PENGANTAR EKONOMI MAKRO
· Hubungan
Antara Variabel Ekonomi Makro
Ada 2 macam hubungan antara variabel ekonomi makro:
1. Hubungan
Sebab Akibat (Kausalitas)
- Variabel
dependen berubah ketika variabel independen berubah.
- Dalam
matematika, biasanya ditulis dalam bentuk persamaan perilaku.
Contoh:
C = f (Y), ➝
(dibaca konsumsi fungsi dari pendapatan)
Dalam bentuk empiris : C = a + cY
dimana:
C = Konsumsi masyarakat
Y = Pendapatan Nasional
a = Konstanta, sbg. Standart of living
c = hasrat berkonsumsi (MPC) yang besarnya (0 < c < 1)
2. Hubungan
Fungsional
- Variabel
lain dipengaruhi oleh perubahan satu variabel.
- Dalam
bentuk matematik, dinyatakan dalam persamaan identitas (identic equation).
Contoh:
C + I = Y ➝ C + I
= Y
Y – C = S ➝ Y – C
= S
dimana:
C = Konsumsi masyarakat
I = Investasi
Y = Pendapatan nasional
S = Saving/tabungan
§ Jika Y
bertambah dan C tetap, maka S secara otomatis akan bertambah sebesar
pertambahan Y.
§ Jika C
tetap, Y akan meningkat sebesar peningkatan I.
· Masalah
dan Tujuan Kebijakan Ekonomi Makro
a. Masalah-masalah
dalam Ekonomi Makro
- Pengendalian
umum perekonomian adalah inti dari masalah ekonomi makro.
- Secara
garis besar, masalah ini terdiri dari dua masalah utama:
1) Masalah
jangka pendek yang disebut stabilisasi adalah bagaimana menjaga perekonomian
nasional agar terhindar oleh tiga penyakit ekonomi makro: inflasi,
pengangguran, dan ketimpangan neraca pembayaran.
2) Masalah
jangka panjang, atau pertumbuhan, adalah bagaimana mengontrol pertumbuhan
ekonomi dan penduduk, ketersediaan dana investasi, dan peningkatan kapasitas
produksi. Ini adalah cara utama untuk menghindari ketiga penyakit ekonomi
makro.
b. Inflasi
(Inflation)
Proses kenaikan harga dalam suatu perekonomian dikenal
sebagai inflasi.
Dua komponen utama dapat menyebabkan kenaikan harga ini:
1) Tingkat
pengeluaran total yang melebihi kemampuan bisnis untuk menghasilkan produk dan
jasa.
2) Pekerja
di berbagai industri menuntut kenaikan gaji.
c. Pengangguran
(Unemployment)
Pengangguran adalah perbedaan
antara angkatan kerja dan tenaga kerja yang sebenarnya. Seseorang yang
tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi tidak dapat
melakukannya.
d. Neraca
Pembayaran yang Timpang
Adanya perbedaan antara
pembayaran untuk impor dan ekspor di neraca pembayaran disebut timpang. Jika
impor terlalu besar, maka devisa akan semakin berkurang, nilai tukar mata uang
lokal akan jatuh, banyak industri dalam negeri yang bergantung pada impor akan
mati, dan sebagainya. Sebaliknya, jika ekspor terlalu besar, maka nilai tukar
mata uang lokal akan semakin menguat terhadap valuta asing, yang pada
gilirannya akan menyebabkan impor meningkat, yang pada gilirannya akan
menyebabkan industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku lokal.
e. Pertumbuhan
Penduduk yang Tinggi
Jika pertumbuhan penduduk yang
cepat diikuti oleh peningkatan tingkat produktivitas akan menghasilkan
pertumbuhan ekonomi yang cepat. Namun, jika pertumbuhan ini tidak diimbangi
dengan pengelolaan sumber daya alam yang baik, pengendalian inflasi, dan
penciptaan lapangan kerja yang memadai, pertumbuhan ini akan menimbulkan beban
bagi ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah harus menerapkan program kependudukan
untuk mengontrol jumlah kelahiran sesuai dengan kekuatan ekonomi.
f. Peningkatan
Kapasitas Produksi
Peningkatan kapasitas produksi
berarti bahwa suatu negara memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang atau
jasa dengan menggunakan sumber daya yang dimilikinya. Lapangan kerja,
pendapatan nasional, dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan meningkatkan
kapasitas produksi. Namun, ada masalah lain: bagaimana mengatasi kelebihan
produksi yang digunakan oleh pelanggan domestik. Meningkatkan ekspor ke negara
lain dan investasi dalam negeri akan membantu menyerap kelebihan produksi,
tetapi itu akan menyebabkan penumpukkan persediaan, penurunan harga, dan
penurunan laba.
· Tujuan
Pembangunan Ekonomi Makro
a. Tingkatkan
peluang pekerjaan.
b. Kapasitas
produksi nasional yang tinggi.
c. Tingginya
tingkat pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
d. Situasi
ekonomi yang stabil.
e. Neraca
pembayaran internasional yang seimbang.
f. Distribusi
pendapatan merata.
Umi, Erni Hasanah. 2013. Pengantar
Ilmu Ekonomi Makro. Jakarta: CAPS.
.jpeg)