Langsung ke konten utama

BAB XV. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Beberapa Konsep Mengenai Pertumbuhan Ekonomi

a.      Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Peningkatan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu disebut pertumbuhan ekonomi. Namun, peningkatan kesejahteraan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan mutu hidup adalah bagian dari pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan indikator seperti Produk Domestik Bruto (PDB), yang menunjukkan nilai total barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara. Di sisi lain, pembangunan ekonomi melibatkan distribusi pendapatan, pendidikan, dan kesehatan.

Agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi dapat seimbang, manfaatnya harus didistribusikan secara merata ke seluruh masyarakat, meningkatkan kualitas hidup.

b.     Pendapatan Per Kapita Sebagai Pengukur Kemakmuran

Salah satu indikator yang paling umum digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara atau wilayah adalah pendapatan per kapita, yang merupakan rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam populasi suatu wilayah selama periode waktu tertentu.

Penggunaan pendapatan per kapita sebagai pengukur kemakmuran memberikan gambaran tentang sejauh mana pendapatan ekonomi dibagi secara merata di antara penduduk. Meskipun pendapatan per kapita dapat memberikan gambaran umum tentang tingkat kemakmuran, penting untuk diingat bahwa itu hanya satu faktor. Ketika mengevaluasi tingkat kesejahteraan masyarakat, elemen seperti distribusi pendapatan, kualitas hidup, dan akses ke layanan dasar juga harus dipertimbangkan.

 

·     Perbandingan Kemakmuran Berbagai Negara

a.      Pendapatan per Kapita Beberapa Golongan Negara

Menurut pendapatan per kapita, negara dapat dimasukkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat kemakmuran relatif mereka. Secara umum, lembaga internasional seperti World Bank sering menggunakan kategori berikut:

1)     Negara Berkembang Rendah (Low-Income Countries/LICs): Di negara-negara dengan pendapatan per kapita yang rendah, pembangunan ekonomi dan sosial seringkali mengalami kendala yang signifikan.

2)     Negara Berkembang Menengah (Lower-Middle-Income Countries/LMICs): Negara-negara dengan pendapatan per kapita sedang termasuk dalam kategori rendah hingga menengah.

3)     Negara Berkembang Tinggi (Upper-Middle-Income Countries/UMICs): Seringkali, negara-negara dengan pendapatan per kapita yang lebih tinggi memiliki tingkat pembangunan ekonomi yang lebih tinggi daripada negara-negara berpenghasilan menengah.

4)     Negara Maju (High-Income Countries/HICs): Tingkat pembangunan ekonomi dan sosial yang tinggi biasanya ditemukan di negara-negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi.

 

Ingatlah bahwa pembagian ini umum dan dapat berubah seiring waktu. Tingkat kemakmuran sebuah negara juga dipengaruhi oleh distribusi pendapatan, akses ke pendidikan dan layanan kesehatan, dan kualitas hidup umum.

 

b.     Pendapatan per Kapita Beberapa Negara

Tingkat pendapatan per kapita suatu negara dapat dilihat di database ekonomi global dan dapat berubah dari tahun ke tahun. Pendapatan per kapita untuk beberapa negara pada tahun 2022 dalam dolar AS adalah sebagai berikut:

1)     Luxembourg: $115,700 (Pendapatan per Kapita Tertinggi)

2)     Switzerland: $83,832

3)     United States: $68,309

4)     Japan: $42,860

5)     China: $10,204

6)     India: $2,231 (Pendapatan per Kapita Terendah)

 

Angka-angka ini menunjukkan perbedaan tingkat pendapatan antara negara maju dan berkembang. Harap diingat bahwa data ini dapat berubah, dan untuk mendapatkan angka yang paling akurat, Anda harus memverifikasinya dengan sumber terbaru atau lembaga keuangan internasional.

 

c.      Pendapatan per Kapita dan Purchasing Power Parity

Pendapatan per kapita dan Purchasing Power Parity (PPP) adalah dua konsep terkait dalam ekonomi.

