Langsung ke konten utama

X. PENGANTAR EKONOMI MAKRO

 PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Hubungan Antara Variabel Ekonomi Makro

Ada 2 macam hubungan antara variabel ekonomi makro:

1.   Hubungan Sebab Akibat (Kausalitas)

-      Variabel dependen berubah ketika variabel independen berubah.

-      Dalam matematika, biasanya ditulis dalam bentuk persamaan perilaku.

Contoh:

C = f (Y), (dibaca konsumsi fungsi dari pendapatan)

Dalam bentuk empiris : C = a + cY

dimana:

C = Konsumsi masyarakat

Y = Pendapatan Nasional

a = Konstanta, sbg. Standart of living

c = hasrat berkonsumsi (MPC) yang besarnya (0 < c < 1)


2.   Hubungan Fungsional

-      Variabel lain dipengaruhi oleh perubahan satu variabel.

-      Dalam bentuk matematik, dinyatakan dalam persamaan identitas (identic equation).

Contoh:

C + I = Y C + I = Y

Y – C = S Y – C = S

dimana:

C = Konsumsi masyarakat

I = Investasi

Y = Pendapatan nasional

S = Saving/tabungan

§  Jika Y bertambah dan C tetap, maka S secara otomatis akan bertambah sebesar pertambahan Y.

§  Jika C tetap, Y akan meningkat sebesar peningkatan I.

·     Masalah dan Tujuan Kebijakan Ekonomi Makro

a.    Masalah-masalah dalam Ekonomi Makro

-      Pengendalian umum perekonomian adalah inti dari masalah ekonomi makro.

-      Secara garis besar, masalah ini terdiri dari dua masalah utama:

1)   Masalah jangka pendek yang disebut stabilisasi adalah bagaimana menjaga perekonomian nasional agar terhindar oleh tiga penyakit ekonomi makro: inflasi, pengangguran, dan ketimpangan neraca pembayaran.

2)   Masalah jangka panjang, atau pertumbuhan, adalah bagaimana mengontrol pertumbuhan ekonomi dan penduduk, ketersediaan dana investasi, dan peningkatan kapasitas produksi. Ini adalah cara utama untuk menghindari ketiga penyakit ekonomi makro.

b.   Inflasi (Inflation)

Proses kenaikan harga dalam suatu perekonomian dikenal sebagai inflasi.

Dua komponen utama dapat menyebabkan kenaikan harga ini:

1)   Tingkat pengeluaran total yang melebihi kemampuan bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa.

2)   Pekerja di berbagai industri menuntut kenaikan gaji.

c.    Pengangguran (Unemployment)

Pengangguran adalah perbedaan antara angkatan kerja dan tenaga kerja yang sebenarnya. Seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi tidak dapat melakukannya.

d.   Neraca Pembayaran yang Timpang

Adanya perbedaan antara pembayaran untuk impor dan ekspor di neraca pembayaran disebut timpang. Jika impor terlalu besar, maka devisa akan semakin berkurang, nilai tukar mata uang lokal akan jatuh, banyak industri dalam negeri yang bergantung pada impor akan mati, dan sebagainya. Sebaliknya, jika ekspor terlalu besar, maka nilai tukar mata uang lokal akan semakin menguat terhadap valuta asing, yang pada gilirannya akan menyebabkan impor meningkat, yang pada gilirannya akan menyebabkan industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku lokal.

e.    Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi

Jika pertumbuhan penduduk yang cepat diikuti oleh peningkatan tingkat produktivitas akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Namun, jika pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan pengelolaan sumber daya alam yang baik, pengendalian inflasi, dan penciptaan lapangan kerja yang memadai, pertumbuhan ini akan menimbulkan beban bagi ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah harus menerapkan program kependudukan untuk mengontrol jumlah kelahiran sesuai dengan kekuatan ekonomi.

f.    Peningkatan Kapasitas Produksi

Peningkatan kapasitas produksi berarti bahwa suatu negara memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang dimilikinya. Lapangan kerja, pendapatan nasional, dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kapasitas produksi. Namun, ada masalah lain: bagaimana mengatasi kelebihan produksi yang digunakan oleh pelanggan domestik. Meningkatkan ekspor ke negara lain dan investasi dalam negeri akan membantu menyerap kelebihan produksi, tetapi itu akan menyebabkan penumpukkan persediaan, penurunan harga, dan penurunan laba.

·     Tujuan Pembangunan Ekonomi Makro

a.    Tingkatkan peluang pekerjaan.

b.   Kapasitas produksi nasional yang tinggi.

c.    Tingginya tingkat pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

d.   Situasi ekonomi yang stabil.

e.    Neraca pembayaran internasional yang seimbang.

f.    Distribusi pendapatan merata.

 

Umi, Erni Hasanah. 2013. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Jakarta: CAPS.

ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL - https://id.scribd.com/presentation/491115284/62014594-Pengantar-Ekonomi-Makro-ppt.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...