Langsung ke konten utama

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                       : Putri Ayunda Anggraeni

NIM                         : 222010200219

Kelas                        : 5A4 Manajemen

Dosen Pengampu    : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M

Mata Kuliah           : Manajemen Bisnis

    BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Apa itu Usaha Kecil?

        Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal.

Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian

1. Penciptaan Kerja : Usaha kecil menyediakan banyak lapangan pekerjaan dan membantu mengurangi tingkat pengangguran. Contoh : Sebuah warung makan kecil memperkerjakan beberapa orang sebagai koki dan pelayan, sehingga menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

2. Inovasi : Usaha kecil sering kali menjadi sumber inovasi dengan menawarkan produk dan layanan baru yang unik. Contoh : Sebuah usaha rumahan membuat sabun organik dengan bahan-bahan alami yang berbeda dari produk sabun biasa yang ada di pasaran.

3. Kontribusi bagi Bisnis Besar : Usaha kecil mendukung rantai pasokan dan memberikan layanan atau produk yang dibutuhkan oleh perusahaan besar. Contoh : Toko kecil yang memasok suku cadang kendaraan untuk pabrik mobil besar, membantu memastikan rantai pasokan tetap berjalan lancar. Bahkan ketika semakin banyak pembeli beralih ke belanja online, bisnis kecil masih memainkan peran penting. Misalnya, sebagian besar pengecer online yang lebih besar benar-benar mengalihdayakan pembuatan situs web mereka dan distribusi produk mereka ke perusahaan lain, banyak dari mereka adalah perusahaan kecil atau regional. Bisnis kecil juga menyediakan layanan penyimpanan data untuk bisnis yang lebih besar.

Bidang Usaha Kecil yang Populer

Usaha kecil memainkan peran utama dalam layanan, ritel, kontruksi, grosir, keuangan dan asuransi, manufaktur, dan transportasi. Umumnya, semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan, semakin sulit untuk memulai bisnis dan semakin kecil kemungkinan perusahaan kecil mendominasi suatu industri.

Layanan sekitar 56,2% bisnis dengan jumlah karyawan kurang dari 20 orang terlibat dalam industri jasa, yang berkisar dari konseling pernikahan hingga perangkat lunak komputer, dari konsultasi manajemen hingga penitipan anjing profesional, Sebagian karena mereka membutuhkan sedikit sumber daya (dan karenanya tidak memerlukan biaya yang besar untuk memulai), penyedia layanan merupakan segmen bisnis kecil yang tumbuh paling cepat.

Ritel pengecer, yang menjual produk yang dibuat oleh perusahaan lain secara langsung kepada konsumen, mencakup sekitar 11,9% dari usaha kecil. Biasanya, orang yang memulai usaha ritel kecil lebih menyukai toko khusus, seperti toko pakaian pria besar atau toko kopi gourmet yang memungkinkan pemiliknya memfokuskan sumber daya yang terbatas pada segmen pasar yang sempit atau kecil.

Konstruksi sekitar 11,9% dari semua bisnis di AS terlibat dalam konstruksi. Karena banyak pekerjaan konstruksi merupakan proyek lokal kecil, seperti pemilik rumah yang menambah garasi atau merenovasi ruangan, kontraktor lokal sering kali paling cocok untuk menanganinya.

Grosir pemilik usaha kecil sering kali berhasil dalam grosir, yang mencakup sekitar 5% dari usaha dengan jumlah karyawan kurang dari 20 orang. Pedagang grosir membeli produk dalam jumlah besar dari produsen atau produsen lain dan menyimpannya dalam jumlah dan lokasi yang mudah dijangkau untuk dijual ke pengecer.

Keuangan dan Asuransi perusahaan keuangan dan asuransi mencakup sekitar 4,1% dari usaha kecil. Sebagian besar usaha ini, seperti kantor-kantor Asuransi Pertanian Negara setempat, merupakan afiliasi atau agen bagi perusahaan-perusahaan nasional yang lebih besar. Bank-bank kecil milik lokal juga umum di masyarakat yang lebih kecil dari daerah pedesaan.

