TEORI KONSUMSI, TEORI INVESTASI, KESEIMBANGAN PASAR BARANG, DAN KESEIMBANGAN PASAR UANG
· Teori
Konsumsi
Teori konsumsi merupakan suatu
kerangka konsep yang digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam
menghabiskan atau menggunakan pendapatan mereka.
a. Teori
Konsumsi dengan Pendekatan Hipotesis Pendapatan Absolut (Absolute Income
Hipothesis)
Tingkat konsumsi seseorang
tergantung pada jumlah pendapatan absolut mereka, menurut teori konsumsi dengan
pendekatan hipotesis pendapatan absolut. Dalam pendekatan ini, pelanggan
dianggap menghabiskan sebagian tetap dari pendapatan mereka tanpa memperhatikan
perubahan harga atau faktor lain. Dengan kata lain, asumsi dasar teori ini
adalah bahwa tingkat konsumsi seseorang bergantung pada jumlah pendapatan total
mereka.
Rumus : C = a + bY
dimana:
C = Tingkat Konsumsi
Y = Pendapatan
a = Tingkat konsumsi otonom
(konsumsi minimum bahkan jika pendapatan nol).
b = Margin propensi untuk
konsumsi (proporsi tambahan pendapatan yang dikonsumsi).
b. Teori
Konsumsi dengan Hipotesis Siklus Hidup (Life Cycle Hypothesis)
Teori konsumsi dengan hipotesis
siklus hidup, yang diciptakan oleh ekonom Franco Modigliani, menekankan bahwa
konsumsi seseorang dipengaruhi oleh siklus hidup mereka, bukan hanya pendapatan
saat ini. Teori ini menyatakan bahwa orang cenderung mengonsumsi dengan
mempertimbangkan total pendapatan yang diharapkan sepanjang hidup mereka, bukan
hanya pendapatan saat ini. Dua ide utama muncul dalam teori siklus hidup:
1) Konsumsi
Relatif terhadap Pendapatan Hidup: Teori ini mengatakan bahwa orang cenderung
memiliki tingkat konsumsi yang relatif konstan sepanjang siklus hidup mereka.
Akibatnya, orang mungkin menghabiskan lebih banyak uang saat mereka lebih muda
dan menghabiskan lebih sedikit uang saat mereka lebih tua.
2) Pembiayaan
Konsumsi: Diharapkan individu merencanakan pengeluaran mereka sepanjang hidup
mereka, dan mereka mungkin menggunakan tabungan atau pinjaman untuk
menyesuaikan pengeluaran mereka dengan perubahan pendapatan selama siklus hidup
mereka.
Dengan melihat perspektif ini,
teori ini membantu menjelaskan mengapa orang cenderung menyimpan dan
berinvestasi ketika mereka masih muda (dengan harapan pendapatan mereka akan
meningkat di masa depan) dan menghabiskan lebih banyak ketika mereka lebih tua,
yang berarti mereka cenderung mengalami penurunan pendapatan.
Penting untuk diingat bahwa,
meskipun teori ini memberikan dasar yang kuat, pengamatan empiris menunjukkan
bahwa faktor lain, seperti kebijakan fiskal, ketersediaan kredit, dan
preferensi individu, juga memengaruhi perilaku konsumsi.
Rumus : C = a + b(Y – P)
dimana P adalah pengeluaran yang
diharapkan selama sisa hidup.
c. Teori
Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Relatif (Relative Income Hypothesis)
James Duesenberry, seorang
ekonom, menciptakan teori konsumsi dengan hipotesis pendapatan relatif, yang
menekankan bagaimana pendapatan perbandingan atau relatif memengaruhi tingkat
konsumsi seseorang.
Teori ini mengatakan bahwa
konsumen cenderung mempertimbangkan pendapatan mereka dengan pendapatan orang
lain di masyarakat. Sejauh mana pendapatan seseorang dibandingkan dengan
pendapatan rata-rata atau pendapatan kelompok tertentu memengaruhi tingkat konsumsi
mereka. Dengan kata lain, orang cenderung memperhatikan posisi relatif mereka
dalam hierarki sosial dan mempertahankan atau meningkatkan tingkat konsumsi
mereka untuk mempertahankan atau meningkatkan status sosial mereka.
Hipotesis pendapatan relatif
menggambarkan gagasan bahwa efek demonstrasi atau konsumsi bersaing dapat
mendorong orang untuk meniru atau bahkan melampaui tingkat konsumsi orang lain.
