Langsung ke konten utama

BAB I. TEORI EKONOMI

 TEORI EKONOMI

Nama: Putri Ayunda Anggraeni
NIM: 222010200219
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho. S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas: FBHIS
Universitas: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

·     Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu sosial yang memeriksa beberapa perspektif ekonomi pada masalah ekonomi yang diciptakan. Ilmu ini diperlukan sebagai sarana untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana membuat keputusan tentang berbagai jumlah waktu yang tidak stabil untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak nol.

·     Penggolongan dan Jenis Analisis pada Ilmu Ekonomi

1.   Ekonomi Deskriptif

analisis ekonomi yang menggambarkan masalah-masalah yang jelas melekat pada ekonomi. Misalnya, analisis angka kematian petani di Jawa Tengah dianggap sebagai studi ekonomi deskriptif. Setiap basis pengetahuan bertujuan untuk menganalisis fakta yang ada di dunia alam dan dalam keberadaan manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami kenyataan yang ada. Ini bukan tugas yang mudah untuk dicapai. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ada banyak orang di masyarakat umum yang memiliki pendapat yang kuat satu sama lain, yang mengarah pada kebutuhan sering untuk memperjelas pendapat yang jelas valid dalam ekonomi. Misalnya, kita ingin memahami dampak elastisitas harga pada efisiensi produksi. Hal ini dijelaskan oleh fakta bahwa harga pisang bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi produksi mereka; sejumlah faktor lain, seperti keadaan ekonomi, harga barang-barang lain, dan keadaan ekonomi juga memainkan peran.

2.   Teori Ekonomi

Menggunakan sifat hubungan dalam kegiatan ekonomi serta pandangan-pandangan dan ramalan tentang peristiwa yang adapat apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan. Selain ini, teori ekonomi juga memberikan wawasan tentang karakteristik dasar dari sistem ekonomi dan bagaimana ia beroperasi. Teori ekonomi yang disajikan adalah perhitungan umum dan sistematis dari kegiatan ekonomi dan hubungan ekonomi. Mengakui fakta ekonomi tidak cukup untuk mempelajari ekonomi. Hal yang paling penting adalah untuk menyederhanakan pernyataan ini dengan cara yang sistematis dan memberikan gambaran umum tentang kegiatan ekonomi tertentu dan komponennya. "Teori tanpa kenyataan tidak ada gunanya, tetapi mengetahui kenyataan saja tanpa teori tidak akan berarti sama sekali," kata Ahli-Ahli ekonomi.

3.   Ekonomi Terapan

Lazim dikenal sebagai teori kebijakan ekonomi, yang merupakan cabang ekonomi yang menjelaskan kebijakan yang harus dilaksanakan untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi. Fungsi utama teori ekonomi adalah sebagai dasar untuk memahami hukum ekonomi. Ketika membahas kebijakan ekonomi, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah tujuan kebijakan keuangan. Dalam perekonomian tujuan-tujuan yang ingin dicapai adalah:

1)     Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat.

2)     Menciptakan kestabilan harga-harga.

3)     Mengatasi masalah pengangguran.

4)     Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.

·     Analisis Ekonomi

Analisis ekonomi adalah satu-satunya analisis yang digunakan dalam model teknis inti. Analisis ini sering digunakan untuk memahami fluktuasi makroekonomi yang memiliki dampak signifikan pada ekonomi tertentu. Faktor makroekonomi yang biasanya dianalisis melalui analisis ekonomi ini meliputi tingkat inflasi, pendapatan nasional suatu negara, kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal yang diterapkan oleh suatu negara. Analisis ini digunakan untuk memahami potensi makro faktor, yang mungkin satu-satunya faktor yang paling penting mempengaruhi pengembalian investasi.

·     Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif

-          Pernyataan Positif

Pernyataan tentang fakta yang ada di masyarakat dan alasan di baliknya dapat diperiksa dengan memperhatikan apa yang dikatakan. Dua contoh pernyataan positif adalah “Jika produksi gagal, harga akan menurun” dan “jika suatu produk dijual di kota, harganya akan meningkat lebih banyak daripada jika dijual di daerah pedesaan.”

-          Pernyataan Normatif

Sebuah pernyataan singkat yang mencakup hal berikut: apakah ada sesuatu yang harus hadir (inspektor bawah atau penilaian nilai)? Pernyataan normatif sering dipengaruhi secara negatif oleh faktor-faktor non-rasional seperti faktor agama, budaya, dan sosial. Karena karakteristik yang disebutkan di atas, pernyataan normatif tidak dapat dikonfirmasi dengan melihat pernyatan itu sendiri. Selanjutnya, masyarakat kesejahteraan harus dilakukan dengan mempercepat pertambahan pendapatan nasional.

