Langsung ke konten utama

BAB III. ELASTISITAS PERMINTAAN & PENAWARAN

ELASTISITAS PERMINTAAN & PENAWARAN

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

A.    Elastisitas Permintaan

Elastisitas

Elastisitas adalah hubungan antara perubahan harga dan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan. Dengan kata lain, elastisitas didefinisikan sebagai seberapa sensitif atau berubah suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi yang lain.

Elastisitas terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut:

a)     Elastisitas harga (price elasticity)

Persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan sebagai akibat dari persentase perubahan harga barang tersebut. Contohnya, harga air di bandara jauh lebih mahal daripada di toko, indomaret, atau alfamart. Itu adalah fleksibilitas biaya di tempat kerja..

b)     Elastisitas silang (cross elasticity)

Persentase perubahan jumlah produk X yang diminta sebagai akibat dari persentase perubahan harga produk lain (Y). Elastisitas silang ini mengacu pada dua hal yang tidak terkait satu sama lain. Jika harga barang X naik, itu tidak akan mempengaruhi permintaan barang Y. Sebagai contoh, penjualan kaos dan laptop tidak akan dipengaruhi oleh kenaikan harga laptop, tetapi sebaliknya.

c)     Elastisitas pendapatan (income elasticity)

Persentase perubahan permintaan untuk suatu produk yang dipengaruhi oleh persentase perubahan pendapatan Contoh elastisitas pendapatan terkait dengan jenis produknya. Nasi, misalnya, dapat dianggap sebagai barang kebutuhan karena orang terus membeli jika pendapatannya meningkat, bahkan jika harganya tidak terlalu meningkat. Namun, nasi juga bisa menjadi barang yang lebih rendah. Ketika pendapatan masyarakat meningkat, mereka mungkin berpikir untuk mengganti nasi dengan makanan lain yang lebih mahal, seperti roti atau kentang. Hal ini menghasilkan peningkatan pendapatan, tetapi penurunan permintaan.

Dalam contoh lain, mobil mungkin dianggap sebagai barang mewah dan tidak wajib bagi sebagian besar orang sampai mereka memiliki tingkat pendapatan tertentu. Di sisi lain, orang-orang dengan pendapatan yang sama mungkin menganggap mobil sebagai barang kebutuhan dan wajib.

Hal ini juga berlaku untuk smartphone dan laptop, yang mungkin dianggap sebagai kebutuhan bagi orang yang sudah bekerja, tetapi bagi orang lain, perangkat tersebut hanyalah barang mewah yang hanya akan dibeli jika pendapatannya mampu. Oleh karena itu, pendapatan dan anggapan orang yang terlibat mempengaruhi jenis barang ini.

 

Permintaan

            Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu disebut permintaan. Permintaan (Demand), adalah jumlah barang yang diinginkan oleh konsumen di suatu pasar. Di sisi lain, pasar adalah tempat transaksi antara produsen dan konsumen atas barang-barang ekonomi terjadi. Menurut beberapa ahli, permintaan adalah jumlah barang yang sanggup dibeli oleh pembeli pada suatu titik dan waktu tertentu dengan harga yang berlaku pada saat itu.

 

Elastisitas Permintaan

            Elastisitas permintaan, juga dikenal sebagai elasticity of demand, adalah hubungan antara perubahan harga dan tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang. Perubahan besar kecil ini ditunjukkan dalam koefisien elastisitas, atau angka elastisitas yang disingkat E, yang diwakili dengan rumus berikut.

Ed = Q/P x P/Q

Dimana:

Q = Q1 – Q

P = P1 - P

Keterangan:

Ed        : Elastisitas Permintaan

Q      : Perubahan jumlah permintaan

P       : Perubahan harga barang

P          : Harga mula-mula

Q         : Jumlah permintaan mula-mula

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Beberapa faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan adalah sebagai berikut:

1)      Ketersediaan barang

Semakin banyak barang subtitusi, atau suatu barang dan jasa yang tersedia, semakin inelastis permintaan barang tersebut.