Akibatnya, pola konsumsi masyarakat dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam
distribusi pendapatan atau ketidaksetaraan.
Penting untuk dicatat bahwa teori
ini menunjukkan bahwa bukan hanya pendapatan absolut seseorang yang penting
tetapi juga perbandingan relatifnya dalam konteks sosialnya.
Rumus : C = a + b(Y – Yc)
dimana Yc adalah
pendapatan rata-rata di masyarakat, dan b adalah margin propensi untuk konsumsi
relatif.
d. Teori
Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Permanen (Permanent Income Hypothesis)
Menurut teori ekonom Milton
Friedman, teori konsumsi dipengaruhi oleh hipotesis pendapatan permanen pendapatan
yang diharapkan dalam jangka panjang dan pendapatan saat ini.
Jika perubahan dalam pendapatan
dianggap permanen, maka fluktuasi sementara dalam pendapatan tidak akan
berdampak signifikan pada tingkat konsumsi. Ini karena, menurut hipotesis
pendapatan permanen, pelanggan cenderung menghabiskan jumlah tertentu dari pendapatan
yang diharapkan mereka dapatkan dalam jangka panjang, bukan hanya pendapatan
saat ini.
Dalam situasi seperti ini, orang
dapat menanggapi perubahan pendapatan dengan mengubah tingkat konsumsinya
sesuai dengan apa yang mereka pikirkan akan terjadi dalam jangka panjang.
Pendapatan dari aset atau investasi juga dapat termasuk dalam pendapatan permanen,
yang memberikan pandangan lebih luas tentang sumber daya yang dapat digunakan
untuk konsumsi. Akibatnya, teori ini menekankan bahwa tingkat konsumsi lebih
stabil daripada pendapatan saat ini menunjukkan, dan bahwa perubahan konsumsi
lebih terkait dengan perubahan permanen dalam pendapatan.
Rumus: C = a + bYp
dimana Yp adalah
pendapatan permanen atau pendapatan yang diharapkan dalam jangka panjang.
· Teori
Investasi
a. Jenis
Investasi
1) Investasi
tetap perusahaan (bussiness fixed investment)
Investasi pada aset fisik seperti mesin, tanah, bangunan,
instalasi, kendaraan, atau teknologi disebut investasi tetap.
2) Investasi
untuk perumahan (residental contruction)
Investasi pada properti perumahan, atau aset fisik,
disebut investasi tetap perumahan.
3) Investasi
perubahan bersih persediaan perusahaan (net change in bussiness inventory)
Investasi perubahan bersih inventaris perusahaan adalah
istilah yang mengacu pada perubahan jumlah inventaris perusahaan dari satu
periode ke periode berikutnya.
b. Pendekatan
Nilai Sekarang (Rute of Return)
Dalam analisis keuangan dan
ekonomi, pendekatan nilai sekarang menilai manfaat atau aliran kas di masa
depan dari nilai saat ini dengan asumsi bahwa nilai uang berkurang seiring
waktu. Akibatnya, aliran kas atau manfaat di masa depan dinilai dengan lebih
rendah daripada jika diterima saat ini.
Rumus :
dimana :
PV = Nilai sekarang (Present
Value)
FV = Nilai di masa depan.
r = Tingkat diskonto atau tingkat
suku bunga.
n = Jumlah periode waktu.
Penilaian investasi, kebijakan keuangan, dan pengambilan keputusan manajemen adalah beberapa tempat pendekatan nilai sekarang digunakan. Ini memungkinkan perbandingan dan evaluasi yang adil antara keuntungan atau biaya yang terjadi pada waktu yang berbeda dengan mempertimbangkan nilai waktu dari uang.
c. Marginal
Effeciency of Investment (MEI)
John Maynard Keynes menciptakan
ide makroekonomi yang disebut Marginal Efficiency of Investment (MEI). Ini
menunjukkan tingkat pengembalian yang diharapkan dari unit investasi modal
tambahan. Dengan kata lain, MEI menunjukkan peningkatan pendapatan atau output
yang diharapkan yang dihasilkan dari peningkatan marginal investasi.
MEI memainkan peran penting dalam
ekonomi Keynesian dan merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat
investasi ekonomi. Keynes berpendapat bahwa tingkat investasi perusahaan
didasarkan pada perbandingan antara MEI dan suku bunga. Jika MEI lebih besar
dari suku bunga, perusahaan lebih cenderung menemukan menguntungkan untuk
berinvestasi lebih banyak.
