Langsung ke konten utama

BAB XIII. TEORI KONSUMSI, TEORI INVESTASI, KESEIMBANGAN PASAR BARANG, DAN KESEIMBANGAN PASAR UANG

 TEORI KONSUMSI, TEORI INVESTASI, KESEIMBANGAN PASAR BARANG, DAN KESEIMBANGAN PASAR UANG

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Teori Konsumsi

Teori konsumsi merupakan suatu kerangka konsep yang digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam menghabiskan atau menggunakan pendapatan mereka.

a.      Teori Konsumsi dengan Pendekatan Hipotesis Pendapatan Absolut (Absolute Income Hipothesis)

Tingkat konsumsi seseorang tergantung pada jumlah pendapatan absolut mereka, menurut teori konsumsi dengan pendekatan hipotesis pendapatan absolut. Dalam pendekatan ini, pelanggan dianggap menghabiskan sebagian tetap dari pendapatan mereka tanpa memperhatikan perubahan harga atau faktor lain. Dengan kata lain, asumsi dasar teori ini adalah bahwa tingkat konsumsi seseorang bergantung pada jumlah pendapatan total mereka.

Rumus : C = a + bY

dimana:

C = Tingkat Konsumsi

Y = Pendapatan

a = Tingkat konsumsi otonom (konsumsi minimum bahkan jika pendapatan nol).

b = Margin propensi untuk konsumsi (proporsi tambahan pendapatan yang dikonsumsi).

 

b.     Teori Konsumsi dengan Hipotesis Siklus Hidup (Life Cycle Hypothesis)

Teori konsumsi dengan hipotesis siklus hidup, yang diciptakan oleh ekonom Franco Modigliani, menekankan bahwa konsumsi seseorang dipengaruhi oleh siklus hidup mereka, bukan hanya pendapatan saat ini. Teori ini menyatakan bahwa orang cenderung mengonsumsi dengan mempertimbangkan total pendapatan yang diharapkan sepanjang hidup mereka, bukan hanya pendapatan saat ini. Dua ide utama muncul dalam teori siklus hidup:

1)     Konsumsi Relatif terhadap Pendapatan Hidup: Teori ini mengatakan bahwa orang cenderung memiliki tingkat konsumsi yang relatif konstan sepanjang siklus hidup mereka. Akibatnya, orang mungkin menghabiskan lebih banyak uang saat mereka lebih muda dan menghabiskan lebih sedikit uang saat mereka lebih tua.

2)     Pembiayaan Konsumsi: Diharapkan individu merencanakan pengeluaran mereka sepanjang hidup mereka, dan mereka mungkin menggunakan tabungan atau pinjaman untuk menyesuaikan pengeluaran mereka dengan perubahan pendapatan selama siklus hidup mereka.

 

Dengan melihat perspektif ini, teori ini membantu menjelaskan mengapa orang cenderung menyimpan dan berinvestasi ketika mereka masih muda (dengan harapan pendapatan mereka akan meningkat di masa depan) dan menghabiskan lebih banyak ketika mereka lebih tua, yang berarti mereka cenderung mengalami penurunan pendapatan.

Penting untuk diingat bahwa, meskipun teori ini memberikan dasar yang kuat, pengamatan empiris menunjukkan bahwa faktor lain, seperti kebijakan fiskal, ketersediaan kredit, dan preferensi individu, juga memengaruhi perilaku konsumsi.

 

Rumus : C = a + b(Y – P)

dimana P adalah pengeluaran yang diharapkan selama sisa hidup.

 

c.      Teori Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Relatif (Relative Income Hypothesis)

James Duesenberry, seorang ekonom, menciptakan teori konsumsi dengan hipotesis pendapatan relatif, yang menekankan bagaimana pendapatan perbandingan atau relatif memengaruhi tingkat konsumsi seseorang.

Teori ini mengatakan bahwa konsumen cenderung mempertimbangkan pendapatan mereka dengan pendapatan orang lain di masyarakat. Sejauh mana pendapatan seseorang dibandingkan dengan pendapatan rata-rata atau pendapatan kelompok tertentu memengaruhi tingkat konsumsi mereka. Dengan kata lain, orang cenderung memperhatikan posisi relatif mereka dalam hierarki sosial dan mempertahankan atau meningkatkan tingkat konsumsi mereka untuk mempertahankan atau meningkatkan status sosial mereka.

