PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI
· Organisasi
Perusahaan
a. Perusahaan
Perorangan
Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dijalankan
dan dimodali oleh satu orang saja sebagai pemilik dan penanggung jawab.
Perusahaan ini telah lama diterima sebagai jenis usaha yang umum di masyarakat.
b. Perusahan
Firma (Perkongsian)
Perusahan firma merupakan suatu badan usaha yang namanya
ditentukan berdasarkan nama bersama. Firma perusahaaan tidak tergolong ke dalam
badan hukum karena namanya ditentukan berdasarkan nama bersama. Orang-orang,
bukan modal, adalah yang paling penting dalam asosiasi orang. Nama bersama
mengacu pada nama sekutu atau mitranya.
c. Perusahaan
Perseroan Terbatas
Perseoran Terbatas adalah suatu badan hukum yang
digunakan untuk menjalankan bisnis dengan modal yang terdiri dari saham, di
mana setiap pemilik memiliki bagian sebanyak saham yang mereka miliki.
· Fungsi
Produksi dengan Satu Input Variable
§ Produk
Total dengan Variabel Labour (L)
Jumlah total semua hasil produksi dalam periode tertentu
disebut produk total. Banyak variabel faktor produksi yang digunakan akan
memengaruhi produk total. Sebagai contoh, kurva total produksi, juga dikenal
sebagai Total Product (TP), dapat dirumuskan sebagai berikut:
TP = f (x)
Keterangan:
TP = Output total atau jumlah produksi total
X = Jumlah input
variabel faktor produksi yang digunakan
Sebagai contoh, jika satu jenis input variabel produksi,
seperti tenaga kerja atau butuh, digunakan, itu dapat ditulis sebagai berikut:
Q = f (L)
Keterangan:
Q = Tingkat output
L = Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
Dari rumus fungsi di atas dapat digambarkan kurva produksi total sebagai berikut:
Dalam proses produksi di mana
hanya ada satu variabel faktor produksi yang dimasukkan, hukum pertambahan
hasil yang semakin berkurang, juga dikenal sebagai The Law of Diminishing
Return, menyatakan bahwa output yang diterima dari proses produksi akan
semakin menurun jika input variabel faktor produksi yang digunakan terus
meningkat.
Karena variabel faktor produksi
yang digunakan semakin besar, output terus memperoleh nilai, sedangkan faktor
produksi tetap. Jika ini dilakukan secara konsisten, total produksi juga akan
mengalami penurunan nilai, karena faktor produksi tetap semakin lama nilainya
akan habis. Hal ini juga ditunjukkan pada kurva produksi keseluruhan yang hanya
memasukkan faktor produksi satu, yaitu Labour (L) yang sudah dijelaskan
di atas. Misalnya, faktor produksi mesin teknologi pembuatan mi dengan
kapasitas tertentu adalah jika mesin tersebut digunakan secara terus-menerus
untuk memproduksi mi dalam jangka waktu tertentu. Dalam jangka waktu tertentu, mesin
tersebut akan mengalami penurunan kapasitas atau tidak dapat digunakan lagi
untuk memproduksi mi karena faktor uang atau usia mesin.
Hukum hasil lebih yang semakin
berkurang berlaku dalam teori produksi dengan variabel satu input, yaitu tenaga
kerja. Hukum ini menjelaskan sifat penting dari hubungan antara tingkat
produksi dan tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan produksi. Jika
faktor produksi diubah secara proporsional, maka hukum hasil lebih yang semakin
berkurang berlaku.
§ Produksi
Rata-rata atau Average Product (AP)
Jumlah total produksi dibagi dengan faktor produksi yang
digunakan selama proses produksi disebut produksi rata-rata. Ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
AP = Q/L
Keterangan:
AP = Average Product atau jumlah rata-rata
produksi oleh setiap tenaga kerja
Q = Output total atau jumlah hasil produksi
L = Labour atau jumlah tenaga kerja yang digunakan
Dari rumus fungsi di atas dapat digambarkan kurva produksi rata-rata sebagai berikut:
§ Produksi
Marginal atau Marginal Product (MP)
Tambahan total hasil produksi yang dihasilkan dari menambah jumlah variabel faktor produksi yang digunakan disebut produksi marginal. Dengan demikian, fungsi produksi marginal dapat dirumuskan sebagai berikut:
§ Produksi
Total, Rata-rata, dan Marginal
Berikut ini gambar dan penjelasan mengenai kurva produksi total, rata-rata, dan marginal.