Hubungan tersebut dapat
dinyatakan sebagai:
MEI = Pengembalian masa depan yang diharapkan dari investasi / Biaya Investasi
Keynes berpendapat bahwa banyak
hal dapat mempengaruhi MEI, seperti harapan bisnis, kemajuan teknologi, dan
perubahan dalam permintaan konsumen. Dia juga memperkenalkan ide pengusaha
"roh hewan", menyarankan bahwa perasaan dan kepercayaan memengaruhi
keputusan investasi.
Secara singkat, ukuran yang digunakan untuk menilai profitabilitas yang diharapkan dari investasi tambahan disebut efisiensi marginal investasi. Ini sangat penting untuk memahami dinamika investasi dalam perekonomian.
d. Faktor-faktor
yang mempengaruhi MEI
1) Jumlah
inisiatif investasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat.
2) Population
growth, Jumlah penduduk yang lebih besar akan meningkatkan permintaan untuk
barang dan jasa, yang pada gilirannya akan menyebabkan kenaikan harga, yang
pada gilirannya akan menyebabkan kenaikan rata-rata pendapatan tahunan (MEI).
3) Teknologi
Penemuan dan Inovasi yang mengurangi biaya produksi.
4) Capital
Comulation, makin banyak akumulasi modal akan semakin rendah dan tingkat MEI
kepercayaan terhadap situasi perdagangan di masa depan (state of business
confidence).
5) Struktur pajak, yang memberatkan produsen akan berakibat merendahkan tingkat MEI.
e. Pelaksana-pelaksana
Investasi
-
Pemerintah
Economic Overhead Capital adalah aktivitas investasi yang
memberikan manfaat umum, seperti pelabuhan, bendungan, dan jalan raya. Namun,
modal sosial berupa fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk naungan dan
pemukiman, seperti sekolah dan rumah sakit.
Public Investment bersifat otonom karena:
Modal autonomi biasanya mahal, jadi pihak swasta tidak
dapat memikulnya.
Produksi dan keuntungan yang tidak langsung biasanya
dihasilkan dari investasi autonomi.
-
Swasta
Investasi yang dilakukan oleh swasta dan ditunjukkan untuk menghasilkan keuntungan dan didorong oleh peningkatan pendapatan.
f. Kapasitas
Produksi Nasional, COR dan ICOR
1) Kapasitas
Produksi Nasional
Investasi meningkatkan pengeluaran masyarakat, yang kemudian akan diperkuat oleh efek multiplier, yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan nasional. Ini adalah peran investasi terhadap kapasitas produksi nasional.
2) Masalah
COR dan ICOR
Untuk meningkatkan pendapatan, investasi ditambahkan ke
masyarakat.
Hal ini dipengaruhi oleh rasio capital output (COR). COR
adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara jumlah investasi (modal,
capital, dan stok nasional) dengan jumlah hasil produksi nasional. Dalam
beberapa kasus, COR ini juga disebut sebagai investment rasio.
Formulasi dengan besarnya COR adalah
COR = KQ
Keterangan:
K = jumlah investasi yang diperlukan
Q = besarnya hasil produksi nasional yang ingin dicapai
dengan investasi.
Pertambahan investasi dengan tambahan pendapatan, maka
nilai ICOR (Incremental Capital Output Rasio)
ICOR
R = △K/△Q
· Keseimbangan
Pasar Barang (Analisis IS)
a. Menurunkan
Kurva dan Grafik Fungsi IS
Kurva Investasi dan Penyimpanan (IS) dan grafik fungsi IS
sangat penting untuk analisis ekonomi makro, terutama dalam model Keynesian.
Kurva IS menunjukkan hubungan antara tingkat pendapatan nasional dan tingkat
bunga di setiap perekonomian.
Untuk mengurangi kurva IS, berikut adalah tindakan umum yang dapat diambil:
1) Hubungan
antara Investasi (I) dan Pendapatan Nasional (Y):
a) Tingkat
investasi biasanya berkorelasi positif dengan pendapatan nasional. Menurut
model Keynesian, peningkatan pendapatan nasional cenderung mendorong investasi.
b) I = a
– (b x r) adalah persamaan yang dapat digunakan, di mana an adalah tingkat
investasi otonom, b adalah margin propensi investasi, dan r adalah tingkat
bunga.
2) Hubungan
antara Tabungan (S) dan Pendapatan Nasional (Y):
Tabungan juga berhubungan dengan pendapatan nasional.