2)      Intensitas kebutuhan (desakan kebutuhan)

Kebutuhan pokok lebih inelastis, artinya permintaannya lebih besar karena kebutuhan pokok semakin penting, sehingga konsumen tetap ingin membelinya meskipun harganya naik. Barang mewah, di sisi lain, lebih elastis, sehingga konsumen dapat menunda pembelian mereka jika harganya turun.

3)      Pendapatan konsumen

Jika pendapatan konsumen lebih besar daripada harga barang, permintaannya tidak elastis. Sebaliknya, konsumen yang berpendapatan lebih kecil akan terkena dampak perubahan harga yang kecil, sehingga permintaannya elastis.

4)      Tradisi

Harga barang yang sudah menjadi kebiasaan (tradisi) untuk diperjuangkan akan naik, dan konsumen akan tetap membelinya, sehingga permintaannya cenderung stabil.

 

Jenis-jenis Elastisitas Permintaan

Adapun jenis-jenis elastisitas permintaan diantaranya yaitu:

1.     Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0)

Inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah permintaan E = 0, atau perubahan sama sekali tidak mempengaruhi jumlah permintaan. Contoh: obat-obatan pada saat sakit. Misalnya. Ketika mereka membeli sesuatu, pelanggan lebih fokus pada kebutuhannya daripada harganya. Kurva inelastis sempurna, yang bentuknya vertikal, sejajar dengan sumbu Y atau P.


2.     Permintaan Inelastis (E < 1)

Permintaan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan E < 1 atau bisa jadi konsumen kurang peka terhadap perubahan harga, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Contoh: permintaan terhadap beras. Karena beras adalah kebutuhan pokok, pembeli tetap akan membelinya meskipun harganya naik. Kurva permintaannya digambarkan sebagai garis lurus yang curam.


3.     Permintaan Elastis Uniter (E = 1)

Jika perubahan jumlah permintaan sebanding dengan perubahan harga E = 1, maka permintaan elastis uniter terjadi. Artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama. Contoh: barang-barang elektronik. Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga. Kurvanya adalah garis lurus yang memotong sumbu 45.


4.     Permintaan Elastis (E > 1)

Jika perubahan harga lebih besar dari perubahan permintaan dan E > 1, maka disebut permintaan elastis. Ini menunjukkan bahwa perubahan harga diikuti oleh perubahan permintaan dalam jumlah yang lebih besar. Sebagai contoh, perhatikan barang mewah; jika harganya meningkat, jumlah yang diminta hampir tidak ada, tetapi jika harganya turun, jumlah yang diminta mungkin meningkat secara signifikan. Kurva memiliki bentuk yang landai atau agak mendatar.


5.     Permintaan Elastis Sempurna (E = ∞)

Jika perubahan harga tidak berpengaruh sama sekali terhadap permintaan, maka permintaan elastis sempurna terjadi. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X. Dengan demikian, E = ∞, yang menunjukkan bahwa perubahan harga tidak disebabkan oleh peningkatan atau penurunan jumlah permintaan. Sebagai contoh, bumbu dapur. Ketika harga barang stabil, permintaan dan penawaran tidak akan pernah habis. Kurva permintaannya dibentuk secara horizontal.

Manfaat dari Penaksiran Elastisitas Permintaan:

            Secara umum, baik pemerintah maupun perusahaan menguntungkan dari penaksiran elastisitas permintaan. Berikut ini adalah manfaat dari penaksiran elastisitas permintaan:

1.       Perusahaan (produsen) dapat menggunakan elastisitas permintaan sebagai dasar untuk membuat kebijakan penjualan mereka. Dengan mengetahui seberapa responsif permintaan terhadap barang yang mereka produksi, perusahaan dapat menentukan apakah perlu menaikkan harga jual barang yang mereka produksi.