1)     Pendapatan Per Kapita: Ini adalah ukuran dari pendapatan rata-rata yang diterima oleh setiap orang dalam suatu negara atau populasi. Pendapatan per kapita dihitung dengan membagi total pendapatan nasional atau regional dengan jumlah orang yang tinggal di sana. Ini menunjukkan tingkat kemakmuran relatif suatu wilayah.

2)     Purchasing Power Parity (PPP): PPP dapat memberikan gambaran yang lebih realistis tentang perbandingan ekonomi antar negara daripada hanya menggunakan nilai tukar mata uang pasar. PPP digunakan untuk membandingkan daya beli mata uang antara dua negara dengan memperhitungkan perbedaan harga barang dan layanan di masing-masing negara untuk menciptakan perbandingan yang lebih akurat tentang nilai tukar sebenarnya antar mata uang.

 

Ketika kita membandingkan pendapatan per kapita dengan memperhitungkan barang dan jasa lokal (PPP), kita dapat mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang daya beli pendapatan tersebut di berbagai negara. Sebagai contoh, meskipun pendapatan per kapita di suatu negara mungkin lebih rendah, daya beli masyarakat di negara tersebut mungkin lebih tinggi karena harga barang dan jasa lokal lebih rendah.

 

·     Faktor-faktor yang Menentukan Pertumbuhan Ekonomi

a.      Tanah dan Kekayaan Alam Lainnya

Faktor Produktif: Karena ketersediaan tanah dan kekayaan alam lainnya, seperti minyak dan mineral, dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ekonomi tertentu dapat berkembang jika sumber daya ini dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

b.     Jumlah dan Mutu dari Penduduk dan Tenaga Kerja

Dividen Demografi: Jika ada keseimbangan antara jumlah orang yang bekerja dan yang bergantung, populasi yang besar dapat menjadi keuntungan demografi. Kualitas tenaga kerja, termasuk keterampilan dan pendidikan, sangat penting karena memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas.

c.      Barang-barang Modal dan Tingkat Teknologi

Investasi dalam Modal Fisik: Ketika infrastruktur dan barang modal seperti pabrik dan peralatan tersedia, pertumbuhan ekonomi dapat terjadi. Investasi dalam teknologi baru juga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

d.     Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat

-        Kebijakan dan Institusi: Kebijakan pemerintah dan institusi, serta kebijakan yang mendukung investasi, stabilitas ekonomi, dan keadilan distribusi, dapat memengaruhi pertumbuhan.

-        Sikap Masyarakat terhadap Inovasi: Tingkat penerimaan dan adopsi perubahan oleh masyarakat juga berpengaruh. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, masyarakat yang terbuka terhadap kemajuan teknologi dan bersemangat untuk berwirausaha dapat membantu.

 

·     Teori-teori Pertumbuhan Ekonomi

a.      Teori Pertumbuhan Klasik

Teori klasik menekankan pentingnya tabungan dan investasi dalam meningkatkan produksi dan pendapatan, sementara teori ini berfokus pada akumulasi modal sebagai pendorong pertumbuhan.

b.     Teori Schumpeter

Joseph Schumpeter menekankan bahwa gelombang pertumbuhan ekonomi dapat dihasilkan oleh inovasi dan terobosan teknologi.

c.      Teori Harrod-Domar

Menurut Harrod-Domar, teori ini mengaitkan investasi dengan pertumbuhan ekonomi; peningkatan investasi dapat menghasilkan efek multiplikator, yang meningkatkan pendapatan dan output.

d.     Teori Pertumbuhan Neo-Klasik

Teori ini memperbarui gagasan klasik dengan memasukkan elemen seperti manusia, modal manusia, dan teknologi ke dalam analisis pertumbuhan ekonomi, mengutamakan efisiensi pasar dan kebebasan ekonomi.

e.      Formula Penghitungan Pendapatan Rill (PDB Rill) dan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth)

Pendapatan Rill (PDB Riil): PDB Riil dihitung dengan mengurangkan deflator harga (indeks harga) dari PDB nominal.