Dalam model sederhana, tabungan dapat dihitung sebagai S = Y – C, di mana C
adalah tingkat konsumsi yang bergantung pada pendapatan.
3) Grafik Fungsi IS:
a) Plot
tingkat investasi dan tabungan sebagai fungsi dari pendapatan nasional pada
grafik dengan Y di sumbu X dan I, S di sumbu Y.
b) Perhatikan
bahwa pada tingkat pendapatan nasional tertentu, investasi sama dengan tabungan
(IS).
4) Pergerakan
Kurva IS:
a) Perubahan
dalam faktor-faktor seperti tingkat investasi otonom, margin propensi, atau
kebijakan fiskal dapat menggeser atau memiringkan kurva IS.
b) Misalnya,
peningkatan tingkat investasi otonom atau penurunan margin propensi untuk
tabungan dapat menyebabkan kurva IS bergeser ke kanan.
· Keseimbangan
Pasar Uang
a. Teori
Permintaan Uang
Teori kuantitas uang klasik : yang diusulkan
oleh David Hume dan Irving Fisher, yang menyatakan bahwa pendapatan nasional
sebanding dengan permintaan uang.
Teori Cambridge : yang
dikemukakan oleh Marshall dan Pigou, yang menyatakan bahwa pendapatan nasional
dibagi dengan permintaan uang sebanding.
Teori Keynesian : John M.
Keynes menyatakan bahwa ada tiga faktor yang memengaruhi permintaan uang.
1)
Motif Transaksi : Untuk
melakukan transaksi setiap hari, peran uang sangat penting.
2)
Motif Berjaga-jaga : antisipasi
pengeluaran yang direncanakan dan tidak direncanakan membuat seseorang
mempertahankan uang.
3) Motif Spekulasi : Motif spekulasi ini biasanya digunakan dalam perdagangan saham, sehingga sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat bunga.
b. Menentukan
Keseimbangan Pasar Uang
Keseimbangan pasar uang dalam
analisis keseimbangan umum terjadi ketika permintaan dan penawaran uang sama.
Untuk menentukan tingkat bunga keseimbangan (r*) pada titik keseimbangan, kita
dapat menggunakan fungsi liquidity money (LM) dan fungsi penawaran uang.
Langkah-langkah untuk menentukan keseimbangan pasar uang:
1. Fungsi
LM:
a) Hubungan
antara pendapatan nasional (Y) dan permintaan uang (L) pada tingkat bunga (r)
ditunjukkan oleh fungsi LM.
b) Umumnya,
fungsi LM memiliki bentuk M/P = L(Y,r), di mana M adalah jumlah uang beredar, P
adalah tingkat harga, dan L adalah permintaan uang sebagai fungsi dari
pendapatan dan tingkat bunga.
2. Fungsi
Penawaran Uang:
Fungsi penawaran uang (Ms/P) menggambarkan
jumlah uang yang ditawarkan oleh otoritas moneter pada tingkat bunga tertentu.
Misalnya, jika penawaran uang tetap (Ms konstan), fungsi penawaran
uang adalah garis horiozontal pada tingkat Ms/P.
3. Titik
Keseimbangan:
Titik keseimbangan terjadi ketika fungsi LM bersilangan
dengan fungsi penawaran uang. Pada titik ini, permintaan uang (L) sama dengan
penawaran uang (Ms/P).
4. Tingkat
Bunga Keseimbangan (r*):
r* adalah tingkat bunga di mana pasar uang seimbang, yaitu L(Y, r*) = Ms/P.
Kurva LM dan tingkat bunga
keseimbangan dapat berubah jika Ms atau P berubah atau jika faktor-faktor yang
mempengaruhi fungsi permintaan uang berubah.
Perlu diingat bahwa kondisi keseimbangan ini merupakan bagian dari model keseimbangan umum Keynesian. Ini dapat berubah tergantung pada asumsi dan variabel khusus yang digunakan dalam analisis ekonomi makro.
c. Menentukan
Kurva dan Grafik Fungsi LM
Untuk menentukan kurva dan grafik
fungsi LM dalam model keseimbangan umum Keynesian adalah sebagai berikut:
Fungsi LM menunjukkan hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga
(r) di pasar uang.
1. Fungsi
LM:
a) Persamaan
matematis seperti M/P = L(Y, r) biasanya digunakan untuk menggambarkan fungsi
LM. Dalam persamaan ini, M adalah jumlah uang beredar, P adalah tingkat harga,
dan L adalah permintaan uang sebagai fungsi dari pendapatan dan tingkat bunga.
b) Fungsi
LM biasanya memiliki fitur bahwa permintaan uang (L) naik dengan kenaikan
pendapatan dan menurun dengan kenaikan tingkat bunga.
