Langsung ke konten utama

XII. ANALISIS KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL

 ANALISIS KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Model Break Even Point

Kondisi di mana pendapatan nasional BEP sama dengan konsumsi, atau semua pendapatan dihabiskan untuk konsumsi atau masyarakat tidak memiliki tabungan, dikenal sebagai pendapatan nasional BEP. Kondisi ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Y=C dan S=0

Contoh Soal:

Syarat PN atau Y BEP adalah Y=C dan S=0

Y = C

Y = 20 + 0,75Y

Y – 0,75Y = 20

0,25Y = 20

Y = 80

 

C disaat Y BEP => C BEP

= 20 + 0,75 x 80

= 20 + 60

= 80

 

Kurva Break Even Point

·     Analisis Keseimbangan Pendaparan Nasional dalam Perekonomian Dua Sektor

a.    Angka Pengganda (Multiplier/k) untuk Perekonomian Dua Sektor

Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari rumah tangga dan bisnis, sehingga tidak ada perdagangan internasional maupun kegiatan pemerintah.

Rumus : Y = C + I

dimana:

Y = Pendapatan

C = Konsumsi

I = Investasi

Contoh Soal:

Fungsi konsumsi rumah tangga adalah C = 90 + 0,75Y, sedangkan fungsi investasi adalah I = 120. Maka tingkat pendapatan nasional pada keseimbangan adalah:

Y = C + I

Y = 90 + 0,75Y + 120

Y – 0,75Y = 210

0,25Y = 210

Y = 210/0,25

Y = 840

-      Pengertian Konsumsi

Konsumsi adalah tindakan manusia untuk menghabiskan atau mengurangi nilai suatu barang. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi:

a)   Pendapatan Rumah Tangga

b)   Perkiraan harga di masa depan

c)   Jumlah anggota keluarga

d)   Jumlah penduduk

e)   Arus informasi dan teknologi

Rumus Fungsi Konsumsi:

C = a + by

dimana:

C = Pengeluaran untuk konsumsi

a = autonomous consumption, yaitu angka yang menunjukkan besarnya pengeluaean konsumsi pada saat pendapatan sama dengan nol/tidak mempunyai pendapatan.

b = MPC = Marginal Priopensity to Consume, yaitu angka yang menunjukkan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi karena adanya tambahan pendapatan.

Contoh Soal:

-      Pengertian Tabungan

Tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk tujuan konsumsi. Berikut ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi jumlah tabungan:

a)   Pendapatan Rumah Tangga

b)   Tingkat bunga

c)   Sikap berhemat

d)   Distribusi pendapatan

e)   Kondisi perekonomian

Rumus:

S = -a + (1 – b)Y

dimana:

S = Tabungan (Saving)

-a = Tabungan bernilai negatif ketika pendapatan masyarakat nol

(1-b) = Menunjukkan nilai MPS

Contoh Soal:


Kurva Konsumsi dan Tabungan


Angka Pengganda (Multiplier)

Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana peningkatan atau penurunan pengeluaran agregat berdampak pada tingkat keseimbangan dan, khususnya, tingkat pendapatan nasional.

Rumus:

Contoh Soal:

Diketahui MPC = 0,75 dan kenaikan investasi suatu perusahaan sebanyak Rp20 trilliun, maka hitunglah multiplier.

Kurva Multiplier

·     Analisis Keseimbangan Pendapatan Nasional dengan Kebijakan Pemerintah (Model Perekonomian Tiga Sektor)

a.    Analisis Pendapatan Nasional dengan Model Lump-sump Tax

Dengan intervensi pemerintah, perekonomian terbagi menjadi tiga sektor: sektor rumah tangga, sektor swasta, dan sektor pemerintah. Pendapatan masyarakat dari tiga sektor ini biasanya digunakan untuk menghemat dan mengkonsumsi, tetapi pendapatan dari sektor pertama harus didahului dengan masalah transfer dan pajak.

Rumus Perekonomian 3 Sektor:

Y = C + I + G

Kurva Perekonomian 3 Sektor

Rumus Analisis Pendapatan Nasional dengan Model Lump-sump Tax:

Contoh Soal:

Diket:

Fungsi C = 0,75Yd + 10 Mrp

Investasi (I) = 20 Mrp

Pengeluaran Pemerintah = 30 Mrp

Pajak yang dikenakan (Tx) = 10 Mrp

Transfer Pajak (Tr) = 5 Mrp

Tentukan Besarnya:

1)   Pendapatan Nasional Keseimbangan

2)   Konsumsi dan Saving Keseimbangan

3)   Bukti Kurva S + Tx = I + G + Tr

Jawaban:

1)   Pendapatan Nasional Keseimbangan:

2)   Konsumsi dan Saving:

C      = 10 + 0,75 Yd

         = 10 + 0,75 (Y + Tr + Tx )

         = 10 + 0,75( 225 + 5 - 100)

         = 10 + 168,75 + 3,75 -7,5

C      = 175 Mrp

3)   Saving Keseimbangan:

S       = Yd – C

         = (Y + Tr –Tx) + 175

         = ( 225 + 5 – 10) + 175

         =220 - 175

S       =  45 Mrp

Jadi, besarnya saving keseimbangan adalah 45 Mrp.