Formula: PDB Riil = PDB Nominal/Deflator Harga

Tingkat Pertumbuhan Ekonomi: Tingkat pertumbuhan ekonomi dihitung dengan mengukur perubahan persentase dalam PDB Riil dari satu periode ke periode lain.

Formula: Tingkat Pertumbuhan = (PDB Riil Tahun Ke n – PDB Rill Tahun Ke(n-1))/PDB Riil Tahun Ke (n-1)

 

·     Masalah Pembangunan di Negara Berkembang

a.      Pertanian Tradisional

Tantangan: Produksi dapat terhambat oleh praktik pertanian konvensional di beberapa negara berkembang. Pertumbuhan sektor pertanian dapat dibatasi oleh kurangnya teknologi modern dan praktik tradisional yang tidak efisien.

b.     Kekurangan Dana Modal dan Berpendidikan

Tantangan: Pembangunan ekonomi dapat terhambat oleh kurangnya dana modal dan tingkat pendidikan yang rendah. Hal ini dapat membatasi kemampuan individu untuk berinvestasi dalam usaha produktif dan mengadopsi inovasi.

c.      Perkembangan Penduduk Pesat

Tantangan: Pertumbuhan penduduk yang cepat menimbulkan tekanan pada sumber daya alam, layanan kesehatan, dan pendidikan. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali juga dapat menyebabkan kemiskinan dan ketidaksetaraan jika tidak dikelola dengan baik.

d.     Masalah Institusi, Sosial, Kebudayaan, dan Politik

Tantangan:

1)     Institusi Lemah: Institusi yang lemah atau korup dapat menghentikan kemajuan ekonomi. Pembangunan bergantung pada keadilan hukum, perlindungan hak milik, dan tata kelola yang baik.

2)     Ketidaksetaraan Sosial dan Ekonomi: Ketidaksetaraan ekonomi dan sosial dapat menghambat kemajuan. Ketidaksetaraan dalam pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi dapat menjadi masalah besar.

3)     Ketergantungan pada Tradisi: Karena ketergantungan mereka pada tradisi yang kuat, beberapa masyarakat mungkin kesulitan mengadopsi perubahan dan inovasi.

 

·     Kebijakan Mempercepat Pembangunan

a.      Kebijakan Deversifikasi Kegiatan Ekonomi

Diversifikasi ekonomi meningkatkan ketahanan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu. Ini dapat mencakup pembentukan industri baru dan pendorong pertumbuhan.

b.     Membangun Infrastruktur

Infrastuktur yang kuat, seperti jaringan energi dan transportasi, mendukung pertumbuhan ekonomi dan dapat meningkatkan konektivitas dan efisiensi.

c.      Meningkatkan Tabungan dan Investasi

Insentif untuk meningkatkan investasi dan tabungan dapat memberikan sumber daya keuangan yang diperlukan untuk membangun proyek strategis dan sektor-sektor penting.

d.     Meningkatkan Taraf Pendidikan Masyarakat

Investasi dalam pendidikan menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil dan adaptif, selain meningkatkan produktivitas.

e.      Membangun Institusi yang Mendorong Pembangunan

Bisnis yang stabil dan dapat diandalkan didukung oleh institusi yang efisien dan transparan. Penguatan lembaga-lembaga ini berkontribusi pada pembentukan kebijakan yang mendukung kemajuan dalam jangka panjang.

f.      Merumuskan dan Melaksanakan Perencanaan Ekonomi

      Untuk mencapai tujuan pembangunan jangka panjang, diperlukan perencanaan ekonomi yang matang dan pelaksanaan kebijakan yang konsisten. Identifikasi prioritas dan alokasi sumber daya yang efektif adalah bagian dari ini.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...