2. Grafik
Fungsi LM:
a) Pilih
suatu nilai M/P dan tingkat bunga r. Jika M/P atau P tetap, ini dapat dianggap
sebagai tingkat penawaran uang konstan.
b) Plot
kurva LM pada grafik dengan Y di sumbu X dan r di sumbu Y.
c) Kurva
LM bersifat positif, yang berarti ketika pendapatan (Y) naik, permintaan uang
(L) juga cenderung meningkat.
3. Perubahan
pada Grafik Fungsi LM:
a) Jika
faktor-faktor seperti jumlah uang beredar (M), tingkat harga (P), atau
preferensi terhadap uang berubah, ini dapat mempengaruhi kedudukan atau bentuk
kurva LM.
b) Misalnya,
peningkatan jumlah uang beredar akan menggeser kurva LM ke kanan.
4. Titik
Keseimbangan:
Titik keseimbangan terjadi di tempat kurva LM bersilangan dengan kurva IS (Investment saving). Pada titik ini, permintaan uang sama dengan penawaran uang, dan tingkat bunga serta pendapatan mencapai keseimbangan.
· Penentuan
Pendapatan dan Tingkat Bunga Keseimbangan Umum
Untuk menentukan pendapatan dan tingkat bunga keseimbangan umum, kita perlu mengetahui bagaimana pasar barang dan jasa (IS) dan pasar uang (LM) dalam ekonomi seimbang. Dalam model keseimbangan umum Keynesian, pendapatan dan tingkat bunga akan mencapai titik keseimbangan di mana kedua pasar tersebut seimbang.
Berikut adalah langkah-langkah
umum dalam menentukan pendapatan dan tingkat bunga keseimbangan umum:
1. Pasangan
Fungsi IS-LM:
a) Fungsi
IS (Investment Saving) menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional (Y)
dan tingkat bunga (r).
b) Fungsi
LM (Liquidity Money) menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan
permintaan uang (disebut likuiditas, L) pada tingkat bunga (r) tertentu.
2. Titik
Keseimbangan IS-LM:
a) Titik keseimbangan
terjadi ketika kurva IS dan kurva LM bersilangan.
b) Di
titik ini, jumlah tabungan yang sama dengan jumlah investasi (IS) dan
permintaan uang sama dengan penawaran uang (LM).
3. Penentuan
Pendapatan Keseimbangan (Y*):
Pendapatan keseimbangan adalah tingkat pendapatan di mana
pasar barang dan jasa seimbang. Pada titik di mana IS bersilangan dengan LM, Y
adalah pendapatan keseimbangan.
4. Penentuan
Tingkat Bunga Keseimbangan (r*)
Tingkat bunga keseimbangan adalah tingkat bunga di mana
pasar uang seimbang. Pada titik di mana IS bersilangan dengan LM, r adalah
tingkat bunga keseimbangan.
5. Pergerakan
Keseimbangan:
Faktor-faktor seperti kebijakan fiskal, moneter, atau perubahan eksternal dapat menggeser kurva IS atau LM, sehingga mempengaruhi pendapatan dan tingkat bunga keseimbangan.
Titik keseimbangan ini merupakan dasar dari model kesiembangan umum dalam analisis ekonomi Keynesian karena menunjukkan tingkat pendapatan dan tingkat bunga di mana barang dan jasa diproduksi dan dikonsumsi setara dengan penawaran dan permintaan uang.
· Menurunkan Kurva dan Grafik Fungsi IS-LM
Untuk menentukan kurva dan grafik fungsi IS-LM dalam
kerangka model keseimbangan umum Keynesian, Anda dapat mengikuti
langkah-langkah berikut:
Kurva IS:
1. Fungsi
IS:
a) Fungsi
IS menggambarkan hubungan antara tingkat pendapatan nasional (Y) dan tingkat
bunga (r).
b) Misalnya,
persamaan sederhana fungsi IS dapat berbentuk Y = C(Y – T) + I(r) + G, di mana
C adalah konsumsi, T adalah pajak, I adalah investasi, dan G adalah belanja pemerintah.
2. Grafik
Fungsi IS:
a) Plot
kurva IS pada grafik dengan Y di sumbu X dan r di sumbu Y.
b) Kurva
IS bersifat negatif, menunjukkan bahwa ketika tingkat bunga turun, pendapatan
nasional cenderung meningkat.