Gambar kurva di atas menunjukkan bahwa peristiwa terjadi
pada tiap tahap. Masing-masing tahap menunjukkan elastisitas produksi,
masing-masing dengan nilai yang berbeda. Elastisitas produksi (Ep) dalam kasus
ini adalah rasio perubahan output yang dihasilkan oleh perubahan input yang
digunakan. Akibatnya, fungsi Ep dapat dirumuskan sebagai berikut:
EP = △Q/△L = Q/L
Keterangan:
-
Merupakan formulasi MP, jadi ukuran Ep tergantung pada
nilai MP.
-
Pada diagram kurva di atas, tahap I menunjukkan bagian
input variabel atau tenaga kerja yang masih sedikit sedangkan outputnya relatif
besar. Oleh karena itu, TP, MP, dan AP akan terus bertambah nilai jika input
variabel terus ditambah.
-
Tahap II Produksi total (TP) naik terus hingga mencapai
titik optimum, maksimum, atau tertinggi, sedangkan AP dan MP turun terus hingga
MP mencapai titik nol.
-
Sementara jumlah tenaga kerja meningkat di Tahap III, TP,
AP, dan MP menurun, atau kurva MP jatuh di bawah garis awal atau nol.
· Fungsi
Produksi dengan Dua Input Variable
-
Produksi dengan Kombinasi Variabel Modal (Capital) dan
Tenaga Kerja (Labour)
Merupakan kombinasi dari dua variabel faktor produksi
untuk menghasilkan output atau hasil yang sama. Jika suatu perusahaan ingin
meningkatkan hasil produksinya, dua variabel input tersebut harus ditambahkan,
seperti jumlah modal dan tenaga kerja atau peralatan. Fungsi persamaannya dapat
ditulis sebagai berikut:
Q = f (L, C)
Kurva isoquant dalam teori produksi dengan dua
variabel input menunjukkan hasil produksi yang sama dan kurva isocost
menunjukkan biaya untuk proses produksi yang sama.
-
Kurva Produksi Sama (Isoquant Curve)
Isoquant adalah kurva yang menggabungkan dua variabel input untuk menghasilkan output atau hasil produksi yang sama. Kurva isoquant dari kombinasi variabel ini, yaitu modal dan tenaga kerja, digambarkan di bawah ini.
Keterangan:
ü Kurva
memiliki slope negatif dan cembung ke titik origin.
ü Kurva
tidak saling berpotongan satu sama lain.
ü Garis
kurva terluar lebih disukai daripada yang dekat dengan tidak origin
karena tingkat produksi yang dihasilkan lebih banyak atau Q1 < Q2
atau Q2 > Q1.
Untuk
mencapai tujuan memperoleh keuntungan yang maksimal, produsen melakukan
kegiatan produksi dengan jumlah output yang diproduksi seefektif mungkin dan
menentukan jumlah output tersebut. Mereka juga menggabungkannya dengan input
yang diinginkan sehingga kombinasi input yang digunakan dapat disesuaikan
dengan jumlah output yang akan dihasilkan.
-
Garis Ongkos Sama (Isocost)
Isocost merupakan kurva yang menunjukkan berapa banyak biaya yang dibayar produsen selama proses produksi dalam waktu tertentu. Berikut adalah gambar dan penjelasan kurva isocost untuk dua variabel input, yaitu capital dan labour.
Keterangan:
Kurva memiliki slope negatif, sehingga untuk meningkatkan
jumlah output, Anda harus menggunakan kombinasi faktor produksi atau input
dengan tingkat pengeluaran biaya yang sama pada harga input yang tetap.
Sebaliknya, jika variabel input ditambah terus menerus, output akan berkurang.
