ELASTISITAS PERMINTAAN & PENAWARAN
A.
Elastisitas
Permintaan
Elastisitas
Elastisitas
adalah hubungan antara perubahan harga dan jumlah barang yang diminta atau
ditawarkan. Dengan kata lain, elastisitas didefinisikan sebagai seberapa
sensitif atau berubah suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi
yang lain.
Elastisitas
terbagi dalam tiga macam, yaitu sebagai berikut:
a) Elastisitas
harga (price elasticity)
Persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang
ditawarkan sebagai akibat dari persentase perubahan harga barang tersebut.
Contohnya, harga air di bandara jauh lebih mahal daripada di toko, indomaret,
atau alfamart. Itu adalah fleksibilitas biaya di tempat kerja..
b) Elastisitas
silang (cross elasticity)
Persentase perubahan jumlah produk X yang diminta sebagai
akibat dari persentase perubahan harga produk lain (Y). Elastisitas silang ini
mengacu pada dua hal yang tidak terkait satu sama lain. Jika harga barang X
naik, itu tidak akan mempengaruhi permintaan barang Y. Sebagai contoh,
penjualan kaos dan laptop tidak akan dipengaruhi oleh kenaikan harga laptop,
tetapi sebaliknya.
c) Elastisitas
pendapatan (income elasticity)
Persentase perubahan permintaan untuk suatu produk yang
dipengaruhi oleh persentase perubahan pendapatan Contoh elastisitas pendapatan
terkait dengan jenis produknya. Nasi, misalnya, dapat dianggap sebagai barang
kebutuhan karena orang terus membeli jika pendapatannya meningkat, bahkan jika
harganya tidak terlalu meningkat. Namun, nasi juga bisa menjadi barang yang
lebih rendah. Ketika pendapatan masyarakat meningkat, mereka mungkin berpikir
untuk mengganti nasi dengan makanan lain yang lebih mahal, seperti roti atau
kentang. Hal ini menghasilkan peningkatan pendapatan, tetapi penurunan
permintaan.
Dalam contoh lain, mobil mungkin dianggap sebagai barang
mewah dan tidak wajib bagi sebagian besar orang sampai mereka memiliki tingkat
pendapatan tertentu. Di sisi lain, orang-orang dengan pendapatan yang sama
mungkin menganggap mobil sebagai barang kebutuhan dan wajib.
Hal ini juga berlaku untuk smartphone dan laptop,
yang mungkin dianggap sebagai kebutuhan bagi orang yang sudah bekerja, tetapi
bagi orang lain, perangkat tersebut hanyalah barang mewah yang hanya akan
dibeli jika pendapatannya mampu. Oleh karena itu, pendapatan dan anggapan orang
yang terlibat mempengaruhi jenis barang ini.
Permintaan
Keinginan
yang disertai dengan kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga
dan waktu tertentu disebut permintaan. Permintaan (Demand), adalah jumlah barang
yang diinginkan oleh konsumen di suatu pasar. Di sisi lain, pasar adalah tempat
transaksi antara produsen dan konsumen atas barang-barang ekonomi terjadi.
Menurut beberapa ahli, permintaan adalah jumlah barang yang sanggup dibeli oleh
pembeli pada suatu titik dan waktu tertentu dengan harga yang berlaku pada saat
itu.
Elastisitas
Permintaan
Elastisitas permintaan, juga dikenal
sebagai elasticity of demand, adalah hubungan antara perubahan harga dan
tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga
barang. Perubahan besar kecil ini ditunjukkan dalam koefisien elastisitas, atau
angka elastisitas yang disingkat E, yang diwakili dengan rumus berikut.
Ed
= △Q/△P x P/Q
Dimana:
△Q = Q1 – Q
△P = P1 - P
Keterangan:
Ed : Elastisitas Permintaan
△Q : Perubahan
jumlah permintaan
△P : Perubahan
harga barang
P : Harga mula-mula
Q : Jumlah permintaan mula-mula
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
Beberapa
faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan adalah sebagai berikut:
1) Ketersediaan
barang
Semakin banyak barang subtitusi,
atau suatu barang dan jasa yang tersedia, semakin inelastis permintaan barang
tersebut.