Hipotesis pendapatan relatif menggambarkan gagasan bahwa efek demonstrasi atau konsumsi bersaing dapat mendorong orang untuk meniru atau bahkan melampaui tingkat konsumsi orang lain. Akibatnya, pola konsumsi masyarakat dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam distribusi pendapatan atau ketidaksetaraan.

Penting untuk dicatat bahwa teori ini menunjukkan bahwa bukan hanya pendapatan absolut seseorang yang penting tetapi juga perbandingan relatifnya dalam konteks sosialnya.

 

Rumus : C = a + b(Y – Yc)

dimana Yc adalah pendapatan rata-rata di masyarakat, dan b adalah margin propensi untuk konsumsi relatif.

 

d.     Teori Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Permanen (Permanent Income Hypothesis)

Menurut teori ekonom Milton Friedman, teori konsumsi dipengaruhi oleh hipotesis pendapatan permanen pendapatan yang diharapkan dalam jangka panjang dan pendapatan saat ini.

Jika perubahan dalam pendapatan dianggap permanen, maka fluktuasi sementara dalam pendapatan tidak akan berdampak signifikan pada tingkat konsumsi. Ini karena, menurut hipotesis pendapatan permanen, pelanggan cenderung menghabiskan jumlah tertentu dari pendapatan yang diharapkan mereka dapatkan dalam jangka panjang, bukan hanya pendapatan saat ini.

Dalam situasi seperti ini, orang dapat menanggapi perubahan pendapatan dengan mengubah tingkat konsumsinya sesuai dengan apa yang mereka pikirkan akan terjadi dalam jangka panjang. Pendapatan dari aset atau investasi juga dapat termasuk dalam pendapatan permanen, yang memberikan pandangan lebih luas tentang sumber daya yang dapat digunakan untuk konsumsi. Akibatnya, teori ini menekankan bahwa tingkat konsumsi lebih stabil daripada pendapatan saat ini menunjukkan, dan bahwa perubahan konsumsi lebih terkait dengan perubahan permanen dalam pendapatan.

 

Rumus: C = a + bYp

dimana Yp adalah pendapatan permanen atau pendapatan yang diharapkan dalam jangka panjang.

 

·     Teori Investasi

a.      Jenis Investasi

1)     Investasi tetap perusahaan (bussiness fixed investment)

Investasi pada aset fisik seperti mesin, tanah, bangunan, instalasi, kendaraan, atau teknologi disebut investasi tetap.

2)     Investasi untuk perumahan (residental contruction)

Investasi pada properti perumahan, atau aset fisik, disebut investasi tetap perumahan.

3)     Investasi perubahan bersih persediaan perusahaan (net change in bussiness inventory)

Investasi perubahan bersih inventaris perusahaan adalah istilah yang mengacu pada perubahan jumlah inventaris perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya.

 

b.     Pendekatan Nilai Sekarang (Rute of Return)

Dalam analisis keuangan dan ekonomi, pendekatan nilai sekarang menilai manfaat atau aliran kas di masa depan dari nilai saat ini dengan asumsi bahwa nilai uang berkurang seiring waktu. Akibatnya, aliran kas atau manfaat di masa depan dinilai dengan lebih rendah daripada jika diterima saat ini.

Rumus :

dimana :

PV = Nilai sekarang (Present Value)

FV = Nilai di masa depan.

r = Tingkat diskonto atau tingkat suku bunga.

n = Jumlah periode waktu.

Penilaian investasi, kebijakan keuangan, dan pengambilan keputusan manajemen adalah beberapa tempat pendekatan nilai sekarang digunakan. Ini memungkinkan perbandingan dan evaluasi yang adil antara keuntungan atau biaya yang terjadi pada waktu yang berbeda dengan mempertimbangkan nilai waktu dari uang.

c.      Marginal Effeciency of Investment (MEI)

John Maynard Keynes menciptakan ide makroekonomi yang disebut Marginal Efficiency of Investment (MEI). Ini menunjukkan tingkat pengembalian yang diharapkan dari unit investasi modal tambahan. Dengan kata lain, MEI menunjukkan peningkatan pendapatan atau output yang diharapkan yang dihasilkan dari peningkatan marginal investasi.

