Langsung ke konten utama

BAB V. PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI

PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Organisasi Perusahaan

a.    Perusahaan Perorangan

Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dijalankan dan dimodali oleh satu orang saja sebagai pemilik dan penanggung jawab. Perusahaan ini telah lama diterima sebagai jenis usaha yang umum di masyarakat.

b.   Perusahan Firma (Perkongsian)

Perusahan firma merupakan suatu badan usaha yang namanya ditentukan berdasarkan nama bersama. Firma perusahaaan tidak tergolong ke dalam badan hukum karena namanya ditentukan berdasarkan nama bersama. Orang-orang, bukan modal, adalah yang paling penting dalam asosiasi orang. Nama bersama mengacu pada nama sekutu atau mitranya.

c.    Perusahaan Perseroan Terbatas

Perseoran Terbatas adalah suatu badan hukum yang digunakan untuk menjalankan bisnis dengan modal yang terdiri dari saham, di mana setiap pemilik memiliki bagian sebanyak saham yang mereka miliki.

·     Fungsi Produksi dengan Satu Input Variable

§  Produk Total dengan Variabel Labour (L)

Jumlah total semua hasil produksi dalam periode tertentu disebut produk total. Banyak variabel faktor produksi yang digunakan akan memengaruhi produk total. Sebagai contoh, kurva total produksi, juga dikenal sebagai Total Product (TP), dapat dirumuskan sebagai berikut:

TP = f (x)

Keterangan:

TP = Output total atau jumlah produksi total

X   = Jumlah input variabel faktor produksi yang digunakan

Sebagai contoh, jika satu jenis input variabel produksi, seperti tenaga kerja atau butuh, digunakan, itu dapat ditulis sebagai berikut:

Q = f (L)

Keterangan:

Q = Tingkat output

L = Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan

Dari rumus fungsi di atas dapat digambarkan kurva produksi total sebagai berikut:

 

Dalam proses produksi di mana hanya ada satu variabel faktor produksi yang dimasukkan, hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang, juga dikenal sebagai The Law of Diminishing Return, menyatakan bahwa output yang diterima dari proses produksi akan semakin menurun jika input variabel faktor produksi yang digunakan terus meningkat.

Karena variabel faktor produksi yang digunakan semakin besar, output terus memperoleh nilai, sedangkan faktor produksi tetap. Jika ini dilakukan secara konsisten, total produksi juga akan mengalami penurunan nilai, karena faktor produksi tetap semakin lama nilainya akan habis. Hal ini juga ditunjukkan pada kurva produksi keseluruhan yang hanya memasukkan faktor produksi satu, yaitu Labour (L) yang sudah dijelaskan di atas. Misalnya, faktor produksi mesin teknologi pembuatan mi dengan kapasitas tertentu adalah jika mesin tersebut digunakan secara terus-menerus untuk memproduksi mi dalam jangka waktu tertentu. Dalam jangka waktu tertentu, mesin tersebut akan mengalami penurunan kapasitas atau tidak dapat digunakan lagi untuk memproduksi mi karena faktor uang atau usia mesin.

Hukum hasil lebih yang semakin berkurang berlaku dalam teori produksi dengan variabel satu input, yaitu tenaga kerja. Hukum ini menjelaskan sifat penting dari hubungan antara tingkat produksi dan tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan produksi. Jika faktor produksi diubah secara proporsional, maka hukum hasil lebih yang semakin berkurang berlaku.

§  Produksi Rata-rata atau Average Product (AP)

Jumlah total produksi dibagi dengan faktor produksi yang digunakan selama proses produksi disebut produksi rata-rata. Ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

AP = Q/L

Keterangan:

AP = Average Product atau jumlah rata-rata produksi oleh setiap tenaga kerja

Q = Output total atau jumlah hasil produksi

L = Labour atau jumlah tenaga kerja yang digunakan

Dari rumus fungsi di atas dapat digambarkan kurva produksi rata-rata sebagai berikut:

 

§  Produksi Marginal atau Marginal Product (MP)

Tambahan total hasil produksi yang dihasilkan dari menambah jumlah variabel faktor produksi yang digunakan disebut produksi marginal. Dengan demikian, fungsi produksi marginal dapat dirumuskan sebagai berikut:

§  Produksi Total, Rata-rata, dan Marginal

Berikut ini gambar dan penjelasan mengenai kurva produksi total, rata-rata, dan marginal.