2.       Bagi pemerintah dapat digunakan untuk meramalkan kesuksesan kebijakan tertentu yang akan diterapkan.

B.    Elastisitas Penawaran

Elastisitas harga penawaran diukur dari sensibilitas penawaran pada perubahan harga jual suatu produk, yang mana dapat diamsusikan dari faktor-faktor lain yang menyebabkan adanya penawaran produk itu konsisten. Koefisiensi elastisitas penawaran dapat dihitung dengan

Es = Q/P x P/Q

Keterangan ;

Ed        = Elastisitas penawaran

Q       = Perubahan kuantitas penawaran

P       = Perubahan harga

Q          = Kuantitas awal

P          = Harga awal

 

Kurva Penawaran Beras

Hukum penawaran yaitu jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga naik dan sebaliknya. Faktor yang mempengaruhi penawaran :

1.       Harga faktor produksi.

Faktor produksi adalah input dalam proses produksi yang menentukan biaya produksi. Jika harga bahan baku turun maka produsen dapat menjual lebih banyak pada tingkat harga yang sama.

2.       Harga barang itu sendiri

Jika harga suatu barang naik, maka produsen akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan hukum penawaran yang menjelaskan hubungan harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan sehingga mempunyai arah yang sama.

3.       Harga barang lain.

Jika harga barang subsudi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan, jika barang complement naik, maka penawaran akan berkurang dan sebaliknya.

4.       Biaya produksi.

Apabila biaya produksi meningkat, maka produsen akan mengurangi biaya produksi akibat penawaran barang akan berkurang.

5.       Perubahan teknologi

Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi dan menciptakan barang baru yang menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.

 

Jenis-jenis Elastisitas Penawaran:


1.       Inelastis Sempurna

Setiap item memiliki sifat elastisitas mutlak jika kuantitasnya ditentukan oleh harga. Hasil dari penawaran elastisitas ini adalah nol; yaitu, tidak ada elastisitas seperti biasanya.

Dengan kata lain, terlepas dari harga yang ditawarkan, penawaran barang tersebut tidak akan mengalami kenaikan.

2.       Inelastis

Properti elastisitas produk ini biasanya diamati ketika pasokan relatif berubah dengan kecepatan yang lebih lambat daripada harga. Dalam hal ini, elastisitas inelastis penawaran dianggap memiliki nilai sedikit lebih dari 1.

3.       Elastis Uniter

Jika jumlah produk berubah relatif terhadap bahan baku, produk tersebut diketahui memiliki modul elastis 1.

4.       Elastis

Jika perubahan harga relatif lebih sering dibandingkan dengan harga, dapat diduga bahwa produk tersebut memiliki nilai elastisitas yang lebih tinggi dari 1.

5.       Elastis Sempurna

Sebuah barang yang memiliki elastisitas tidak terhingga tergolong dalam perfectly elastic supply. Dalam kasus ini, nilai elastisitas penawaran adalah tidak terhingga. Jika sebuah produk memiliki penawaran elastis sempurna, maka umumnya pemasok akan rela menyuplai barang tersebut dengan harga lebih tinggi.

Dyatmika, Sutama Wisnu, et, al. (2019). Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Banyumas: PT. Pena Persada Kerta Utama.

Rahayu, Sri dan Dinarossi Utami. (2015). Buku Ajar Teori Ekonomi Mikro. Palembang: Univ. Muhammadiyah Palembang.

Agustin, Eka A. (2020). Analisis Elastisitas Permintaan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 3-4. Diunduh 26 September 2023 http://eprints.umsida.ac.id/6883/.

Size, T., Pramasari, I. F., & Kurniawan, D. T. (2023). Permintaan Dan Penawaran Kencur Di Pasar Anom Sumenep. Wacana Equiliberium (Jurnal Pemikiran Penelitian Ekonomi), 11(01), 14–28. https://doi.org/10.31102/equilibrium.11.01.14-28.

Zafira, A., Kustiawati, D., Fajria Putri Noor, J., & Farhan Sopyan, M. (2022). Library Research: Elastisitas Penawaran Terhadap Beberapa Bahan Pangan. Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 2(1), 115–120. https://doi.org/10.54443/sibatik.v2i1.506.

Heriswanto. (2022). Analisis Elastisitas Permintaan Produk Tempe Di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. 13(1). 29-30. Diunduh 26 September 2023 https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/view/174.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...