Langsung ke konten utama

BAB II. TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KESEIMBANGAN PASAR

TEORI PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN KESEIMBANGAN PASAR

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

v  PERMINTAAN

·     Definisi Permintaan (Demand)

Kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga yang berbeda dalam jangka waktu tertentu dikenal sebagai permintaan (demand). Oleh karena itu, tiga hal penting terkait dengan permintaan ini, yaitu:

a)       Jumlah yang diminta sebagai jumlah yang diinginkan.

b)       Keinginan tersebut di dukung oleh kemampuan untuk membeli.

c)       Jumlah barang yang diminta dalam satuan waktu, misalnya per hari, per minggu, per bulan, dan per tahun.

·     Kurva Permintaan

Kurva permintaan ini dapat dilihat pada Gambar Kurva Permintaan di mana sumbu horizontal menunjukkan jumlah barang yang diminta (Q) dan sumbu vertikal menunjukkan timgkat harga (P).

Gambar Kurva Permintaan

Perlu diingat bahwa kurva permintaan hanya menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diinginkan jika hubungan tersebut bersifat negatif, yang berarti jumlah barang yang diinginkan juga meningkat ketika harga barang naik. Oleh karena itu, hukum permintaan mengatakan bahwa kurva permintaan memiliki lereng negatif, atau harga barang berbanding terbalik dengan jumlah barang yang diinginkan. Artinya, jumlah barang A yang diminta rendah (Q0) ketika harganya tinggi (P0). Sebaliknya, ketika harga P1 turun, jumlah barang A yang diminta meningkat menjadi Q1.

Perhatikan contoh berikut ini.

Tabel : Permintaan Gula Pasir

Kondisi

Harga Per Kg (Rp)

Jumlah Barang yang Diminta (ton per hari)

A

Rp3000,-

250

B

Rp3500,-

200

C

Rp4000,-

175

D

Rp4500,-

100

 

Jika data tersebut digambarkan ke dalam bentuk kurva, akan tampak seperti ini.

Gambar Kurva Permintaan Gula Pasir

Contoh di atas menunjukkan bahwa hubungan antara harga dan jumlah gula pasir yang diminta negatif. Dengan kata lain, kenaikan harga gula pasir mengakibatkan penurunan jumlah gula pasir yang diminta.

·     Ciri-ciri Kurva Permintaan

a)       Kurvanya berbentuk garis lurus.

b)       Pergerakan kurva permintaan dipengaruhi oleh jumlah permintaan barang atau jasa.

c)       Harga barang dengan jumlah barang berbanding terbalik.

d)       Kurvanya ber-slope negatif.

e)       Bentuk fungsi kurva permintaan ialah Q = a-bP.

·     Hukum Permintaan

Apabila harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta akan turun, dengan syarat ceteris paribus (apabila hal-hal lain tetap)”. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan "hal-hal lain" adalah variabel lain dalam hukum permintaan yang dapat mempengaruhi jumlah barang yang diminta selain harga barang tersebut. Contoh dari variabel-variabel ini termasuk tingkat pendapatan konsumen, selera konsumen, harga barang lain, jumlah penduduk, iklan, desain, saluran distribusi, dan faktor lain yang dianggap dapat mempengaruhi permintaan.

·     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

a.       Harga Barang Lain

Harga barang lain juga dapat memengaruhi permintaan suatu barang, tetapi kedua macam barang tersebut mempunyai keterkaitan. Keterkaitan dua macam barang dapat bersifat substitusi (pengganti) dan bersifat komplemen (penggenap).

b.       Tingkat Pendapatan Per Kapita

Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila tingkat pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibagi menjadi empat golongan. Yang pertama adalah daya beli; tingkat pendapatan yang lebih tinggi menunjukkan daya beli yang lebih besar, yang berarti permintaan terhadap suatu barang meningkat. (1) barang rendah, adalah barang yang banyak dicari oleh orang-orang dengan pendapatan rendah. Pembeli dengan pendapatan naik akan mengurangi pengeluarannya untuk barang-barang rendah dan membeli barang-barang dengan kualitas yang lebih baik. (2) barang esensial, yang merupakan barang yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari orang. Pengeluaran seperti ini tidak dapat berubah meskipun pendapatan meningkat. (3) Barang normal, barang yang dibeli orang ketika permintaannya meningkat karena pendapatan. (4) Barang mewah, barang yang dibeli orang ketika pendapatan mereka relatif tinggi.

c.       Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai jenis barang. Jika distribusi pendapatan diubah, sejumlah besar pendapatan masyarakat yang tertentu akan menghasilkan corak permintaan masyarakat yang berbeda.

d.       Selera Masyarakat

Selera masyarakat sangat memengaruhi keinginan orang untuk membeli sesuatu. Kebiasaan atau pilihan mereka juga dapat memengaruhi permintaan barang tersebut.

e.       Jumlah Penduduk

Meskipun pertumbuhan penduduk biasanya diikuti oleh peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan penduduk tidak selalu menyebabkan peningkatan permintaan. Oleh karena itu, lebih banyak orang yang menerima pendapatan, yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan.

f.        Perkiraan tentang Masa Depan

Ramalan bahwa lowongan kerja akan menjadi lebih sulit diperoleh dan ekonomi akan mengalami resesi akan mendorong konsumen untuk menghemat uang dengan membeli lebih banyak sekarang daripada di masa mendatang.

g.       Usaha-usaha Produsen Meningkatkan Penjualan

Dalam ekonomi kontemporer, dorongan penjual untuk membeli barang memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Pengiklanan membuat barang baru diketahui publik atau meningkatkan permintaannya.