MEI memainkan peran penting dalam ekonomi Keynesian dan merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat investasi ekonomi. Keynes berpendapat bahwa tingkat investasi perusahaan didasarkan pada perbandingan antara MEI dan suku bunga. Jika MEI lebih besar dari suku bunga, perusahaan lebih cenderung menemukan menguntungkan untuk berinvestasi lebih banyak.

Hubungan tersebut dapat dinyatakan sebagai:

MEI = Pengembalian masa depan yang diharapkan dari investasi / Biaya Investasi

Keynes berpendapat bahwa banyak hal dapat mempengaruhi MEI, seperti harapan bisnis, kemajuan teknologi, dan perubahan dalam permintaan konsumen. Dia juga memperkenalkan ide pengusaha "roh hewan", menyarankan bahwa perasaan dan kepercayaan memengaruhi keputusan investasi.

Secara singkat, ukuran yang digunakan untuk menilai profitabilitas yang diharapkan dari investasi tambahan disebut efisiensi marginal investasi. Ini sangat penting untuk memahami dinamika investasi dalam perekonomian.

d.     Faktor-faktor yang mempengaruhi MEI

1)     Jumlah inisiatif investasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat.

2)     Population growth, Jumlah penduduk yang lebih besar akan meningkatkan permintaan untuk barang dan jasa, yang pada gilirannya akan menyebabkan kenaikan harga, yang pada gilirannya akan menyebabkan kenaikan rata-rata pendapatan tahunan (MEI).

3)     Teknologi Penemuan dan Inovasi yang mengurangi biaya produksi.

4)     Capital Comulation, makin banyak akumulasi modal akan semakin rendah dan tingkat MEI kepercayaan terhadap situasi perdagangan di masa depan (state of business confidence).

5)     Struktur pajak, yang memberatkan produsen akan berakibat merendahkan tingkat MEI.

e.      Pelaksana-pelaksana Investasi

-        Pemerintah

Economic Overhead Capital adalah aktivitas investasi yang memberikan manfaat umum, seperti pelabuhan, bendungan, dan jalan raya. Namun, modal sosial berupa fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk naungan dan pemukiman, seperti sekolah dan rumah sakit.

Public Investment bersifat otonom karena:

Modal autonomi biasanya mahal, jadi pihak swasta tidak dapat memikulnya.

Produksi dan keuntungan yang tidak langsung biasanya dihasilkan dari investasi autonomi.

-        Swasta

Investasi yang dilakukan oleh swasta dan ditunjukkan untuk menghasilkan keuntungan dan didorong oleh peningkatan pendapatan.

f.      Kapasitas Produksi Nasional, COR dan ICOR

1)     Kapasitas Produksi Nasional

Investasi meningkatkan pengeluaran masyarakat, yang kemudian akan diperkuat oleh efek multiplier, yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan nasional. Ini adalah peran investasi terhadap kapasitas produksi nasional.

2)     Masalah COR dan ICOR

Untuk meningkatkan pendapatan, investasi ditambahkan ke masyarakat.

Hal ini dipengaruhi oleh rasio capital output (COR). COR adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara jumlah investasi (modal, capital, dan stok nasional) dengan jumlah hasil produksi nasional. Dalam beberapa kasus, COR ini juga disebut sebagai investment rasio.

Formulasi dengan besarnya COR adalah

COR = KQ

Keterangan:

K = jumlah investasi yang diperlukan

Q = besarnya hasil produksi nasional yang ingin dicapai dengan investasi.

Pertambahan investasi dengan tambahan pendapatan, maka nilai ICOR (Incremental Capital Output Rasio)

ICOR

R = K/Q

·     Keseimbangan Pasar Barang (Analisis IS)

a.      Menurunkan Kurva dan Grafik Fungsi IS

Kurva Investasi dan Penyimpanan (IS) dan grafik fungsi IS sangat penting untuk analisis ekonomi makro, terutama dalam model Keynesian. Kurva IS menunjukkan hubungan antara tingkat pendapatan nasional dan tingkat bunga di setiap perekonomian.

Untuk mengurangi kurva IS, berikut adalah tindakan umum yang dapat diambil:

1)     Hubungan antara Investasi (I) dan Pendapatan Nasional (Y):

a)     Tingkat investasi biasanya berkorelasi positif dengan pendapatan nasional. Menurut model Keynesian, peningkatan pendapatan nasional cenderung mendorong investasi.

b)     I = a – (b x r) adalah persamaan yang dapat digunakan, di mana an adalah tingkat investasi otonom, b adalah margin propensi investasi, dan r adalah tingkat bunga.