2) Intensitas
kebutuhan (desakan kebutuhan)
Kebutuhan pokok lebih inelastis,
artinya permintaannya lebih besar karena kebutuhan pokok semakin penting,
sehingga konsumen tetap ingin membelinya meskipun harganya naik. Barang mewah,
di sisi lain, lebih elastis, sehingga konsumen dapat menunda pembelian mereka
jika harganya turun.
3) Pendapatan
konsumen
Jika pendapatan konsumen lebih
besar daripada harga barang, permintaannya tidak elastis. Sebaliknya, konsumen
yang berpendapatan lebih kecil akan terkena dampak perubahan harga yang kecil,
sehingga permintaannya elastis.
4) Tradisi
Harga barang yang sudah menjadi
kebiasaan (tradisi) untuk diperjuangkan akan naik, dan konsumen akan tetap
membelinya, sehingga permintaannya cenderung stabil.
Jenis-jenis Elastisitas
Permintaan
Adapun jenis-jenis elastisitas
permintaan diantaranya yaitu:
1. Permintaan
Inelastis Sempurna (E = 0)
Inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah permintaan E = 0, atau perubahan sama sekali tidak mempengaruhi jumlah permintaan. Contoh: obat-obatan pada saat sakit. Misalnya. Ketika mereka membeli sesuatu, pelanggan lebih fokus pada kebutuhannya daripada harganya. Kurva inelastis sempurna, yang bentuknya vertikal, sejajar dengan sumbu Y atau P.
2. Permintaan
Inelastis (E < 1)
Permintaan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan E < 1 atau bisa jadi konsumen kurang peka terhadap perubahan harga, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Contoh: permintaan terhadap beras. Karena beras adalah kebutuhan pokok, pembeli tetap akan membelinya meskipun harganya naik. Kurva permintaannya digambarkan sebagai garis lurus yang curam.
3. Permintaan
Elastis Uniter (E = 1)
Jika perubahan jumlah permintaan sebanding dengan perubahan harga E = 1, maka permintaan elastis uniter terjadi. Artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama. Contoh: barang-barang elektronik. Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga. Kurvanya adalah garis lurus yang memotong sumbu 45◦.
4. Permintaan
Elastis (E > 1)
Jika perubahan harga lebih besar dari perubahan permintaan dan E > 1, maka disebut permintaan elastis. Ini menunjukkan bahwa perubahan harga diikuti oleh perubahan permintaan dalam jumlah yang lebih besar. Sebagai contoh, perhatikan barang mewah; jika harganya meningkat, jumlah yang diminta hampir tidak ada, tetapi jika harganya turun, jumlah yang diminta mungkin meningkat secara signifikan. Kurva memiliki bentuk yang landai atau agak mendatar.
5. Permintaan
Elastis Sempurna (E = ∞)
Jika perubahan harga tidak berpengaruh sama sekali terhadap permintaan, maka permintaan elastis sempurna terjadi. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X. Dengan demikian, E = ∞, yang menunjukkan bahwa perubahan harga tidak disebabkan oleh peningkatan atau penurunan jumlah permintaan. Sebagai contoh, bumbu dapur. Ketika harga barang stabil, permintaan dan penawaran tidak akan pernah habis. Kurva permintaannya dibentuk secara horizontal.
Manfaat dari Penaksiran
Elastisitas Permintaan:
Secara
umum, baik pemerintah maupun perusahaan menguntungkan dari penaksiran
elastisitas permintaan. Berikut ini adalah manfaat dari penaksiran elastisitas
permintaan:
1. Perusahaan
(produsen) dapat menggunakan elastisitas permintaan sebagai dasar untuk membuat
kebijakan penjualan mereka. Dengan mengetahui seberapa responsif permintaan
terhadap barang yang mereka produksi, perusahaan dapat menentukan apakah perlu
menaikkan harga jual barang yang mereka produksi.
2. Bagi pemerintah dapat digunakan untuk meramalkan kesuksesan kebijakan tertentu yang akan diterapkan.
B.
