Langsung ke konten utama

XI. KONSEP DAN PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL

KONSEP DAN PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Aliran Pendapatan Dalam Perekonomian (Circular Flow)

Bagaimana pengeluaran dan pendapatan berinteraksi antara rumah tangga, bisnis, pemerintah, dan negara lain, dikenal sebagai aliran pendapatan perekonomian. Salah satu cara untuk mengukur keberhasilan perekonomian adalah dengan melihat angka pertumbuhan ekonomi negara. Pertumbuhan ekonomi adalah ukuran yang diukur dari kenaikan besar dalam pendapatan nasional atau produksi nasional selama periode waktu tertentu. Nilai pendapatan nasional adalah gambaran dari aktivitas ekonomi di seluruh negara selama periode waktu tertentu. Semua kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi dianggap sebagai kegiatan ekonomi. Empat jenis pelaku ekonomi atau aktivitas perekonomian adalah rumah tangga, swasta, pemerintah, dan internasional.

1)   Perekonomian 2 sektor, merupakan suatu model perekonomian yang didasarkan pada hubungan antara dua komponen ekonomi: sektor rumah tangga dan sektor perusahaan. Perekonomian ini tertutup karena tidak ada partisipasi pemerintah atau luar negeri. Faktor produksi rumah tangga membentuk aliran pendapatan ekonomi dua sektor, dan sebagian besar pendapatan rumah tangga digunakan untuk konsumsi. Sisa pendapatan yang tidak digunakan untuk konsumsi akan ditabung dalam institusi keuangan, dan tabungan rumah tangga yang terkumpul akan dipinjamkan oleh pengusaha yang ingin melakukan investasi. Gambar berikut menunjukkan arus pendapatan ekonomi dari dua sektor.

2)   Perekonomian 3 sektor, terdiri dari sektor rumah tangga , sektor swasta dan sektor pemerintah. Dalam ekonomi ini, pemerintah mengatur aktivitas ekonomi, mengumpulkan pajak, dan menyediakan pelayanan publik. Perekonomian desa yang hanya terdiri dari usaha rumah tangga, usaha kecil menengah, dan pemerintah setempat adalah contoh perekonomian tiga sektor, yang juga disebut sebagai perekonomian tertutup karena tidak terlibat dalam ekspor dan impor.

 

3)   Perekonomian 4 sektor, merupakan suatu sistem yang terdiri dari empat aktor ekonomi: rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri. Perdagangan internasional, pergerakan modal, transfer informasi, dan migrasi tenaga kerja membentuk hubungan ekonomi antara negara lain dalam perekonomian empat sektor. Pelaku ekonomi dalam perekonomian ini adalah perusahaan, rumah tangga, pemerintah, dan internasional. Pemerintah menggunakan kebijakan fiskal dan moneter untuk mengatur kegiatan ekonomi dan mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional dalam sistem ini.

·     Pengukuran Pendapatan Nasional

Salah satu konsep ekonomi yang paling penting adalah pengukuran pendapatan nasional; ada tiga pendekatan utama untuk menghitungnya: pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.

1)   Pendekatan Produksi (Production Approach) : Metode ini menggunakan nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing faktor produksi untuk menghitung nilai pendapatan nasional. Nilai tambah adalah selisih antara pendapatan faktor produksi dengan pengeluaran antara industri.

2)   Pendekatan Pendapatan (Income Approach) : Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan menghitung total pendapatan rumah tangga (termasuk upah, bunga, sewa, dan keuntungan).

3)   Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) : Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan menggabungkan semua pengeluaran untuk barang jasa akhir, seperti konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor neto.

·     Beberapa Istilah Pendapatan Nasional

a.    Produk Domestik Bruto (PDB)

Jumlah produk terdiri dari barang dan jasa yang diproduksi oleh pabrik di dalam wilayah suatu negara selama satu tahun. Dalam perhitungan ini, juga termasuk barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan dan individu asing yang beroperasi di wilayah tersebut.

b.   Produk Nasional Bruto (PNB)

Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun, termasuk barang dan jasa yang diproduksi oleh masyarakat negara tersebut di luar negeri.

Rumus:

GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

c.    Dua Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional dapat didefinisikan sebagai nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara, yang ditunjukkan dengan huruf besar P dan N. Dengan cara ini, pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Dengan cara ini, pendapatan nasional dapat didefinisikan sebagai total pendapatan yang diterima oleh masyarakat suatu negara selama satu tahun. NNP dan NNI adalah dua pendapatan nasional.

1.   Produk Nasional Neto, juga disebut NNP (Net National Product), adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal. Penggantian adalah penggantian barang modal atau penyusutan untuk peralatan produksi yang digunakan dalam proses produksi. Penggantian biasanya dihitung dengan taksiran, sehingga mungkin kurang tepat dan dapat menyebabkan kesalahan yang relatif kecil.

Rumus:

NNP = GNP – Penyusutan

2.   Pendapatan Nasional Neto, atau NNI (Net National Income), adalah pendapatan yang dihitung dengan menghitung jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Sebagian besar NNI dapat diperoleh dengan mengurangi pajak tidak langsung; pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dan lain-lain.

