Langsung ke konten utama

BAB IX. PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA

 PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Upah Uang dan Upah Riil

a.    Perbedaan di Antara Upah Uang dan Upah Riil

Upah Uang adalah jumlah uang yang diberikan pengusaha kepada pekerja sebagai kompensasi atas upaya mental atau fisik mereka selama proses produksi. Tingkat upah pekerja yang diukur dari sudut kemampuan upah tersebut untuk membeli barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan karyawan dikenal sebagai Upah Riil.

b.   Cara Menghitung Upah Riil

Cara paling mudah untuk menghitung upah riil adalah dengan mengurangi upah nominal dari inflasi. Ini berarti mengambil perubahan upah nominal dari bulan ke bulan, atau pendapatan mingguan rata-rata, dikurangi tingkat inflasi bulan ke bulan, yaitu perubahan indeks harga konsumen dari bulan ke bulan, dalam metode penghitungan Biro Statistik Tenaga Kerja.

Misalnya, indeks harga konsumen naik 0,6% sementara pendapatan mingguan rata-rata bulan tertentu naik 0,8%. Ini menunjukkan kenaikan pendapatan riil sebesar 0,2%, jauh lebih rendah dari kenaikan tingkat nominal tanpa memperhitungkan tingkat inflasi.

Salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan nilai aktual upah, atau daya beli, adalah inflasi. Ketika inflasi naik lebih cepat daripada laju upah nominal, orang merasa lebih kaya, yang dapat mendorong mereka untuk membelanjakan lebih sedikit, yang pada gilirannya dapat menghentikan pertumbuhan ekonomi.

Rumus Upah Riil:

Upah Riil = Upah Nominal (Perubahan Bulan ke bulan) – Tingkat Inflasi (Perubahan Bulan ke Bulan)

·     Tingkat Produktivitas dan Upah Riil

a.    Peranan Produktivitas dalam Menentukan Upah

Di negara-negara maju, ada korelasi yang kuat antara peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil mereka.

b.   Sumber-sumber Kenaikan Produktivitas

Produksi yang dihasilkan oleh seorang karyawan pada suatu waktu tertentu disebut produktivitas. Beberapa komponen, antara lain:

1)   Kemajuan teknologi menghasilkan.

2)   Perbaikan karakteristik tenaga kerja.

3)   Perbaikan dalam cara perusahaan dan masyarakat beroperasi.

·     Penentuan Upah di Pasar Persaingan Sempurna dan Monopsoni

a.    Persaingan Sempurna dalam Pasar Tenaga Kerja

Permintaan dan penawaran tenaga kerja di pasar ini tidak berbeda dengan barang. Artinya, semakin tinggi atau rendah upah tenaga kerja, semakin banyak atau kurang permintaan tenaga kerja.

b.   Pasar Tenaga Kerja Monopsoni

Monopsoni adalah ketika perusahaan memiliki monopoli karena hanya ada satu pembeli tenaga kerja. Syaratnya adalah MCL = MRP untuk menentukan keadaan di mana keseimbangan penggunaan tenaga kerja tercapai.

·     Penentuan Upah di Pasar Monopoli dan Monopoli Bilateral

a.    Monopoli dalam Pasar Tenaga Kerja

Tenaga kerja dapat bergabung dalam serikat buruh atau persatuan pekerja untuk mendapatkan upah dan fasilitas non-finansial yang lebih baik. Serikat buruh dibentuk agar para pekerja dapat bekerja sama untuk berbicara atau menuntut syarat kerja tertentu dengan pengusaha. Setelah mencapai kesepakatan dengan anggota-anggotanya, pemimpin persatuan pekerja akan menuntut kompensasi dari pengusaha serta syarat-syarat kerja lain, yang meliputi:

-      menuntut gaji yang lebih tinggi daripada yang dapat dicapai dalam kondisi permintaan dan penawaran yang seimbang.

-      Mengurangi ketersediaan tenaga kerja.

-      Menjalankan upaya untuk meningkatkan permintaan tenaga kerja.

b.   Pasar Tenaga Kerja Monopoli Bilateral

Upah di pasar monopsoni lebih rendah daripada di pasar persaingan sempurna, sementara di pasar di mana pekerja memiliki monopoli, upah lebih tinggi.

Dalam pasar monopoli bilateral, penentuan upah didasarkan pada perundingan antara kedua belah pihak; dalam pasar tenaga kerja di mana hanya satu perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja, pihak yang lebih kuat akan menentukan tingkat upah yang berlaku.

·     Faktor-faktor yang Menimbulkan Perbedaan Upah

Faktor-faktor berikut bertanggung jawab atas perbedaan upah antara karyawan yang bekerja pada jenis pekerjaan tertentu dan di antara berbagai golongan pekerjaan:

1)   Tidak semua pekerjaan memiliki permintaan dan penawaran yang sama. Pekerjaan dengan penawaran yang tinggi tetapi permintaan yang rendah akan mendapatkan upah yang rendah, sedangkan pekerjaan dengan penawaran yang tinggi tetapi permintaan yang rendah akan mendapatkan upah yang tinggi.

2)   Jenis pekerjaan yang berbeda Setiap pekerjaan memiliki risikonya sendiri. Pekerjaan dengan risiko yang tinggi, seperti pertambangan atau nuklir, akan menghasilkan gaji yang tinggi, sementara pekerjaan dengan risiko yang lebih rendah, seperti perawatan kebersihan, akan menghasilkan gaji yang lebih rendah.

3)   Perbedaan antara pendidikan, keahlian, dan kemampuan

4)   Pertimbangan terkait keuangan seperti biaya tempat tinggal, jarak antara tempat kerja dan tempat tinggal, dan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke tempat kerja

5)   ketidaksempurnaan dalam bagaimana tenaga kerja dapat bergerak.

 

Asri, Nur Ainun, dkk. 2023. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Serang Banten: PT Sada Kurnia Pustaka.

Ridwan. 2021. Tingkat Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Menjalin Kerukunan Umat Beragama. Malang: CV. Azka Pustaka.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...