PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA
· Upah Uang
dan Upah Riil
a. Perbedaan
di Antara Upah Uang dan Upah Riil
Upah Uang adalah
jumlah uang yang diberikan pengusaha kepada pekerja sebagai kompensasi atas
upaya mental atau fisik mereka selama proses produksi. Tingkat upah pekerja
yang diukur dari sudut kemampuan upah tersebut untuk membeli barang dan jasa
yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan karyawan dikenal sebagai Upah Riil.
b. Cara
Menghitung Upah Riil
Cara paling mudah untuk
menghitung upah riil adalah dengan mengurangi upah nominal dari inflasi. Ini
berarti mengambil perubahan upah nominal dari bulan ke bulan, atau pendapatan
mingguan rata-rata, dikurangi tingkat inflasi bulan ke bulan, yaitu perubahan
indeks harga konsumen dari bulan ke bulan, dalam metode penghitungan Biro
Statistik Tenaga Kerja.
Misalnya, indeks harga konsumen
naik 0,6% sementara pendapatan mingguan rata-rata bulan tertentu naik 0,8%. Ini
menunjukkan kenaikan pendapatan riil sebesar 0,2%, jauh lebih rendah dari
kenaikan tingkat nominal tanpa memperhitungkan tingkat inflasi.
Salah satu faktor yang sangat
penting dalam menentukan nilai aktual upah, atau daya beli, adalah inflasi.
Ketika inflasi naik lebih cepat daripada laju upah nominal, orang merasa lebih
kaya, yang dapat mendorong mereka untuk membelanjakan lebih sedikit, yang pada
gilirannya dapat menghentikan pertumbuhan ekonomi.
Rumus Upah Riil:
Upah Riil = Upah Nominal (Perubahan Bulan ke bulan) –
Tingkat Inflasi (Perubahan Bulan ke Bulan)
· Tingkat
Produktivitas dan Upah Riil
a. Peranan
Produktivitas dalam Menentukan Upah
Di negara-negara maju, ada
korelasi yang kuat antara peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil
mereka.
b. Sumber-sumber
Kenaikan Produktivitas
Produksi yang dihasilkan oleh
seorang karyawan pada suatu waktu tertentu disebut produktivitas. Beberapa
komponen, antara lain:
1) Kemajuan
teknologi menghasilkan.
2) Perbaikan
karakteristik tenaga kerja.
3) Perbaikan
dalam cara perusahaan dan masyarakat beroperasi.
· Penentuan
Upah di Pasar Persaingan Sempurna dan Monopsoni
a. Persaingan
Sempurna dalam Pasar Tenaga Kerja
Permintaan dan penawaran tenaga
kerja di pasar ini tidak berbeda dengan barang. Artinya, semakin tinggi atau
rendah upah tenaga kerja, semakin banyak atau kurang permintaan tenaga kerja.
b. Pasar
Tenaga Kerja Monopsoni
Monopsoni adalah ketika
perusahaan memiliki monopoli karena hanya ada satu pembeli tenaga kerja.
Syaratnya adalah MCL = MRP untuk menentukan keadaan di mana keseimbangan
penggunaan tenaga kerja tercapai.
· Penentuan
Upah di Pasar Monopoli dan Monopoli Bilateral
a. Monopoli
dalam Pasar Tenaga Kerja
Tenaga kerja dapat bergabung
dalam serikat buruh atau persatuan pekerja untuk mendapatkan upah dan fasilitas
non-finansial yang lebih baik. Serikat buruh dibentuk agar para pekerja dapat
bekerja sama untuk berbicara atau menuntut syarat kerja tertentu dengan
pengusaha. Setelah mencapai kesepakatan dengan anggota-anggotanya, pemimpin
persatuan pekerja akan menuntut kompensasi dari pengusaha serta syarat-syarat
kerja lain, yang meliputi:
- menuntut
gaji yang lebih tinggi daripada yang dapat dicapai dalam kondisi permintaan dan
penawaran yang seimbang.
- Mengurangi
ketersediaan tenaga kerja.
- Menjalankan
upaya untuk meningkatkan permintaan tenaga kerja.
b. Pasar
Tenaga Kerja Monopoli Bilateral
Upah di pasar monopsoni lebih
rendah daripada di pasar persaingan sempurna, sementara di pasar di mana
pekerja memiliki monopoli, upah lebih tinggi.
Dalam pasar monopoli bilateral,
penentuan upah didasarkan pada perundingan antara kedua belah pihak; dalam
pasar tenaga kerja di mana hanya satu perusahaan yang mempekerjakan tenaga
kerja, pihak yang lebih kuat akan menentukan tingkat upah yang berlaku.
· Faktor-faktor
yang Menimbulkan Perbedaan Upah
Faktor-faktor berikut bertanggung
jawab atas perbedaan upah antara karyawan yang bekerja pada jenis pekerjaan
tertentu dan di antara berbagai golongan pekerjaan:
1) Tidak
semua pekerjaan memiliki permintaan dan penawaran yang sama. Pekerjaan dengan
penawaran yang tinggi tetapi permintaan yang rendah akan mendapatkan upah yang
rendah, sedangkan pekerjaan dengan penawaran yang tinggi tetapi permintaan yang
rendah akan mendapatkan upah yang tinggi.
2) Jenis
pekerjaan yang berbeda Setiap pekerjaan memiliki risikonya sendiri. Pekerjaan
dengan risiko yang tinggi, seperti pertambangan atau nuklir, akan menghasilkan
gaji yang tinggi, sementara pekerjaan dengan risiko yang lebih rendah, seperti
perawatan kebersihan, akan menghasilkan gaji yang lebih rendah.
3) Perbedaan
antara pendidikan, keahlian, dan kemampuan
4) Pertimbangan
terkait keuangan seperti biaya tempat tinggal, jarak antara tempat kerja dan
tempat tinggal, dan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke tempat kerja
5) ketidaksempurnaan
dalam bagaimana tenaga kerja dapat bergerak.
Asri, Nur Ainun, dkk. 2023. Ekonomi
Sumber Daya Manusia. Serang Banten: PT Sada Kurnia Pustaka.