ANALISIS KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL
· Model
Break Even Point
Kondisi di mana pendapatan nasional BEP sama dengan
konsumsi, atau semua pendapatan dihabiskan untuk konsumsi atau masyarakat tidak
memiliki tabungan, dikenal sebagai pendapatan nasional BEP. Kondisi ini dapat
digambarkan sebagai berikut:
Y=C dan S=0
Contoh Soal:
Syarat PN atau Y BEP adalah Y=C dan S=0
Y = C
Y = 20 + 0,75Y
Y – 0,75Y = 20
0,25Y = 20
Y = 80
C disaat Y BEP => C BEP
= 20 + 0,75 x 80
= 20 + 60
= 80
Kurva Break Even Point
· Analisis
Keseimbangan Pendaparan Nasional dalam Perekonomian Dua Sektor
a. Angka
Pengganda (Multiplier/k) untuk Perekonomian Dua Sektor
Perekonomian dua sektor adalah
perekonomian yang terdiri dari rumah tangga dan bisnis, sehingga tidak ada
perdagangan internasional maupun kegiatan pemerintah.
Rumus : Y = C + I
dimana:
Y = Pendapatan
C = Konsumsi
I = Investasi
Contoh Soal:
Fungsi konsumsi rumah tangga adalah C = 90 + 0,75Y,
sedangkan fungsi investasi adalah I = 120. Maka tingkat pendapatan nasional
pada keseimbangan adalah:
Y = C + I
Y = 90 + 0,75Y + 120
Y – 0,75Y = 210
0,25Y = 210
Y = 210/0,25
Y = 840
- Pengertian
Konsumsi
Konsumsi adalah tindakan manusia untuk menghabiskan atau
mengurangi nilai suatu barang. Berikut ini adalah beberapa faktor yang
mempengaruhi konsumsi:
a) Pendapatan
Rumah Tangga
b) Perkiraan
harga di masa depan
c) Jumlah
anggota keluarga
d) Jumlah
penduduk
e) Arus
informasi dan teknologi
Rumus
Fungsi Konsumsi:
C = a
+ by
dimana:
C =
Pengeluaran untuk konsumsi
a = autonomous consumption, yaitu angka yang menunjukkan besarnya
pengeluaean konsumsi pada saat pendapatan sama dengan nol/tidak mempunyai
pendapatan.
b = MPC = Marginal Priopensity to Consume, yaitu angka yang menunjukkan
besarnya tambahan pengeluaran konsumsi karena adanya tambahan pendapatan.
Contoh Soal:
- Pengertian
Tabungan
Tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak
digunakan untuk tujuan konsumsi. Berikut ini adalah faktor-faktor yang
memengaruhi jumlah tabungan:
a) Pendapatan
Rumah Tangga
b) Tingkat
bunga
c) Sikap
berhemat
d) Distribusi
pendapatan
e) Kondisi
perekonomian
Rumus:
S = -a
+ (1 – b)Y
dimana:
S =
Tabungan (Saving)
-a =
Tabungan bernilai negatif ketika pendapatan masyarakat nol
(1-b)
= Menunjukkan nilai MPS
Contoh Soal:
Kurva Konsumsi dan Tabungan
Angka
Pengganda (Multiplier)
Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana peningkatan atau penurunan
pengeluaran agregat berdampak pada tingkat keseimbangan dan, khususnya, tingkat
pendapatan nasional.
Rumus:
Contoh
Soal:
Diketahui MPC = 0,75 dan kenaikan investasi suatu perusahaan sebanyak Rp20 trilliun, maka hitunglah multiplier.
Kurva Multiplier
· Analisis
Keseimbangan Pendapatan Nasional dengan Kebijakan Pemerintah (Model
Perekonomian Tiga Sektor)
a.
Analisis Pendapatan Nasional dengan Model Lump-sump Tax
Dengan
intervensi pemerintah, perekonomian terbagi menjadi tiga sektor: sektor rumah
tangga, sektor swasta, dan sektor pemerintah. Pendapatan masyarakat dari tiga
sektor ini biasanya digunakan untuk menghemat dan mengkonsumsi, tetapi
pendapatan dari sektor pertama harus didahului dengan masalah transfer dan
pajak.
Rumus Perekonomian 3 Sektor:
Y = C + I + G
Kurva Perekonomian 3 Sektor
Rumus Analisis Pendapatan Nasional dengan Model Lump-sump Tax:
Contoh Soal:
Diket:
Fungsi C = 0,75Yd + 10 Mrp
Investasi (I) = 20 Mrp
Pengeluaran Pemerintah = 30 Mrp
Pajak yang dikenakan (Tx) = 10 Mrp
Transfer Pajak (Tr) = 5 Mrp
Tentukan Besarnya:
1) Pendapatan
Nasional Keseimbangan
2) Konsumsi
dan Saving Keseimbangan
3) Bukti
Kurva S + Tx = I + G + Tr
Jawaban:
1) Pendapatan Nasional Keseimbangan:
2) Konsumsi
dan Saving:
C = 10 + 0,75 Yd
= 10 + 0,75 (Y + Tr + Tx )
= 10 + 0,75( 225 + 5 - 100)
= 10 + 168,75 + 3,75 -7,5
C = 175 Mrp
3) Saving
Keseimbangan:
S = Yd – C
= (Y + Tr –Tx) + 175
= ( 225 + 5 – 10) + 175
=220 - 175
S = 45 Mrp
Jadi, besarnya saving keseimbangan adalah 45 Mrp.