2)     Hubungan antara Tabungan (S) dan Pendapatan Nasional (Y):

Tabungan juga berhubungan dengan pendapatan nasional. Dalam model sederhana, tabungan dapat dihitung sebagai S = Y – C, di mana C adalah tingkat konsumsi yang bergantung pada pendapatan.

3)     Grafik Fungsi IS:

a)     Plot tingkat investasi dan tabungan sebagai fungsi dari pendapatan nasional pada grafik dengan Y di sumbu X dan I, S di sumbu Y.

b)     Perhatikan bahwa pada tingkat pendapatan nasional tertentu, investasi sama dengan tabungan (IS).

4)     Pergerakan Kurva IS:

a)     Perubahan dalam faktor-faktor seperti tingkat investasi otonom, margin propensi, atau kebijakan fiskal dapat menggeser atau memiringkan kurva IS.

b)     Misalnya, peningkatan tingkat investasi otonom atau penurunan margin propensi untuk tabungan dapat menyebabkan kurva IS bergeser ke kanan.

·     Keseimbangan Pasar Uang

a.      Teori Permintaan Uang

Teori kuantitas uang klasik : yang diusulkan oleh David Hume dan Irving Fisher, yang menyatakan bahwa pendapatan nasional sebanding dengan permintaan uang.

Teori Cambridge : yang dikemukakan oleh Marshall dan Pigou, yang menyatakan bahwa pendapatan nasional dibagi dengan permintaan uang sebanding.

Teori Keynesian : John M. Keynes menyatakan bahwa ada tiga faktor yang memengaruhi permintaan uang.

1)     Motif Transaksi : Untuk melakukan transaksi setiap hari, peran uang sangat penting.

2)     Motif Berjaga-jaga : antisipasi pengeluaran yang direncanakan dan tidak direncanakan membuat seseorang mempertahankan uang.

3)     Motif Spekulasi : Motif spekulasi ini biasanya digunakan dalam perdagangan saham, sehingga sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat bunga.

b.     Menentukan Keseimbangan Pasar Uang

Keseimbangan pasar uang dalam analisis keseimbangan umum terjadi ketika permintaan dan penawaran uang sama. Untuk menentukan tingkat bunga keseimbangan (r*) pada titik keseimbangan, kita dapat menggunakan fungsi liquidity money (LM) dan fungsi penawaran uang.

Langkah-langkah untuk menentukan keseimbangan pasar uang:

1.     Fungsi LM:

a)     Hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan permintaan uang (L) pada tingkat bunga (r) ditunjukkan oleh fungsi LM.

b)     Umumnya, fungsi LM memiliki bentuk M/P = L(Y,r), di mana M adalah jumlah uang beredar, P adalah tingkat harga, dan L adalah permintaan uang sebagai fungsi dari pendapatan dan tingkat bunga.

2.     Fungsi Penawaran Uang:

Fungsi penawaran uang (Ms/P) menggambarkan jumlah uang yang ditawarkan oleh otoritas moneter pada tingkat bunga tertentu. Misalnya, jika penawaran uang tetap (Ms konstan), fungsi penawaran uang adalah garis horiozontal pada tingkat Ms/P.

3.     Titik Keseimbangan:

Titik keseimbangan terjadi ketika fungsi LM bersilangan dengan fungsi penawaran uang. Pada titik ini, permintaan uang (L) sama dengan penawaran uang (Ms/P).

4.     Tingkat Bunga Keseimbangan (r*):

r* adalah tingkat bunga di mana pasar uang seimbang, yaitu L(Y, r*) = Ms/P.

Kurva LM dan tingkat bunga keseimbangan dapat berubah jika Ms atau P berubah atau jika faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi permintaan uang berubah.

Perlu diingat bahwa kondisi keseimbangan ini merupakan bagian dari model keseimbangan umum Keynesian. Ini dapat berubah tergantung pada asumsi dan variabel khusus yang digunakan dalam analisis ekonomi makro.

c.      Menentukan Kurva dan Grafik Fungsi LM

Untuk menentukan kurva dan grafik fungsi LM dalam model keseimbangan umum Keynesian adalah sebagai berikut: Fungsi LM menunjukkan hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (r) di pasar uang.