Rumus NNI = NNP - pajak tidak langsung.

d.   Pendapatan Nasional Harga Berlaku dan Harga Tetap

Pendapatan Nasional Harga Berlaku adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun dan dinilai berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tersebut. Pendapatan Nasional Harga Tetap adalah jumlah barang dan jasa yang berlaku pada tahun tertentu, yang digunakan sebagai patokan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun berikutnya.

e.    Pendapatan Nasional Harga Pasar dan Harga Faktor

Dalam ekonomi, ada dua cara untuk menilai barang dan jasa: harga pasar dan harga faktor. Jika harga yang dibayar oleh pembeli digunakan untuk menentukan nilai barang, maka barang tersebut dianggap dinilai menurut harga pasar. Hubungan antara harga pasar dan harga faktor dapat digambarkan dengan persamaan berikut:

Harga pasar = Harga faktor + Pajak langsung – Subsidi

Baik pendapatan bruto maupun netto negara Nilai penyusutan ada pada harga pasar setiap barang. Industri akan menggunakan barang modal yang nilainya akan menyusut seiring dengan biaya produksi. Akibatnya, nilai depresiasi barang modal dimasukkan ke dalam harga penjualan barang tersebut. Dengan kata lain, nilai penyusutan barang modal yang berkontribusi pada pendapatan nasional dimasukkan ke dalam pendapatan nasional pada harga pasar. Untuk menghasilkan Produk Nasional Netto, depresiasi harus dikurangi dari pendapatan, yang merupakan bagian dari produk nasional bruto.

·     Penghitungan Pendapatan Nasional Dengan Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)

Total pengeluaran tahunan seluruh rumah tangga ekonomi (RTK, RTP, RTG, dan RT Luar Negeri) suatu negara.

Rumus:

Y = C + I + G (X – M)

·     Penghitungan Pendapatan Nasional Dengan Pendekatan Produksi (Production Approach)

Total nilai barang dan jasa yang dibuat oleh seluruh sektor ekonomi masyarakat selama periode waktu tertentu.

Rumus:

Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Qn x Pn)....]

·     Penghitungan Pendapatan Nasional Dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Hasil dari total pendapatan (rent, wage, interest, and profit) yang diterima oleh pemilik faktor produksi dalam suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

Rumus:

Y = r + w + i + p

·     Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposebel

a.    Pendapatan Pribadi

Jumlah total yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, asuransi, iuran jaminan sosial, pajak perseorangan, dan transfer pembayaran.

Rumus:

PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial + Pajak perseorangan)

b.   Pendapatan Disposebel

Pendapatan yang diterima oleh masyarakat dan tersedia untuk dihabiskan atau disimpan.

Rumus:

DI = PI – Pajak langsung

·     Lima Konsep Pendapatan Dipandang Secara Makro

a)   Produk Nasional Bruto (GNP)

Produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun, yang dinilai menurut harga pasar. GNP terdiri dari tiga bagian:

1)   Barang dan jasa yang dikonsumsi (C).

2)   Barang investasi (I).

3)   Konsumsi dari kedua jenis diatas, yang dihasilkan untuk membeli barang pihak swasta (I).

b)   Produk Nasional Netto (NNP)

Nilai barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu, setelah dikurangi penyusutan yang disebabkan oleh penggunaan barang modal.

c)   Pendapatan Nasional (NI)

Produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian menghasilkan pendapatan kumulatif dari tenaga kerja dan hak milik.

d)   Pendapatan Individu Bruto Pendapatan Individu

Upah dan gaji, yang terdiri dari pendapatan hak milik, merupakan komponen Pendapatan Pribadi (PPN).

e)   Pendapatan yang tidak dapat dikonsumsi adalah pendapatan yang dapat dikonsumsi.

Pendapatan tidak mungkin (Yd) adalah sisa pendapatan individu setelah dikurangi pajak pendapatan individu dan ditambah dengan transfer, atau pendapatan masyarakat yang siap dibawa pulang yang akan digunakan untuk pengeluaran dan konsumsi.

·     Transaksi-transaksi yang Tidak Termasuk dalam Penghitungan Pendapatan Nasional

-      Pembayaran yang berupa transfer saja (transfer pembayaran seperti pensiunan, subsidi, lotere, hasiah warisan, dll).

-      Modal untung dan rugi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana nilai barang modal meningkat dan menurun sebagai akibat dari inflasi.

-      Aktivitas yang melanggar hukum, seperti penyelundupan barang dagangan, dan aktivitas yang melanggar hukum lainnya.

 

Aswan, N., Fadhillah, Y., & Harahap, A. M. (2023). Analisis Regresi Pada Pengaruh PDRB Menurut Lapangan UsahaTerhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Tapanuli Selatan. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 122–130. Retrieved from https://doi.org/10.47861/tuturan.v1i3.402.

Arini, P. R., & Kusuma, M. W. (2019). Pengaruh Belanja Modal Dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Investasi Swasta Di Indonesia Dengan Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana, 5(1), 28. https://doi: 10.26486/jramb.v5i1.611.

PEREKONOMIAN 2 SEKTOR, 3 SEKTOR DAN 4 SEKTOR - https://uai.ac.id/perekonomian-2-sektor-3-sektor-dan-4-sektor/. 

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...