Kurva
LM:
1. Fungsi
LM:
a) Fungsi
LM menggambarkan hubungan antara pendapatan nasional (Y) dan permintaan uang
(L) pada tingkat bunga (r).
b) Umumnya,
fungsi LM memiliki bentuk M/P = L(Y, r) di mana M adalah jumlah uang beredar, P
adalah tingkat harga, dan L adalah permintaan uang.
2. Grafik
Fungsi LM:
a) Plot
kurva LM pada grafik yang sama dengan fungsi IS, menggunakan Y di sumbu X dan r
di sumbu Y.
b) Kurva
LM bersifat positif, menunjukkan bahwa ketika pendapatan nasional meningkat,
permintaan uang cenderung meningkat.
Titik
Keseimbangan:
1. Titik
Keseimbangan IS-LM:
a) Titik
keseimbangan terjadi di tempat kurva IS bersilangan dengan kurva LM.
b) Pada
titik ini, tingkat pendapatan dan tingkat bunga mencapai keseimbangan antara
pasar barang dan pasar uang.
Perubahan
dan Analisis:
1. Perubahan
Faktor-faktor:
Jika faktor-faktor seperti belanja pemerintah (G),
investasi (I), pajak (T), jumlah uang beredar (M), atau tingkat harga (P)
berubah, ini dapat mempengaruhi kedudukan atau bentuk kurva IS dan LM.
2. Analisis
Dampak:
Melalui analisis perubahan pada grafik fungsi IS-LM, Anda dapat memahami dampaknya terhadap tingkat bunga dan pendapatan keseimbangan dalam ekonomi Keynesian.
Grafik fungsi IS-LM memberikan pemahaman visual tentang keseimbangan antara pasar barang dan pasar uang dalam konteks model keseimbangan umum Keynesian.
· Kebijakan
Pemerintah dan Pergeseran Kurva IS-LM
Perubahan dalam kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi
keseimbangan ekonomi dan menyebabkan pergeseran kurva IS-LM dalam model
keseimbangan umum Keynesian. Berikut adalah beberapa contoh kebijakan
pemerintah dan bagaimana mereka dapat memengaruhi kedua kurva tersebut:
Kebijakan Fiskal:
1. Kebijakan
Pengeluaran Pemerintah (G):
a) Peningkatan
Belanja Pemerintah: Menambah G dapat meningkatkan tingkat pendapatan nasional
dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini akan menggeser kurva IS ke kanan.
b) Pengurangan Belanja Pemerintah: Sebaliknya, pengurangan G dapat mengurangi pendapatan nasional dan memperlahan pertumbuhan ekonomi, menggeser kurva IS ke kiri.
2. Kebijakan
Pajak (T):
a) Pengurangan
Pajak: Pemotongan pajak dapat meningkatkan pendapatan dan konsumsi, mendorong
pertumbuhan. Ini akan menggeser kurva IS ke kanan.
b) Peningkatan Pajak: Peningkatan pajak dapat mengurangi pendapatan dan konsumsi, memperlambat pertumbuhan. Ini akan menggeser kurva IS ke kiri.
Kebijakan Moneter:
1. Kebijakan
Suku Bunga (r):
a) Peningkatan
Suku Bunga: Kenaikan suku bunga oleh bank sentral dapat mengurangi investasi
dan konsumsi, menurunkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke
kiri.
b) Pengurangan Suku Bunga: Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat meningkatkan investasi dan konsumsi, meningkatkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke kanan.
Kebijakan Moneter dan Fiskal Bersama-sama:
1. Kombinasi
Kebijakan Pajak dan Moneter:
a) Peningkatan
Belanja Pemerintah dan Pemotongan Pajak: Kombinasi kebijakan ini dapat secara
bersama-sama meningkatkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke
kanan.
b) Kenaikan
Suku Bunga dan Peningkatan Pajak: Kombinasi ini dapat secara bersama-sama
menurunkan pendapatan nasional. Ini akan menggeser kurva IS ke kiri.
Penting untuk dicatat bahwa dampak kebijakan ini juga dapat bergantung pada keadaan ekonomi saat itu. Selain itu, pergeseran kurva IS dapat mempengaruhi kurva LM (dan sebaliknya) melalui mekanisme keseimbangan umum. Analisis keseimbangan umum memperhitungkan interaksi antara pasar barang dan pasar uang.