·     Sebab-sebab Bergesernya Kurva Permintaan

Faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran kurva permintaan:

a)     Harga barang itu sendiri.

b)     Harga barang lain, yakni berupa barang pengganti (substitusi), barang pelengkap, barang netral.

c)     Pendapatan para konsumen yang berdampak permintaan pada barang inferior, barang esensial, barang normal, dan barang mewah.

d)     Distribusi pendapatan.

e)     Cita rasa atau selera masyarakat.

f)      Jumlah penduduk.

g)     Kebijakan ekonomi pemerintah.

h)     Harapan tentang masa depan.

·     Pergeseran Kurva Permintaan

1.       Pergeseran Kurva Permintaan ke Kiri

Kurva permintaan akan bergeser ke kiri apabila terjadi penurunan terhadap permintaan akibat beberapa faktor. Perhatikan kurva permintaan berikut ini:


Gambar Pergeseran Kurva Permintaan

Pada kurva ini dapat dilihat bahwa titik awal permintaan barang X berada pada garis D kemudian berpindah ke kiri menjadi D1. Hal tersebut disebabkan oleh adanya naiknya harga barang X yang awalnya 550 menjadi 700 sehingga membuat permintaan terhadap barang X yang awalnya 950 menjadi 750.

Akibat dari perubahan harga ini, membuat kurva permintaan dari barang X bergeser ke kiri, dari garis D ke garis D2.

2.       Pergeseran Kurva Permintaan ke Kanan

Contoh pergeseran kurva permintaan dapat dilihat pada gambar kurva sebelumnya. Berdasarkan gambar tersbeut, terlihat bahwa adanya pergeseran kurva permintaan ke kanan yang diwakili oleh garis D2.

Harga dari barang X turun dari 550 menjadi 350. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap barang X naik, yang awalnya 950 menjadi 1300.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pergeseran kurva permintaan ke kanan menandakan adanya peningkatan permintaan terhadap suatu barang.

v  PENAWARAN

·     Definisi Penawaran

Sejumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu dikenal sebagai penawaran (supply).

·     Kurva Penawaran

Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah suatu barang. Kurva ini memiliki kemiringan (slope) positif, yang berarti bahwa garisnya dimulai dari kiri bawah ke kanan atas.

Ini menunjukkan bahwa harga suatu barang tertentu dan jumlah barang tersebut mempunyai hubungan yang searah. Oleh karena itu, jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat jika harga barang tersebut meningkat, dan sebaliknya, jumlah barang yang ditawarkan akan menurun jika harga barang tersebut menurun.

Berikut menjelaskan tentang penawaran seorang konsumen. Harga barang berada dalam garis lurus (vertikal), sedangkan kuantitas dari barang tertentu yang ditawarkan berada dalam garis melintang (horizontal). Garis kemiringan dari arah kiri bawah kearah kanan atas menghubungkan harga (price) dengan kuantitas barang yang diminta, yang disebut sebagai kurva penawaran (supply curve).

Tabel : Skedule Penawaran Pakaian

Harga Pakaian (Per lembar)

Jumlah Yang Ditawarkan

Rp220.000,-

12

Rp175.000,-

9

Rp130.000,-

6

Rp100.000,-

4

Rp86.500,-

3

Rp60.000,-

1

 

·     Gerakan-gerakan Kurva Penawaran

1)     Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran dan Pergeseran Kurva Penawaran

Analisis penawaran juga memerlukan pembedaan antara pergerakan dan pergeseran kurva penawaran, seperti halnya analisis permintaan. Pergerakan di sepanjang kurva penawaran disebut sebagai pergerakan di sepanjang kurva penawaran yang disebabkan oleh perubahan harga produk yang ditawarkan oleh produsen. Ini terjadi sesuai dengan hukum penawaran, yaitu ketika harga barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan bertambah, sehingga titik pada kurva penawaran bergerak ke kanan, yang mengakibatkan pergerakan di sepanjang kurva penawaran.

Untuk lebih jelasnya, kami tampilkan dalam contoh kurva berikut ini:

Gambar Pergeseran Kurva Penawaran

Dalam kurva penawaran di atas, diketahui bahwa harga pakaian naik misalnya dari titik A ke sebesar Rp60.000,- ke titik B menjadi Rp86.500,-. Peningkatan harga pakaian ini mengakibatkan jumlah penawaran pakaian bertambah dari 1 lembar menjadi 3, begitu pula dengan dan terjadi pergerakan di sepanjang kurva penawaran yaitu dari titik C ke D dan seterusnya.

