Langsung ke konten utama

BAB VI. TEORI ONGKOS PRODUKSI

TEORI ONGKOS PRODUKSI

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 

·     Definisi Biaya (Cost)

Biaya Produksi adalah biaya yang harus ditanggung pemilik bisnis untuk mencapai hasil yang diinginkan. Biaya dalam produksi adalah jumlah uang atau modal yang harus dimiliki perusahaan untuk menyediakan barang atau jasa tertentu. Biaya manufaktur atau biaya produk bersih adalah masalah bagi bisnis sebelum menentukan harga penjualan.

·     Biaya Produksi Jangka Pendek

Suatu jangka waktu yang sedemikian pendeknya sehingga produsen dapat mengubah variable cost-nya tanpa mengubah fixed cost-nya.

a.    Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya wajib yang harus dikeluarkan, kalau tidak dikeluarkan akan menghambat produksi.

Contoh: Biaya sewa gedung.

Ciri-ciri:

1)     Pengeluaran yang tetap dan sama di setiap kesempatan.

2)     Tidak dapat berubah dalam jangka pendek.



Biaya tetap (Fixed Cost) dibagi menjadi 2:

1.     Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost/TFC)

Seluruh biaya tetap yang harus dikeluarkan dalam jumlah yang sama selama produksi jumlah barang tertentu disebut biaya tetap total.

2.     Biaya Tetap Rata-rata (Average Fixed Cost/AFC)

Biaya tetap yang harus dikeluarkan per unit barang disebut sebagai biaya tetap rata-rata.

Rumus:

AFC = TFC/Q

Keterangan:

AFC : Average Fixed Cost

TFC : Total Fixed Cost

Q      : Quantity (jumlah barang yang diproduksi)



b.   Biaya Variabel (Variable Cost)

Semakin besar jumlah output yang ingin dihasilkan, semakin besar variable cost.

Contoh: upah buruh, sewa mesin, bahan baku.

Ciri-ciri:

1)     Pengeluaran yang dapat berubah tergantung kebutuhan produksi.

2)     Dapat berubah dalam jangka pendek.

Biaya variabel dibagi menjadi 2:

1.     Biaya Variabel Total (Total Variable Cost/TVC)

Seluruh biaya variabel yang harus dikeluarkan selama proses pembuatan produk dalam jumlah tertentu disebut sebagai biaya variabel total.

2.     Biaya Variabel Rata-rata (Average Variable Cost/AVC)

Biaya variabel yang harus dikeluarkan per unit produk disebut sebagai biaya variabel rata-rata.

Rumus:

AVC = TVC/Q

Keterangan:

AVC : Average Variable Cost

TVC : Total Variable Cost

Q      : Quantity (Jumlah barang yang diproduksi)


c.    Biaya Total (Total Cost)

Jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh produsen untuk menghasilkan output dikenal sebagai biaya total, yang dihitung dengan menggabungkan biaya tetap total (TFC) dan biaya variabel (TVC).

Rumus:

TC = TFC + TVC

Keterangan:

TC          : Total Cost

TFC        : Total Fixed Cost

TVC       : Total Variable Cost



d.   Biaya Rata-rata (Average Cost/AC)

Biaya rata-rata (AC) adalah biaya yang dikeluarkan produsen untuk setiap satu unit barang. Semakin banyak barang yang diproduksi, biaya rata-rata (AC) akan menurun sampai mencapai titik terendah pada jumlah produksi tertentu. Namun, jika jumlah produksi ditingkatkan lagi, biaya rata-rata (AC) akan naik kembali.

Rumus:

AC = TC/Q   atau  AC = AFC + AVC

Keterangan:

AC          : Average Cost

TC          : Total Cost

AFC        : Average Fixed Cost

AVC       : Average Variable Cost

Q            : Quantity (jumlah produksi)



e.    Biaya Marjinal/Marginal Cost (MC)

Jika satu unit produksi ditambah atau dikurangi, biaya marjinal adalah perubahan biaya total (ATC). Dengan kata lain, biaya marginal (MC) adalah tambahan atau penurunan biaya jika produsen menambah atau mengurangi satu unit produksi. MC awalnya menurun, tetapi kemudian meningkat seiring dengan jumlah produk yang dibuat.

Rumus:

MC = TC/Q

Keterangan:

MC         : Marginal Cost

TC       : Perubahan biaya total

Q         : Perubahan quantity


·     Biaya Produksi Jangka Panjang

a.    Cara Meminimumkan Ongkos dalam Jangka Panjang

·     Pengelolaan Keuangan : Membuat rencana keuangan yang sehat. Pertimbangkan investasi dan tabungan.

·     Pemilihan Tempat Tinggal : Mengakui kebutuhan untuk tinggal di tempat yang lebih sesuai dengan biaya hidup yang wajar.

·     Transportasi : Gunakan transportasi umum, bawa perangkat mobile, atau investasikan dalam transportasi yang lebih efisien.

·     Energi dan Air : Mengurangi energi dan air dengan mengotomatisasi perangkat listrik yang tidak aktif dan meminimalkan udara kebocoran.

·     Belanja Cerdas : Sebelum melakukan pembelian, bandingkan harga, periksa untuk diskonfirmasi, dan dapatkan bijak.

·     Penggunaan Teknologi : Gunakan teknologi untuk membandingkan harga, mencari kesepakatan terbaik, dan mengelola anggaran.

·     Pendidikan dan Pelatihan : Berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan yang dapat meningkatkan potensi keberhasilan Anda.

·     Asuransi : Dapatkan asuransi yang tepat untuk melindungi diri Anda dari risiko keuangan.