Manufaktur lebih dari industri lainnya, manufaktur cocok untuk bisnis besar, tetapi masih mencakup sekitar 3,9% perusahaan dengan jumlah karyawan kurang dari 20 orang. Memang, produsen kecil terkadang mengungguli produsen besar dalam industri yang didorong oleh inovasi seperti elektronik, peralatan dan suku cadang mesing, serta perangkat lunak komputer.

Transportasi sekitar 2,8% perusahaan kecil bergerak dalam bidang transportasi dan bisnis terkait, termasuk banyak perusahaan taksi dan limusin, layanan pesawat carteran, dan operator tur.

Lainnya sekitar 4,2% sisanya atau lebih dari usaha kecil berada di industri lain, seperti laboratorium penelitian dan pengembangan kecil dan perusahaan media independen-saluran web rintisan, surat kabar kota kecil, dan penyiar radio.

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan adalah proses mencari peluang bisnis dalam kondisi berisiko. Namun, tidak semua pengusaha memiliki tujuan pengusahaan yang sama.

Tujuan Kewirausahaan

Banyak pengusaha berusaha untuk meluncurkan bisnis baru dengan tujuan kemandirian-kemandirian dari bekerja untuk orang lain, disertai dengan tingkat keamanan finansial yang wajar. Pengusaha seperti itu ingin mencapai masa depan finansial yang aman dan terjamin bagi diri mereka dan keluarga mereka, tetapi tidak selalu bercita-cita untuk mengembangkan bisnis mereka melampaui kapasitas mereka untuk menjalankannya.

Karakteristik Kewirausahaan

Karakteristik kewirausahaan yaitu akal dan perhatian terhadap hubungan pelanggan yang baik, seringkali bersifat pribadi. Sebagian besar dari mereka juga memiliki keinginan kuat untuk menjadi diri mereka sendiri. Banyak yang mengungkapkan kebutuhan untuk "mengendalikan hidup saya" atau "membangun untuk keluarga" dan percaya bahwa membangun bisnis yang sukses akan membantu mereka melakukannya. Mereka juga dapat menghadapi ketidakpastian dari risiko.

Memulai dan Menjalankan Bisnis Baru

Memulai bisnis menjadi lebih mudah dan cepat dari sebelumnya, ada lebih banyak peluang potensial daripada sebelumnya, dan kemampuan untuk mengumpulkan dan menilai informasi berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Meski begitu, calon pengusaha harus membuat keputusan yang tepat untuk memulai usaha.

A. Memahami Kompetensi Khas

Mengidentifikasi Peluang Pasar yang Sudah Ada

Menemukan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi di pasar saat ini. Misalnya, membuka kedai kopi di kawasan perkantoran yang banyak pekerja tetapi minim tempat ngopi.

Mengidentifikasi Pasar Baru

Menciptakan produk atau layanan untuk audiens yang sebelumnya belum menjadi target. Misalnya, menciptakan platform online untuk menjual barang bekas yang ditujukan khusus bagi para mahasiswa yang membutuhkan barang murah dan berkualitas.

Keunggulan Penggerak Pertama

Kemampuan untuk menjadi pelopor di pasar dengan menawarkan produk atau layanan inovatif, sehingga dapat membangun merek yang kuat dan menguasai pangsa pasar sebelum pesaing masuk. Misalnya, Tesla, yang menjadi pelopor mobil listrik dengan performa tinggi dan teknologi canggih, sebelum banyak produsen mobil lain mulai mengembangkan dan memasarkan mobil listrik. Perusahaan Apple meluncurkan iPhone sebagai smartphone pertama dengan layar sentuh, yang kemudian mendominasi pasar ponsel pintar sebelum banyak merk lain mengikutinya.

B. Menyusun Rencana Bisnis

Menetapkan Sasaran dan Tujuan

Menetapkan sasaran dan tujuan berarti menentukan apa yang ingin dicapai oleh bisnis. Misal, sebuah toko kopi ingin meningkatkan penjualan sebesar 20% dalam setahun.