4) Bukti
S +
Tx = I + G + Tr
45 +
10 = 20 + 30 + 5
55=55
Grafik Fungsi
b.
Analisis Pendapatan Nasional dengan Model Pajak
Proposional (Propotional Tax)
Selain model pajak Lump-sump, ada juga model pajak
proposional. Dalam perekonomian, distribusi pendapatan nasional pada umumnya
tidak merata; hal ini dapat menyebabkan ketegasan sosial. Salah satu metode
yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan pajak yang
besar kecilnya tergantung pada besar kecilnya pendapatan yang diperoleh wajib
pajak.
Model atau bentuk formulasinya adalah seperti berikut:
Tx = To + Hy
dimana:
Tx = Besarnya pajak
To = Besarnya pajak tingkat pendapatan sama dengan nol
H = Menunjukkan Marginal of
Taxation (MrpTx) yaitu merupakan nilai perbandingan antara berapa jumlah pajak
dengan perubahan pendapatan.
-
Analisis Penggandaan dalam Model Pajak Proposional
untuk menentukan besarnya angka
pengganda untuk pajak lump-sump dan untuk tiga sektor ekonomi yang menggunakan
pajak proposional. Kedua model tersebut berbeda hanya dalam cara mereka
disebutkan, atau dibagi. Karena model pajak tersbeut adalah fungsi dari
pendapatan, model angka penggandaannya (multiplier) adalah sebagai berikut:
1) Multiplier
untuk konsumsi (Ka)
2) Multiplier
untuk investasi (Ki)
3) Multiplier
untuk pengeluaran pemerintah (Kg)
4) Multiplier
untuk transfer (Ktr)
5) Multiplier
untuk pajak (Ktx)
Kurva Pajak Keatas Fungsi Konsumsi dan Tabungan
· Analisis
Keseimbangan Pendapatan Nasional dalam Perekonomian Terbuka (Model Empat
Sektor)
Ekonomi terbuka, juga dikenal
sebagai "perekonomian empat sektor", adalah ketika sebuah negara
memiliki hubungan ekonomi dengan negara lain. Produk dalam negeri sebagian
diekspor atau dijual ke luar negeri, dan barang-barang lain diimpor dari negara
lain.
- Pengeluaran
agregat (Agregat Expenditure/AE) perekonomian
empat sektor terdiri dari:
1) Pengeluaran
konsumsi rumah tangga (C)
2) Pengeluaran
Investasi (I)
3) Pengeluaran
belanja pemerintah (G)
4) Ekspor
bersih (X-M)
- Pendapatan
Nasional Keseimbangan
Syarat keseimbangan perekonomian
negara adalah penawaran agregat (pendapatan nasional=Y) = permintaan agregat (Agregat
Demand). Agregat Demand dalam perekonomian terbuka adalah:
AD = C + I + G + (X-M) atau Y = C + I + G + (X-M)
dimana:
C = Konsumsi
I = Investasi
G = Pengeluaran Pemerintah
X = Ekspor
M = Impor
Contoh Soal:
Dalam suatu perekonomian terbuka ciri fungsi konsumsi
rumah tangga, pajak pemerintah, pengeluaran pemerintah, investasi swasta,
ekspor dan impor adalah seperti di bawah ini:
a) Fungsi
penggunaan adalah C = 500 + 0,6Yd
b) Pajak
adalah 25 persen dari pendapatan nasional (T = 0,25Y)
c) Investasi
swasta bernilai: 1 = 500, sedangkan pengeluaran pemerintah bernilai: G = 1000
d) Ekspor
negara tersebut bernilai: X = 800, manakala impor adalah 10 persen dari
pendapatan nasional (M = 0,1Y)
Jawaban:
Fungsi
konsumsi sebagai fungsi dari Y :
C = 500 + 0,8
(Y - T)
C = 500 + 0,8
(Y – 0,25Y)
C = 500 + 0,8
(0,75Y)
C = 500 + 0,6Y
Pendapatan
nasional pada keseimbangan:
Y = C + I + G
+ (X-M)
Y = 500 + 0,6Y
+ 500 + 1000 + (800 – 0,1Y)
Y = 2800 +
0,6Y – 0,1Y
Y = 2800 +
0,5Y
Y – 0,5Y =
2800
0,5Y = 2800
Y = 2800/0,5
Y = 5600
Kurva Keseimbangan Perekonomian Terbuka (4 Sektor)
Ekspor
(X)
Jika suatu negara mengekspor barang dan jasa ke negara lain, ia harus
memproduksi lebih banyak barang dan jasa daripada jumlah produksi yang
diperlukan di dalam negeri. Dengan meningkatnya jumlah produk (barang dan jasa)
yang dihasilkan oleh negara tersebut, pendapatan nasional (Y) negara tersebut
juga akan meningkat.
Kurva Ekspor
Impor
(M)
Kemampuan membayar suatu negara atau daya belinya dipengaruhi oleh tingkat
pendapatan nasionalnya. Oleh karena itu, dalam analisis makro ekonomi,
kemampuan membayar negara tersbeut terhadap barang impor merupakan faktor yang
mempengaruhi seberapa besar atau sedikit barang impor yang dibeli oleh negara tersebut.
Rumus:
M = MO + My
dimana:
M = Import
Mo
= Import Otonom
M = Marginal
Propencity to Import (MPI)
Y = Produk
Nasional
Kurva Impor




