4)   Bukti

S + Tx = I + G + Tr

45 + 10 = 20 + 30 + 5

         55=55

Grafik Fungsi

b.   Analisis Pendapatan Nasional dengan Model Pajak Proposional (Propotional Tax)

Selain model pajak Lump-sump, ada juga model pajak proposional. Dalam perekonomian, distribusi pendapatan nasional pada umumnya tidak merata; hal ini dapat menyebabkan ketegasan sosial. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan pajak yang besar kecilnya tergantung pada besar kecilnya pendapatan yang diperoleh wajib pajak.

Model atau bentuk formulasinya adalah seperti berikut:

Tx = To + Hy

dimana:

Tx = Besarnya pajak

To = Besarnya pajak tingkat pendapatan sama dengan nol

H = Menunjukkan Marginal of Taxation (MrpTx) yaitu merupakan nilai perbandingan antara berapa jumlah pajak dengan perubahan pendapatan.

-      Analisis Penggandaan dalam Model Pajak Proposional

untuk menentukan besarnya angka pengganda untuk pajak lump-sump dan untuk tiga sektor ekonomi yang menggunakan pajak proposional. Kedua model tersebut berbeda hanya dalam cara mereka disebutkan, atau dibagi. Karena model pajak tersbeut adalah fungsi dari pendapatan, model angka penggandaannya (multiplier) adalah sebagai berikut:

1)   Multiplier untuk konsumsi (Ka)

2)   Multiplier untuk investasi (Ki)

3)   Multiplier untuk pengeluaran pemerintah (Kg)

4)   Multiplier untuk transfer (Ktr)

5)   Multiplier untuk pajak (Ktx)

Kurva Pajak Keatas Fungsi Konsumsi dan Tabungan



·     Analisis Keseimbangan Pendapatan Nasional dalam Perekonomian Terbuka (Model Empat Sektor)

Ekonomi terbuka, juga dikenal sebagai "perekonomian empat sektor", adalah ketika sebuah negara memiliki hubungan ekonomi dengan negara lain. Produk dalam negeri sebagian diekspor atau dijual ke luar negeri, dan barang-barang lain diimpor dari negara lain.

-      Pengeluaran agregat (Agregat Expenditure/AE) perekonomian empat sektor terdiri dari:

1)   Pengeluaran konsumsi rumah tangga (C)

2)   Pengeluaran Investasi (I)

3)   Pengeluaran belanja pemerintah (G)

4)   Ekspor bersih (X-M)

-      Pendapatan Nasional Keseimbangan

Syarat keseimbangan perekonomian negara adalah penawaran agregat (pendapatan nasional=Y) = permintaan agregat (Agregat Demand). Agregat Demand dalam perekonomian terbuka adalah:

AD = C + I + G + (X-M)   atau Y = C + I + G + (X-M)

dimana:

C = Konsumsi

I = Investasi

G = Pengeluaran Pemerintah

X = Ekspor

M = Impor

Contoh Soal:

Dalam suatu perekonomian terbuka ciri fungsi konsumsi rumah tangga, pajak pemerintah, pengeluaran pemerintah, investasi swasta, ekspor dan impor adalah seperti di bawah ini:

a)   Fungsi penggunaan adalah C = 500 + 0,6Yd

b)   Pajak adalah 25 persen dari pendapatan nasional (T = 0,25Y)

c)   Investasi swasta bernilai: 1 = 500, sedangkan pengeluaran pemerintah bernilai: G = 1000

d)   Ekspor negara tersebut bernilai: X = 800, manakala impor adalah 10 persen dari pendapatan nasional (M = 0,1Y)

Jawaban:

Fungsi konsumsi sebagai fungsi dari Y :

C = 500 + 0,8 (Y - T)

C = 500 + 0,8 (Y – 0,25Y)

C = 500 + 0,8 (0,75Y)

C = 500 + 0,6Y

Pendapatan nasional pada keseimbangan:

Y = C + I + G + (X-M)

Y = 500 + 0,6Y + 500 + 1000 + (800 – 0,1Y)

Y = 2800 + 0,6Y – 0,1Y

Y = 2800 + 0,5Y

Y – 0,5Y = 2800

0,5Y = 2800

Y = 2800/0,5

Y = 5600

Kurva Keseimbangan Perekonomian Terbuka (4 Sektor)


Ekspor (X)

Jika suatu negara mengekspor barang dan jasa ke negara lain, ia harus memproduksi lebih banyak barang dan jasa daripada jumlah produksi yang diperlukan di dalam negeri. Dengan meningkatnya jumlah produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh negara tersebut, pendapatan nasional (Y) negara tersebut juga akan meningkat.

Kurva Ekspor


Impor (M)

Kemampuan membayar suatu negara atau daya belinya dipengaruhi oleh tingkat pendapatan nasionalnya. Oleh karena itu, dalam analisis makro ekonomi, kemampuan membayar negara tersbeut terhadap barang impor merupakan faktor yang mempengaruhi seberapa besar atau sedikit barang impor yang dibeli oleh negara tersebut.

Rumus:

 M = MO + My

dimana:

M = Import

Mo = Import Otonom

M = Marginal Propencity to Import (MPI)

Y = Produk Nasional

Kurva Impor


Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...