Gambar kurva di atas menunjukkan bahwa peristiwa terjadi pada tiap tahap. Masing-masing tahap menunjukkan elastisitas produksi, masing-masing dengan nilai yang berbeda. Elastisitas produksi (Ep) dalam kasus ini adalah rasio perubahan output yang dihasilkan oleh perubahan input yang digunakan. Akibatnya, fungsi Ep dapat dirumuskan sebagai berikut:

EP = Q/L = Q/L

Keterangan:

-          Merupakan formulasi MP, jadi ukuran Ep tergantung pada nilai MP.

-          Pada diagram kurva di atas, tahap I menunjukkan bagian input variabel atau tenaga kerja yang masih sedikit sedangkan outputnya relatif besar. Oleh karena itu, TP, MP, dan AP akan terus bertambah nilai jika input variabel terus ditambah.

-          Tahap II Produksi total (TP) naik terus hingga mencapai titik optimum, maksimum, atau tertinggi, sedangkan AP dan MP turun terus hingga MP mencapai titik nol.

-          Sementara jumlah tenaga kerja meningkat di Tahap III, TP, AP, dan MP menurun, atau kurva MP jatuh di bawah garis awal atau nol.

·     Fungsi Produksi dengan Dua Input Variable

-          Produksi dengan Kombinasi Variabel Modal (Capital) dan Tenaga Kerja (Labour)

Merupakan kombinasi dari dua variabel faktor produksi untuk menghasilkan output atau hasil yang sama. Jika suatu perusahaan ingin meningkatkan hasil produksinya, dua variabel input tersebut harus ditambahkan, seperti jumlah modal dan tenaga kerja atau peralatan. Fungsi persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:

Q = f (L, C)

Kurva isoquant dalam teori produksi dengan dua variabel input menunjukkan hasil produksi yang sama dan kurva isocost menunjukkan biaya untuk proses produksi yang sama.

-          Kurva Produksi Sama (Isoquant Curve)

Isoquant adalah kurva yang menggabungkan dua variabel input untuk menghasilkan output atau hasil produksi yang sama. Kurva isoquant dari kombinasi variabel ini, yaitu modal dan tenaga kerja, digambarkan di bawah ini.

Keterangan:

ü  Kurva memiliki slope negatif dan cembung ke titik origin.

ü  Kurva tidak saling berpotongan satu sama lain.

ü  Garis kurva terluar lebih disukai daripada yang dekat dengan tidak origin karena tingkat produksi yang dihasilkan lebih banyak atau Q1 < Q2 atau Q2 > Q1.

Untuk mencapai tujuan memperoleh keuntungan yang maksimal, produsen melakukan kegiatan produksi dengan jumlah output yang diproduksi seefektif mungkin dan menentukan jumlah output tersebut. Mereka juga menggabungkannya dengan input yang diinginkan sehingga kombinasi input yang digunakan dapat disesuaikan dengan jumlah output yang akan dihasilkan.

-          Garis Ongkos Sama (Isocost)

Isocost merupakan kurva yang menunjukkan berapa banyak biaya yang dibayar produsen selama proses produksi dalam waktu tertentu. Berikut adalah gambar dan penjelasan kurva isocost untuk dua variabel input, yaitu capital dan labour.

Keterangan:

Kurva memiliki slope negatif, sehingga untuk meningkatkan jumlah output, Anda harus menggunakan kombinasi faktor produksi atau input dengan tingkat pengeluaran biaya yang sama pada harga input yang tetap. Sebaliknya, jika variabel input ditambah terus menerus, output akan berkurang.