Elastisitas
Penawaran
Elastisitas
harga penawaran diukur dari sensibilitas penawaran pada perubahan harga jual suatu produk, yang
mana dapat diamsusikan dari faktor-faktor lain yang menyebabkan adanya penawaran produk itu
konsisten. Koefisiensi elastisitas penawaran dapat dihitung dengan
Es = △Q/△P x P/Q
Keterangan ;
Ed = Elastisitas penawaran
△Q =
Perubahan kuantitas penawaran
△P = Perubahan
harga
Q = Kuantitas awal
P = Harga awal

Kurva Penawaran Beras
Hukum
penawaran yaitu jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga naik
dan sebaliknya. Faktor yang mempengaruhi penawaran :
1.
Harga
faktor produksi.
Faktor produksi adalah input dalam proses produksi
yang menentukan biaya produksi. Jika harga bahan baku turun maka produsen dapat
menjual lebih banyak pada tingkat harga yang sama.
2.
Harga
barang itu sendiri
Jika harga suatu barang naik, maka produsen akan
menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan hukum penawaran
yang menjelaskan hubungan harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan
sehingga mempunyai arah yang sama.
3.
Harga
barang lain.
Jika harga barang subsudi naik, maka penawaran suatu
barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan, jika barang complement
naik, maka
penawaran akan berkurang dan sebaliknya.
4.
Biaya
produksi.
Apabila biaya produksi meningkat, maka produsen akan
mengurangi biaya produksi akibat penawaran barang akan berkurang.
5.
Perubahan
teknologi
Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya
produksi dan menciptakan barang baru yang menyebabkan kenaikan dalam penawaran
barang.
Jenis-jenis Elastisitas Penawaran:
1.
Inelastis
Sempurna
Setiap item memiliki sifat
elastisitas mutlak jika kuantitasnya ditentukan oleh harga. Hasil dari
penawaran elastisitas ini adalah nol; yaitu, tidak ada elastisitas seperti
biasanya.
Dengan kata lain, terlepas dari
harga yang ditawarkan, penawaran barang tersebut tidak akan mengalami kenaikan.
2.
Inelastis
Properti elastisitas produk ini
biasanya diamati ketika pasokan relatif berubah dengan kecepatan yang lebih
lambat daripada harga. Dalam hal ini, elastisitas inelastis penawaran dianggap
memiliki nilai sedikit lebih dari 1.
3.
Elastis
Uniter
Jika jumlah produk berubah
relatif terhadap bahan baku, produk tersebut diketahui memiliki modul elastis
1.
4.
Elastis
Jika perubahan harga relatif
lebih sering dibandingkan dengan harga, dapat diduga bahwa produk tersebut
memiliki nilai elastisitas yang lebih tinggi dari 1.
5.
Elastis
Sempurna
Sebuah barang yang memiliki elastisitas tidak terhingga tergolong dalam perfectly elastic supply. Dalam kasus ini, nilai elastisitas penawaran adalah tidak terhingga. Jika sebuah produk memiliki penawaran elastis sempurna, maka umumnya pemasok akan rela menyuplai barang tersebut dengan harga lebih tinggi.
Dyatmika, Sutama Wisnu, et, al. (2019). Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Banyumas: PT. Pena Persada Kerta Utama.
Rahayu, Sri dan Dinarossi Utami. (2015). Buku Ajar Teori Ekonomi Mikro. Palembang: Univ. Muhammadiyah Palembang.
Agustin, Eka A. (2020). Analisis Elastisitas Permintaan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 3-4. Diunduh 26 September 2023 http://eprints.umsida.ac.id/6883/.
Size, T., Pramasari, I. F., & Kurniawan, D. T. (2023). Permintaan Dan Penawaran Kencur Di Pasar Anom Sumenep. Wacana Equiliberium (Jurnal Pemikiran Penelitian Ekonomi), 11(01), 14–28. https://doi.org/10.31102/equilibrium.11.01.14-28.
Zafira, A., Kustiawati, D., Fajria Putri Noor, J., & Farhan Sopyan, M. (2022). Library Research: Elastisitas Penawaran Terhadap Beberapa Bahan Pangan. Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 2(1), 115–120. https://doi.org/10.54443/sibatik.v2i1.506.
Heriswanto. (2022). Analisis Elastisitas Permintaan Produk Tempe Di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. 13(1). 29-30. Diunduh 26 September 2023 https://jurnal.fem.uniba-bpn.ac.id/index.php/geoekonomi/article/view/174.