2)     Pergeseran Kurva Penawaran

Selain itu, kurva penawaran dapat bergerak ke kanan atau ke kiri. Jumlah produk yang ditawarkan produsen telah berubah sebagai akibat dari berbagai faktor, kecuali faktor harga produk tersebut. Faktor-faktor ini termasuk harga input, teknologi, jumlah penjual, dan harapan. Contoh: Teknologi. Misalnya, dapat meningkatkan produktivitas produsen sehingga mereka dapat memproduksi lebih banyak barang daripada sebelumnya dengan jumlah faktor produksi tetap. Akibatnya, jumlah produk yang dijual meningkat, yang mengakibatkan kurva penawaran bergerak ke arah yang lebih baik.

Gambar Pergeseran Kurva Penawaran ke Kanan dan ke Kiri

·     Ciri-ciri Kurva Penawaran

a)       Kurvanya berbentuk garis lurus.

b)       Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas.

c)       Kurva bergerak ke kanan ketika penawaran barang atau jasa meningkat.

d)       Hubungan yang berbanding lurus antara harga dan jumlah barang berarti bahwa jumlah barang yang dijual akan meningkat jika harga barang naik, dan sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang dijual juga akan menurun.

e)       Kurvanya ber-slope positif, menunjukkan hubungan yang berbanding lurus antara harga dan jumlah barang. Ini terlihat ketika kurvanya bergerak dari kiri bawah ke kanan atas..

f)       Bentuk fungsi kurva penawaran adalah Q = a + bP.

·     Hukum Penawaran

Hukum penawaran menjelaskan sifat hubungan antara harga barang dan jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran mengatakan “Apabila harga barang rendah maka jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang dan sebaliknya jika harga barang semakin tinggi maka jumlah barang yang ditawarkan akan tinggi juga”. Penawaran barang akan bergerak searah dengan tingkat harga yang terjadi, sehingga kurva penawaran dimulai dari kiri bawah menuju ke kanan atas.

·     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

a)       Harga barang itu sendiri, yaitu harga barang yang sedang dianalisis.

b)       harga barang tambahan, yaitu harga barang selain barang yang dianalisis, baik sebagai substutusi atau barang pengganti

c)       Biaya yang dibutuhkan untuk membuat barang dan jasa yang ditawarkan ke pasar dikenal sebagai biaya produksi.

d)       Tujuan perusahaan. Memperoleh keuntungan adalah tujuan ekonomi perusahaan, tetapi perusahaan juga memiliki tujuan sosial.

e)       Tingkat teknologi yang digunakan. Tingkat teknologi yang digunakan akan memengaruhi kualitas dan harga produk yang dibuat.

v  KESEIMBANGAN PASAR

·     Pengaruh Demand dan Supply ke Atas Keseimbangan (Equilibrium)

Keseimbangan pasar terjadi ketika fungsi permintaan dan penawaran berhubungan satu sama lain. Keseimbangan harga di pasar adalah ketika harga permintaan dan penawaran sama. Ini terjadi ketika Pd = Ps atau Qd = Qs. Saat fungsi permintaan dan penawaran sama, keseimbangan pasar terjadi. Keseimbangan harga adalah titik temu alami antara penawaran dan pemrintaan dalam mekanisme pasar. Pembeli, atau permintaan, akan berusaha mendapatkan harga murah untuk barang atau jasa berkualitas tinggi, sedangkan penjual, atau penawaran, akan berusaha mendapatkan untung yang paling besar. Keseimbangan pasar adalah hasil dari tarik-menarik antara penjual/penawaran dan pembeli/permintaan.

Saat ingin menentukan keseimbangan pasar, maka dilakukan dengan memasukkan persamaan fungsi permintaan dan juga fungsi penawaran dengan rumus matematis Qd = Qs atau Pd = Ps. Atau dapat kita tulis sebagai berikut.

Qd = Qs

a – bPx = a + bPx

Dari rumus di atas akan menghasilkan harga keseimbangan pasar, yang kurvanya dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar Kurva Keseimbangan Pasar

Terdapat syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam penentuan titik keseimbangan pasar, yaitu:

1.       Titik keseimbangan pasar hanya berlaku untuk nilai positif.

2.  Hanya titik di mana kurva penawaran dan permintaan memenuhi syarat untuk mencapai keseimbangan pasar.

Akibat dari dua syarat di atas, kurva penawaran dan permintaan tidak mungkin memiliki dua titik keseimbangan pasar; namun, fungsi permintaan dan penawaran mungkin memiliki dua titik potong.


Sudrajat, Usep dan Suwaji. 2018. Ekonomi Manajerial. Yogyakarta: CV. Budi Utama.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...