Perkiraan Penjualan

Memperkirakan berapa banyak produk atau layanan yang akan terjual dalam periode tertentu. Misal, memprediksi akan menjual 1200 cangkir kopi per bulan.

Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan melibatkan mengatur anggaran serta sumber daya untuk mencapai tujuan bisnis. Misal, menyusun anggaran sebesar Rp50 juta untuk bahan baku dan promosi.

C. Memulai Usaha Kecil

Membeli Bisnis yang Sudah Ada

Mengambil alih perusahaan yang sudah berjalan. Misal, seseorang membeli toko baju yang sudah beroperasi.

Waralaba

Membeli hak untuk menjalankan bisnis dengan merek dan sistem yang sudah ada. Misal, membuka restoran cepat saji dengan merek terkenal.

Memulai dari Awal

Membangun bisnis sendiri dari nol. Misal, mendirikan toko kue rumahan dengan resep dan nama baru.

D. Pembiayaan Usaha Kecil

Proses memperoleh dana untuk memulai, menjalankan, atau memperluas bisnis kecil melalui berbagai sumber seperti, modal pribadi, keluarga dan teman, pinjaman bank, imvestor, atau pendanaan pemerintah. Contoh: seorang pemilik usaha kecil menggunakan tabungannya untuk membuka toko bunga, mengajukan pinjaman bank untuk membeli peralatan tambahan, atau mencari investor yang bersedia menanamkan modal untuk membantu memperluas usahanya.

Perusahaan modal ventura menyediakan pendanaan untuk startup atau usaha kecil berpotensi tinggo dengan imbalan kepemilikan saham.

Perusahaan investasi usaha kecil (SBIC) memberikan pembiayaan kepada bisnis kecil untuk membantu mereka tumbuh.

Program Keuangan SBA menawarkan jaminan pinjaman dan bantuan lainnya dari pemerintah AS untuk mendukung usaha kecil.

TREN, KEBERHASILAN, DAN KEGAGALAN DALAM USAHA BARU

Tren dalam Rintisan Usaha Kecil

Faktor penyebab pada tren ini:

1. Munculnya E-Commerce

Pertumbuhan belanja online memudahkan usaha kecil menjual produk secara digital tanpa harus memiliki toko fisik. Misal, seorang pengrajin menjual kerajinan tangan melalui platform e-commerce.

2. Persilangan dari Bisnis Besar

Usaha kecil muncul untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terlayani oleh perusahaan besar atau untuk menyediakan layanan lebih personal. Misal, cafe lokal yang menyediakan kopi spesial dibandingkan dengan kedai kopi besar.

3. Peluang bagi Kaum Minoritas dan Wanita

Dukungan yang meningkat untuk bisnis yang dimiliki oleh kelompok minoritas dan wanita menciptakan peluang yang lebih besar. Misal, seorang wanita memulai bisnis fashion dengan program pendanaan yang ditujukan khusus untuk wirausaha wanita.

4. Peluang Global

Teknologi dan pasar global yang lebih terhubung memungkinkan usaha kecil untuk menjual produk mereka ke seluruh dunia. Misal, sebuah merek pakaian lokal menjual produknya ke pelanggan di berbagai negara melalui media sosial.

5. Tingkat Kelangsungan Hidup yang Lebih Baik

Dukungan yang lebih baik dan akses ke sumber daya bisnis meningkatkan kemungkinan keberhasilan usaha kecil. Misal, bimbingan dari inkubator bisnis membantu startup teknologi bertahan dan tumbuh di pasar.

Alasan Kegagalan

- Ketidakmampuan atau kurangnya pengalaman manajerial.

- Sistem kontrol yang lemah.

- Modal kurang.

Alasan Keberhasilan

- Kerja keras, dorongan, dan dedikasi.

- Permintaan pasar untuk produk atau layanan yang disediakan.

- Kompetensi manajerial.

- Keberuntungan.

KEPEMILIKAN BISNIS NON-KORPORASI

Kepemilikan Tunggal

Keuntungan : Pemilik memiliki kebebasan penuh untuk membuat semua keputusan bisnis, penghasilan bisnis dianggap sebagai penghasilan pribadi pemilik, sehingga hanya dikenakan pajak sekali.