· Meminimumkan
Ongkos
1.
Rencanakan kebutuhan bahan baku
Bahan baku adalah komponen penting yang harus selalu ada
dalam proses produksi karena tanpanya proses akan tertunda dan mengakibatkan
kerugian. Oleh karena itu, Anda harus merencanakan jumlah bahan baku yang
diperlukan.
Ini adalah salah satu cara untuk mengurangi biaya
produksi dalam jangka panjang. Anda bisa mulai dengan membuat grafik rata-rata
penjualan harian dengan data penjualan. Kemudian, jumlahkan kedua data tersebut
dan gunakan hasilnya sebagai referensi untuk menentukan jumlah bahan baku yang
Anda butuhkan.
2.
Gunakan bahan baku dengan bijak
Menggunakan bahan baku dengan cermat adalah cara yang
kedua untuk mengoptimalkan biaya produksi. Gunakan bahan baku sesuai porsinya
masing-masing setelah Anda membuat rencana kebutuhan tadi.
Artinya, meskipun ada banyak bahan baku, Anda tidak boleh
terlalu boros. Tanggal kadaluarsa bahan baku yang digunakan harus diperhatikan
saat menghitung biaya produksi.
Dengan menggunakan bahan baku yang akan habis dalam waktu
dekat, Anda dapat mengurangi biaya produksi dalam jangka panjang. untuk
menghindari kehilangan bahan baku dan kerugian.
3.
Menekan biaya overhead
Mengawasi biaya overhead yang terkait langsung dengan
proses produksi adalah cara terbaik untuk mengurangi biaya produksi perusahaan.
Beberapa pengusaha tidak mempertimbangkan biaya overhead, tetapi ini adalah
cara terbaik untuk mengoptimalkan biaya produksi perusahaan. seperti biaya
listrik, telepon, biaya peralatan, gaji karyawan, dll.
4.
Perawatan peralatan produksi
Salah satu investasi yang harus dilakukan oleh perusahaan
adalah peralatan produksi; jika Anda rajin merawatnya, Anda dapat
mengoptimalkan biaya produksi dengan mengurangi biaya perbaikan atau
penggantian.
5.
Upah tenaga kerja
Anda bisa memberikan upah yang wajar sesuai dengan
lingkungan kerja dan kebutuhan karyawan; Anda juga bisa berbicara dengan tim
keuangan untuk menentukan besaran upah yang diterima karyawan.
6.
Menurunkan biaya produksi
Menurunkan biaya produksi adalah cara untuk mengurangi
biaya bisnis lainnya. Namun, pastikan anggaran yang tersedia cukup untuk
kegiatan produksi lainnya sehingga semuanya berjalan lancar.
7.
Menurunkan jumlah produksi
Pengurangan biaya produksi sebelumnya dapat digunakan
untuk menurunkan jumlah produksi. Namun, lakukan ini dengan bijak dan wajar
karena Anda harus mempertimbangkan jumlah dan kualitas produk yang akan
dipasarkan dan menyesuaikannya dengan biaya produksi yang tersedia.
8.
Menurunkan nilai investasi
Meskipun investasi dapat memaksimalkan keuangan
perusahaan, Anda harus menurunkan nilai investasi untuk mengoptimalkan biaya
produksi lainnya.
9.
Mengubah kebiasaan
Mengubah kebiasaan adalah cara lain untuk mengoptimalkan
biaya produksi. Anda bisa menurunkan biaya jika sebelumnya Anda sering
mengadakan rapat di tempat mahal. Anda juga bisa mencoba mencari supplier bahan
baku yang lebih murah, mengatur jam lembur dengan lebih efisien, menghilangkan
program bisnis yang dianggap tidak efisien, dan mengurangi jumlah kontraktor
dan konsultan yang Anda gunakan.
Rizki, Ahmad Sridadi. 2009. Aspek Hukum Dalam Bisnis. Surabaya: Airlangga University Press.
Isnayati. 2023. Pengantar Ekonomi Mikro & Makro. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.
.jpeg)




