleh perusahaan di luar negara asalnya untuk memperluas jangkauan pasar secara global. Kantor cabang ini membantu perusahaan beroperasi di negara atau kawasan baru, memungkinkan mereka melayani pelanggan lokal, mengakses pasar yang lebih luas, serta mengoptimalkan rantai pasokan internasional.
- Aliansi Strategis : Sebuah perusahaan menemukan mitra di negara tempat perusahaan ingin menjalankan bisnisnya. Setiap pihak setuju untuk menginvestasikan sumber daya dan modal ke dalam bisnis baru atau bekerja sama dengan cara yang saling menguntungkan.
- Penanaman Modal Asing Langsung : Melibatkan membeli atau membangun aset berwujud di negara lain.
Memahami Lingkungan Budaya
Faktor utama dalam keberhasilan atau kegagalan aktivitas bisnis internasional adalah memiliki pemahaman mendalam tentang lingkungan budaya dan bagaimana hal itu memengaruhi bisnis. Budaya suatu negara mencakup seperti :
- Nilai, Simbol, Kepercayaan, dan Bahasa : Faktor budaya tidak selalu menimbulkan masalah bagi para manajer ketika budaya kedua negara serupa. Perbedaan budaya antarnegera dapat berdampak langsung pada praktik bisnis.
- Perilaku karyawan lintas budaya : cara karyawan dari berbagai latar belakang budaya berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan menghormati perbedaan serta menyesuaikan diri dengan nilai dan norma budaya yang beragam.
Hambatan Perdagangan Internasional
- Perbedaan Ekonomi : Perbedaan tingkat ekonomi antar negara dapat mempengaruhi daya beli, harga, dan kompetisi produk, sehingga menjadi tantangan dalam perdagangan internasional.
- Perbedaan Hukum dan Politik : Sistem hukum dan kebijakan politik yang berbeda di tiap negara dapat menciptakan hambatan regulasi serta ketidakpastian bagi perusahaan asing.
- Kuota, Tarif dan Subsidi : Pembatasan jumlah barang impor, tarif impor tinggi, serta subdisi lokal dapat mengurangi daya saing produk asing di pasar lokal.
- Langkah-langkah proteksionis dan material strategis : Kebijakan proteksionis dan pembatasan ekspor bahan strategis bertujuan melindungi industri dalam negeri dari persaingan asing dan menjaga ketersediaan sumber daya.
- Hukum Konten Lokal : Aturan ini mengharuskan produk impor memiliki komponen atau bahan baku dari dalam negeri, yang membatasi kemampuan perusahaan asing untuk memasuki pasar.
- Hukum Praktik Bisnis : Perbedaan regulasi terkait etika bisnis, seperti hak tenaga kerja dan standar lingkungan, dapat menjadi tantangan bagi perusahaan yang ingin mematuhi hukum di kedua negara.