Kerugian : Tanggungjawab pribadi tidak terbatas, jadi pemilik bertanggungjawab sepenuhnya atas semua utang dan kewajiban bisnis. Ketergantungan pada satu individu, keberhasilan bisnis sangat tergantung pada keterampilan dan waktu yang dimiliki oleh satu orang.

Kemitraan

Keuntungan : Kemampuan untuk tumbuh dengan menambah bakat dan uang baru. Kemitraan memungkinkan penggabungan modal, keterampilan, dan jaringan kontak dari para mitra. Kemitraan biasanya lebih mudah dalam mengakses pinjaman atau investasi dibandingkan kepemilikan tunggal. Beban kerja dan pengambilan keputusan dapat dibagi, sehingga mengurangi tekanan pada satu individu.

Kerugian : Tanggungjawab pribadi tidak terbatas, setiap mitra bertanggungjawab atas utang dan kewajiban bisnis, termasuk yang dibuat oleh mitra lainnya. Perbedaan pendapat atau tujuan antara mitra dapat menyebabkan perselisihan yang mengganggu bisnis.Kurangnya keberlanjutan, ketika salah satu mitra meninggal, kemitraan awal bubar, meskipun mitra lain menginginkan keberlanjutan, pembubaran tidak berarti hilangnya pendapatan penjualan, pihak yang bertahan dapat membentuk mitra baru untuk mempertahankan bisnis perusahaan lama.

Koperasi

Kelompok pemilik tunggal atau kemitraan sepakat untuk bekerja sama demi keuntungan bersama dengan membentuk koperasi. Koperasi menggabungkan kebebasan pemilik tunggal dengan kekuatan finansial perusahaan. Koperasi memberi anggota kekuatan produksi yang lebih besar, kekuatan pemasaran yang lebih besar, atau keduanya.

Perusahaan

Keuntungan Pendirian Perusahaan : Tanggungjawab terbatas, pemilik (pemegang saham) tidak bertanggungjawab secara pribadi atas utang atau kewajiban perusahaan. Keberlanjutan, perusahaan memiliki masa hidup yang tidak terbatas, karena tidak bergantung pada pemilik individu, kepemilikan dapat ditransfer melalui penjualan saham. Kemudahan mendapatkan modal, perusahaan dapat lebih mudah mengumpulkan dana melalui penjualan saham atau penerbitan obligasi.

Kerugian Pendirian Perusahaan : Menggunakan proses hukum yang disebut tender offer, penawaran untuk membeli saham yang dibuat oleh calon pembeli langsung kepada pemegang saham perusahaan, perusahaan dapat diambil alih tanpa persetujuan manajernya. Biaya awal, proses pendirian dan administrasi yang rumit dengan diatur secara ketat dan memerlukan pemenuhan persyaratan hukum. Pajak berganda, penghasilan perusahaan dikenakan pajak, dan pemegang saham juga dikenakan pajak atas dividen yang mereka terima.

JENIS-JENIS KORPORASI :

1. Private Corporation : Perusahaan keluarga, startup kecil.

2. Public Corporation : Apple, Microsoft

3. Non-Profit Corporation : Yayasan amal, Lembaga social

4. Limited Corporation : Green Construction Ltd

5. Multinastional Corporation : Coca-cola Toyota, Samsung

6. Professional Corporation : Sekelompok profesional seperti dokter, pengacara, atau akuntan yang menyediakan jasa profesional.

7. Benefit Corporation : Allbirds, warby parker, greyston bakery.

PENGELOLA PERUSAHAAN

Kepemilikan Saham dan Hak Pemegang Saham

Korporasi menjual saham kepada investor yang kemudian menjadi pemegang saham.

Dewan Direksi

Badan yang mengatur suatu perusahaan adalah dewan direksi.

Kepala Eksekutif

Tim manajemen puncak sebuah perusahaan, biasanya dipimpin oleh kepala eksekutif perusahaan (CEO), yang bertanggungjawab atas kinerja secara keseluruhan.

Postingan populer dari blog ini

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...