·     Meminimumkan Ongkos

1.   Rencanakan kebutuhan bahan baku

Bahan baku adalah komponen penting yang harus selalu ada dalam proses produksi karena tanpanya proses akan tertunda dan mengakibatkan kerugian. Oleh karena itu, Anda harus merencanakan jumlah bahan baku yang diperlukan.

Ini adalah salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi dalam jangka panjang. Anda bisa mulai dengan membuat grafik rata-rata penjualan harian dengan data penjualan. Kemudian, jumlahkan kedua data tersebut dan gunakan hasilnya sebagai referensi untuk menentukan jumlah bahan baku yang Anda butuhkan.

2.   Gunakan bahan baku dengan bijak

Menggunakan bahan baku dengan cermat adalah cara yang kedua untuk mengoptimalkan biaya produksi. Gunakan bahan baku sesuai porsinya masing-masing setelah Anda membuat rencana kebutuhan tadi.

Artinya, meskipun ada banyak bahan baku, Anda tidak boleh terlalu boros. Tanggal kadaluarsa bahan baku yang digunakan harus diperhatikan saat menghitung biaya produksi.

Dengan menggunakan bahan baku yang akan habis dalam waktu dekat, Anda dapat mengurangi biaya produksi dalam jangka panjang. untuk menghindari kehilangan bahan baku dan kerugian.

3.   Menekan biaya overhead

Mengawasi biaya overhead yang terkait langsung dengan proses produksi adalah cara terbaik untuk mengurangi biaya produksi perusahaan. Beberapa pengusaha tidak mempertimbangkan biaya overhead, tetapi ini adalah cara terbaik untuk mengoptimalkan biaya produksi perusahaan. seperti biaya listrik, telepon, biaya peralatan, gaji karyawan, dll.

4.   Perawatan peralatan produksi

Salah satu investasi yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah peralatan produksi; jika Anda rajin merawatnya, Anda dapat mengoptimalkan biaya produksi dengan mengurangi biaya perbaikan atau penggantian.

5.   Upah tenaga kerja

Anda bisa memberikan upah yang wajar sesuai dengan lingkungan kerja dan kebutuhan karyawan; Anda juga bisa berbicara dengan tim keuangan untuk menentukan besaran upah yang diterima karyawan.

6.   Menurunkan biaya produksi

Menurunkan biaya produksi adalah cara untuk mengurangi biaya bisnis lainnya. Namun, pastikan anggaran yang tersedia cukup untuk kegiatan produksi lainnya sehingga semuanya berjalan lancar.

7.   Menurunkan jumlah produksi

Pengurangan biaya produksi sebelumnya dapat digunakan untuk menurunkan jumlah produksi. Namun, lakukan ini dengan bijak dan wajar karena Anda harus mempertimbangkan jumlah dan kualitas produk yang akan dipasarkan dan menyesuaikannya dengan biaya produksi yang tersedia.

8.   Menurunkan nilai investasi

Meskipun investasi dapat memaksimalkan keuangan perusahaan, Anda harus menurunkan nilai investasi untuk mengoptimalkan biaya produksi lainnya.

9.   Mengubah kebiasaan

Mengubah kebiasaan adalah cara lain untuk mengoptimalkan biaya produksi. Anda bisa menurunkan biaya jika sebelumnya Anda sering mengadakan rapat di tempat mahal. Anda juga bisa mencoba mencari supplier bahan baku yang lebih murah, mengatur jam lembur dengan lebih efisien, menghilangkan program bisnis yang dianggap tidak efisien, dan mengurangi jumlah kontraktor dan konsultan yang Anda gunakan.

 


 Rizki, Ahmad Sridadi. 2009. Aspek Hukum Dalam Bisnis. Surabaya: Airlangga University Press.

Isnayati. 2023. Pengantar Ekonomi Mikro & Makro. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...