1.     Fungsi LM:

a)     Persamaan matematis seperti M/P = L(Y, r) biasanya digunakan untuk menggambarkan fungsi LM. Dalam persamaan ini, M adalah jumlah uang beredar, P adalah tingkat harga, dan L adalah permintaan uang sebagai fungsi dari pendapatan dan tingkat bunga.

b)     Fungsi LM biasanya memiliki fitur bahwa permintaan uang (L) naik dengan kenaikan pendapatan dan menurun dengan kenaikan tingkat bunga.

2.     Grafik Fungsi LM:

a)     Pilih suatu nilai M/P dan tingkat bunga r. Jika M/P atau P tetap, ini dapat dianggap sebagai tingkat penawaran uang konstan.

b)     Plot kurva LM pada grafik dengan Y di sumbu X dan r di sumbu Y.

c)     Kurva LM bersifat positif, yang berarti ketika pendapatan (Y) naik, permintaan uang (L) juga cenderung meningkat.

3.     Perubahan pada Grafik Fungsi LM:

a)     Jika faktor-faktor seperti jumlah uang beredar (M), tingkat harga (P), atau preferensi terhadap uang berubah, ini dapat mempengaruhi kedudukan atau bentuk kurva LM.

b)     Misalnya, peningkatan jumlah uang beredar akan menggeser kurva LM ke kanan.

4.     Titik Keseimbangan:

Titik keseimbangan terjadi di tempat kurva LM bersilangan dengan kurva IS (Investment saving). Pada titik ini, permintaan uang sama dengan penawaran uang, dan tingkat bunga serta pendapatan mencapai keseimbangan.

·     Penentuan Pendapatan dan Tingkat Bunga Keseimbangan Umum

Untuk menentukan pendapatan dan tingkat bunga keseimbangan umum, kita perlu mengetahui bagaimana pasar barang dan jasa (IS) dan pasar uang (LM) dalam ekonomi seimbang. Dalam model keseimbangan umum Keynesian, pendapatan dan tingkat bunga akan mencapai titik keseimbangan di mana kedua pasar tersebut seimbang.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menentukan pendapatan dan tingkat bunga keseimbangan umum:

1.     Pasangan Fungsi IS-LM:

a)     Fungsi IS (Investment Saving) menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (r).

b)     Fungsi LM (Liquidity Money) menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan permintaan uang (disebut likuiditas, L) pada tingkat bunga (r) tertentu.

2.     Titik Keseimbangan IS-LM:

a)     Titik keseimbangan terjadi ketika kurva IS dan kurva LM bersilangan.

b)     Di titik ini, jumlah tabungan yang sama dengan jumlah investasi (IS) dan permintaan uang sama dengan penawaran uang (LM).

3.     Penentuan Pendapatan Keseimbangan (Y*):

Pendapatan keseimbangan adalah tingkat pendapatan di mana pasar barang dan jasa seimbang. Pada titik di mana IS bersilangan dengan LM, Y adalah pendapatan keseimbangan.

4.     Penentuan Tingkat Bunga Keseimbangan (r*)

Tingkat bunga keseimbangan adalah tingkat bunga di mana pasar uang seimbang. Pada titik di mana IS bersilangan dengan LM, r adalah tingkat bunga keseimbangan.

5.     Pergerakan Keseimbangan:

Faktor-faktor seperti kebijakan fiskal, moneter, atau perubahan eksternal dapat menggeser kurva IS atau LM, sehingga mempengaruhi pendapatan dan tingkat bunga keseimbangan.

Titik keseimbangan ini merupakan dasar dari model kesiembangan umum dalam analisis ekonomi Keynesian karena menunjukkan tingkat pendapatan dan tingkat bunga di mana barang dan jasa diproduksi dan dikonsumsi setara dengan penawaran dan permintaan uang.

·     Menurunkan Kurva dan Grafik Fungsi IS-LM


Untuk menentukan kurva dan grafik fungsi IS-LM dalam kerangka model keseimbangan umum Keynesian, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

Kurva IS:

1.     Fungsi IS:

a)     Fungsi IS menggambarkan hubungan antara tingkat pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (r).

b)     Misalnya, persamaan sederhana fungsi IS dapat berbentuk Y = C(Y – T) + I(r) + G, di mana C adalah konsumsi, T adalah pajak, I adalah investasi, dan G adalah belanja pemerintah.