·     Investasi Jangka Panjang : Investasikan uang Anda dalam portofolio yang dapat tumbuh seiring waktu, seperti saham atau obligasi.

·     Rencana Pensiun : Buatlah rencana keuangan yang kuat sehingga Anda dapat memastikan usia pensiun yang stabil.

 

Perhatikan bahwa mengurangi jumlah limbah dalam panjang membutuhkan disiplin dan ketekunan. Hal ini juga penting untuk terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi trading Anda sesegera mungkin.

b.   Kurva Ongkos Total Rata-rata Jangka Panjang

Biaya total rata-rata jangka panjang adalah metrik bisnis yang menunjukkan biaya rata-rata per unit output dalam jangka panjang, di mana semua input dianggap variabel dan skala produksi dapat berubah. Kurva biaya rata-rata jangka panjang menunjukkan biaya total terendah untuk menghasilkan tingkat output tertentu dalam jangka panjang. Ini karena biaya unit jangka panjang hampir selalu lebih kecil daripada biaya unit jangka pendek. Batas bawah LRATC (Long-Run Average Total Cost) adalah tujuan manajemen perusahaan dan investor.

-       Memahami Biaya Total Rata-rata Jangka Panjang

Misalnya, jika sebuah perusahaan manufaktur membangun pabrik baru yang lebih besar untuk produksi, diasumsikan bahwa LRATC per unit akan menjadi lebih rendah dibandingkan pabrik lama karena perusahaan tersebut memanfaatkan skala ekonomi atau keunggulan biaya yang diperoleh dari pabrik baru. mengembangkan skala produksi. Biaya rata-rata berkurang, produksi lebih efisien, dan perusahaan menjadi lebih kompetitif ketika skala produksi buruk. Hal ini disebut sebagai permainan jumlah positif, atau permainan jumlah positif, dan dapat menghasilkan harga yang lebih rendah dan keuntungan yang lebih besar untuk kedua pembeli dan produsen.

-       Bagaimana Memvisualisasikan Biaya Total Rata-rata Jangka Panjang

Perhitungan LRATC dapat digambarkan sebagai kurva yang menunjukkan biaya terendah yang dapat dicapai perusahaan untuk setiap tingkat output dalam jangka waktu tertentu. Bentuk kurva ini sangat mirip dengan kurva yang digunakan untuk menghitung biaya total rata-rata jangka pendek. Ketika perusahaan meningkatkan efisiensi, LRATC dapat dianggap sebagai rangkaian kurva jangka pendek. Kurva dapat dibagi menjadi tiga fase atau bagian. Pengembangan bisnis yang lebih efisien mengurangi biaya produksi selama skala ekonomi awal kurva.

Pada tahap awal pengembangan dan perakitan produk, biaya akan jauh lebih besar. Sifat biaya semakin bergeser ke arah produksi produk yang sedang berlangsung karena semakin banyak pabrik dan lini produksi yang diperkenalkan. Semakin mudah bagi bisnis untuk menghidupkan kembali dan menjalankan operasinya, sehingga biaya tersebut berkurang.

Pada akhirnya, perusahaan akan mengalami skala hasil yang konsisten sambil mengejar efisiensi puncak. Dengan membeli bahan baku dalam jumlah yang semakin banyak, biaya perolehannya dapat dikurangi. Selain itu, seiring dengan ritme pengembangan dan aliran produksi, proses yang digunakan perusahaan untuk membuat produknya dapat menjadi lebih stabil dan efisien.

Jika bisnis terus meningkatkan produksinya, biaya akan meningkat dan skala diseconomies akan menjadi faktor. Bisnis tersbeut dapat memperlambat pengambilan keputusan dan produksi secara keseluruhan karena birokrasi dan sistem manajemen baru, meskipun mereka mungkin mengganggu operasinya. Pada tahap ini, peningkatan operasi akan menyebabkan peningkatan biaya karena penurunan efisiensi operasi.

-       Contoh Biaya Total Rata-rata Jangka Panjang

Misalnya, meskipun biaya produksi sebuah game sangat tinggi di industri video game, biaya pembuatan salinan game setelah diproduksi masih cukup besar. Dalam jangka panjang, biaya total perusahaan akan turun ketika perusahaan dapat membangun dirinya sendiri, memperluas basis pelanggan untuk permainan tertentu, dan meningkatkan permintaan untuk permainan tersebut.


c.    Skala Ekonomis dan Tidak Ekonomis

Skala Ekonomis:

Apabila pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata (AC) menjadi semakin rendah.

-          Spesialisasi faktor produksi.

-          Pengurangan harga barang mentah.

-          Memungkinkan produksi sampingan.

-          Mendorong perkembangan usaha lain.

Skala Tidak Ekonomis:

-          Jika pertumbuhan produksi menghasilkan biaya produksi rata-rata (AC) yang lebih tinggi, itu akan menjadi lebih tinggi.

-          Biasanya, ini terjadi pada bisnis yang sudah cukup besar, menyebabkan kerumitan di dalam perusahaan.

 

Kurva Biaya Jangka Panjang: Biaya Total, Rata-Rata dan Marginal https://g.co/kgs/1UvBJ3.

Q FC VC TC AFC AVC ATC MC http://s2ekopert.ulm.ac.id/wp-content/uploads/BIAYA-PRODUKSI-YAZ2.pptx.

MIKRO EKONOMI OLEH PROF. DR. H. BENNY GUNAWAN https://lms-paralel.esaunggul.ac.id/mod/resource/view.php?id=301880.

teori-biaya.pdf - Zulkifli Alamsyah Blog http://zalamsyah.staff.unja.ac.id/wp-content/uploads/sites/286/2016/04/teori-biaya.pdf.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...