Langsung ke konten utama

BAB VII. BENTUK-BENTUK PASAR

BENTUK-BENTUK PASAR

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)

Pasar persaingan sempurna adalah pasar atau industri di mana tidak ada satu pun penjual atau pembeli yang dapat mempengaruhi keadaan pasar.

-   Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :

1)   Terdiri atas banyak penjual dan pembeli.

2)   Ada fleksibilitas untuk membuka dan menutup bisnis. (Free Entry and Free Exit)

3)   Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen.

4)   Pembeli dan penjual memiliki pemahaman yang sangat baik tentang pasar.

5)   Mobilitas uang sangat ideal.

-   Kebaikan-kebaikan pasar persaingan sempurna:

a)   Kebebasan bertindak dan memilih persaingan sempurna mencegah kekuasaan dipegang oleh kelompok kecil orang.

b)   Di pasar yang bebas, tidak ada yang memiliki otoritas untuk menetapkan harga, jumlah produksi, dan jenis produk.

-   Keburukan-keburukan pasar persaingan sempurna:

a)     Tidak ada persaingan sempurna yang mendorong kreativitas.

b)     Biaya sosial kadang-kadang muncul dari persaingan sempurna.

c)     Membatasi pilihan pelanggan.

d)     Dalam pasar persaingan sempurna, harga mungkin lebih mahal.

e)     Tidak selalu distribusi pendapatan sama.

Ø Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek pada Persaingan Sempurna

Ada biaya tetap dan biaya variabel dalam jangka pendek. Keuntungan adalah perbedaan antara TR dan TC. Saat keduanya mencapai kondisi maksimum, kondisi keuntungan yang tertinggi tercapailah. Pada tingkat produksi di mana MR sama dengan MC, peningkatan keuntungan juga dapat dicapai. Dalam jangka pendek, dikenal adanya biaya tetap (FC) yang dihasilkan oleh penggunaan input tetap dan biaya variable (VC) yang dihasilkan oleh penggunaan input variable.

·     Revenue (Penerimaan)

Penerimaan (Revenue) yaitu penerimaan yang dihasilkan dari penjualan produknya.

-        Macam-macam Penerimaan:

1.     Permintaan Total (Total Revenue/TR)

Penerimaan yang diperoleh dari jumlah barang yang terjual pada tingkat harga tertentu disebut penerimaan total.

TR = P x Q

Keterangan:

P       = Harga (price)

Q      = Jumlah (quantity)

2.     Penerimaan Rata-rata (Average Revenue/AR)

Total penerimaan dibagi dengan jumlah barang yang dijual adalah rata-rata penerimaan.

AR =  TR/Q

atau

AR = TR/Q = (P x Q)/Q = P

3.     Penerimaan Marginal (Marginal Revenue/MR)

Peningkatan penerimaan total (TR) sebagai bertambahnya satu unit output disebut penerimaan marginal.

MR = TR/Q atau MR = TR’

Keterangan:

TR’ = Turunan dari fungsi TR

·     Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market)

Pada suatu pasar, ada perusahaan minyak yang mempekerjakan banyak orang. Ini berdampak pada harga minyak di pasar.

Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market) adalah salah satu jenisnya, dan akan terbentuk jika salah satu syarat pasar sempurna tidak terpenuhi.

a.    Pasar Monopoli

Pasar monopoli didefinisikan sebagai situasi pasar di mana hanya ada satu perusahaan yang menjual komoditi atau barang tersebut dan tidak ada pengganti yang sangat mirip atau serupa. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI), dan Perusahaan Air Minum (PDAM) adalah contoh pasar monopoli di Indonesia.

b.   Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli terdiri dari dua bisnis atau dua penjual saja yang menjual produk serupa. Produk yang dijual dapat berupa produk yang identik (homogen) atau produk yang terdiferensiasi. Homogen, misalnya, menjual besi, sedangkan produk yang terdiferensiasi adalah produk yang memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya, setiap produk telepon seluler memiliki berbagai ukuran, berat, model, dan fitur.

c.    Pasar Persaingan Monopolistik

Jarang sekali kita melihat pasar monopoli atau persaingan yang sempurna dalam kehidupan sehari-hari. Di antara pasar monopoli dan persaingan sempurna, jenis pasar monopolistik adalah yang paling umum.

Dianggap mengandung persaingan sempurna karena dalam pasar monopolistik, banyak penjual dan perusahaan memiliki pangsa pasar yang cukup besar sehingga mereka tidak dapat mempengaruhi pasar. Akibatnya, ada banyak perusahaan di industri.

Produk yang dijual membedakan pasar monopolistik dari pasar persaingan sempurna. Pada pasar persaingan sempurna, produk yang dijual adalah identik (sama), tetapi pada pasar monopolistik, itu adalah produk yang berbeda.

Penjual dan bisnis telah dimotivasi untuk melakukan persaingan non-harga melalui iklan, diskon, dan hadiah. Oleh karena itu, berbeda dengan persaingan sempurna di mana produsen tidak memberikan pertimbangan kepada konsumen saat mereka memilih produk, dalam pasar monopolistik, produsen suatu produk menjadi sangat penting bagi konsumen.

-       Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik:

1)    Pada pasar persaingan monopolistik, ada banyak penjual dan pembeli, tetapi tidak sebanyak di pasar pasar persaingan sempurna.

2)     Produk yang diperjualbelikan adalah produk yang berbeda dari yang lain.

3)     Penjual memiliki kebebasan untuk masuk dan keluar pasar.

4) Perusahaan lebih cenderung melakukan persaingan non-harga, seperti iklan, untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap produk mereka.

 

https://id.scribd.com/document/462412575/MAKALAH-pasar-persaingan-sempurna.

Nuraini, Ida. 2016. Pengantar Ekonomi Mikro. Malang: UMM Press.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...