2.     Grafik Fungsi IS:

a)     Plot kurva IS pada grafik dengan Y di sumbu X dan r di sumbu Y.

b)     Kurva IS bersifat negatif, menunjukkan bahwa ketika tingkat bunga turun, pendapatan nasional cenderung meningkat.

Kurva LM:

1.     Fungsi LM:

a)     Fungsi LM menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan permintaan uang (L) pada tingkat bunga (r).

b)     Umumnya, fungsi LM memiliki bentuk M/P = L(Y, r) di mana M adalah jumlah uang beredar, P adalah tingkat harga, dan L adalah permintaan uang.

2.     Grafik Fungsi LM:

a)     Plot kurva LM pada grafik yang sama dengan fungsi IS, menggunakan Y di sumbu X dan r di sumbu Y.

b)     Kurva LM bersifat positif, menunjukkan bahwa ketika pendapatan nasional meningkat, permintaan uang cenderung meningkat.

Titik Keseimbangan:

1.     Titik Keseimbangan IS-LM:

a)     Titik keseimbangan terjadi di tempat kurva IS bersilangan dengan kurva LM.

b)     Pada titik ini, tingkat pendapatan dan tingkat bunga mencapai keseimbangan antara pasar barang dan pasar uang.

Perubahan dan Analisis:

1.     Perubahan Faktor-faktor:

Jika faktor-faktor seperti belanja pemerintah (G), investasi (I), pajak (T), jumlah uang beredar (M), atau tingkat harga (P) berubah, ini dapat mempengaruhi kedudukan atau bentuk kurva IS dan LM.

2.     Analisis Dampak:

Melalui analisis perubahan pada grafik fungsi IS-LM, Anda dapat memahami dampaknya terhadap tingkat bunga dan pendapatan keseimbangan dalam ekonomi Keynesian.

Grafik fungsi IS-LM memberikan pemahaman visual tentang keseimbangan antara pasar barang dan pasar uang dalam konteks model keseimbangan umum Keynesian.

·     Kebijakan Pemerintah dan Pergeseran Kurva IS-LM

Perubahan dalam kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi keseimbangan ekonomi dan menyebabkan pergeseran kurva IS-LM dalam model keseimbangan umum Keynesian. Berikut adalah beberapa contoh kebijakan pemerintah dan bagaimana mereka dapat memengaruhi kedua kurva tersebut:

Kebijakan Fiskal:

1.     Kebijakan Pengeluaran Pemerintah (G):

a)     Peningkatan Belanja Pemerintah: Menambah G dapat meningkatkan tingkat pendapatan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini akan menggeser kurva IS ke kanan.

b)     Pengurangan Belanja Pemerintah: Sebaliknya, pengurangan G dapat mengurangi pendapatan nasional dan memperlahan pertumbuhan ekonomi, menggeser kurva IS ke kiri.

2.     Kebijakan Pajak (T):

a)     Pengurangan Pajak: Pemotongan pajak dapat meningkatkan pendapatan dan konsumsi, mendorong pertumbuhan. Ini akan menggeser kurva IS ke kanan.

b)     Peningkatan Pajak: Peningkatan pajak dapat mengurangi pendapatan dan konsumsi, memperlambat pertumbuhan. Ini akan menggeser kurva IS ke kiri.

Kebijakan Moneter:

1.     Kebijakan Suku Bunga (r):

a)     Peningkatan Suku Bunga: Kenaikan suku bunga oleh bank sentral dapat mengurangi investasi dan konsumsi, menurunkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke kiri.

b)     Pengurangan Suku Bunga: Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat meningkatkan investasi dan konsumsi, meningkatkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke kanan.

Kebijakan Moneter dan Fiskal Bersama-sama:

1.     Kombinasi Kebijakan Pajak dan Moneter:

a)     Peningkatan Belanja Pemerintah dan Pemotongan Pajak: Kombinasi kebijakan ini dapat secara bersama-sama meningkatkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke kanan.

b)     Kenaikan Suku Bunga dan Peningkatan Pajak: Kombinasi ini dapat secara bersama-sama menurunkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke kiri.

 Penting untuk dicatat bahwa dampak kebijakan ini juga dapat bergantung pada keadaan ekonomi saat itu. Selain itu, pergeseran kurva IS dapat mempengaruhi kurva LM (dan sebaliknya) melalui mekanisme keseimbangan umum. Analisis keseimbangan umum memperhitungkan interaksi antara pasar barang dan pasar uang.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...