·     Perbedaan Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro

a.    Pengertian Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi yang dikenal sebagai ekonomi mikro mempelajari bagaimana produsen dan konsumen menggunakan uang mereka untuk menentukan jumlah, harga, dan pembagian sumber daya produksi.

b.   Pengertian Ekonomi Makro

Cabang ilmu ekonomi yang dikenal sebagai ekonomi makro mempelajari perekonomian secara keseluruhan, termasuk perilaku, kinerja, dan proses pengambilan keputusan.

Berikut adalah perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro:

1.     Ruang Lingkup

Sementara ekonomi makro mengeksplorasi perspektif nasional secara keseluruhan, ekonomi mikro berfokus pada pandangan individu di tingkat konsumen. Namun, ekonomi makro mencakup lingkup yang lebih luas dan umum, seperti kebijakan fiskal dan moneter, sedangkan ekonomi mikro mencakup lingkup yang lebih spesifik, seperti rumah tangga dan perusahaan.

2.     Tujuan

Tujuan dari ekonomi makro adalah untuk memahami dan menganalisis perubahan ekonomi secara keseluruhan, termasuk inflasi, tingkat harga, tingkat pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, produk domestik bruto (PDB), dan perubahan pengangguran. Tujuan dari ekonomi mikro adalah untuk memahami perilaku konsumen dan perusahaan dalam membuat keputusan ekonomi serta menentukan harga dan kuantitas barang dan jasa yang dijual.

3.     Teori

Teori mikro mencakup teori harga, produksi, dan pasar. Teori makro mencakup kebijakan moneter dan fiskal, serta hubungan antara ekonomi dan hal-hal lain seperti politik, sosial, dan lingkungan.

4.     Contoh

Kita mengenal ekonomi sebagai ekonomi mikro dan makro. Contoh kegiatan ekonomi mikro adalah jual-beli, bekerja, dan sebagainya. Contoh kegiatan ekonomi makro adalah kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, seperti pengaturan suku bunga, pengeluaran pemerintah, dan pajak. Meskipun keduanya saling berkaitan, ruang lingkup, tujuan, teori, dan contohnya berbeda.

·     Aktivitas Ekonomi

Kita tahu atau tidak bahwa kegiatan ekonomi selalu ada di setiap aktivitas yang kita lakukan. Semua kegiatan, mulai dari bangun tidur di pagi hari, bekerja atau belajar, lalu tidur di malam hari, dianggap sebagai kegiatan ekonomi, bukan? Hal ini disebabkan fakta bahwa berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia diperlukan agar mereka dapat hidup.

Kebutuhan hidup manusia sangat beragam, mulai dari makanan, pakaian kerja atau pakaian utama, bahan bakar untuk transportasi, dan tempat tinggal. Kegiatan ekonomi terjadi dari transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli untuk memenuhi semua kebutuhan hidup.

Setiap kebutuhan hidup manusia berbeda-beda, maka kegiatan ekonomi yang dilakukan juga berbeda-beda. Dengan kata lain, setiap manusia melakukan kegiatan ekonomi dengan tujuan yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya.

Jadi, ekonomi adalah apa yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, kata "Business Dictionary" dalam Kamus Perusahaan didefinisikan sebagai tindakan yang melibatkan pembuatan, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa di semua tingkat masyarakat.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan ekonomi melibatkan lebih dari sekadar mempengaruhi perilaku individu; mereka juga melibatkan mempengaruhi banyak faktor lain, seperti konsumsi rumah tangga. Untuk alasan ini, sudah lama diketahui bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan ekonomi harus berhati-hati sehingga semua orang dalam komunitas dapat menjalani kehidupan yang lebih setara.

-          Pelaku Kegiatan Ekonomi

Untuk melakukan kegiatan ekonomi, pemain tidak dapat dihindari. Tanpa pemimpin, kegiatan ekonomi tidak akan berjalan seefisien mungkin.

1)     Rumah tangga keluarga.

2)     Perusahaan.

3)     Negara.

4)     Masyarakat.

5)     Koperasi.

-          Jenis-jenis Kegiatan Ekonomi

Dalam kehidupan sehari-hari penduduk umum, kegiatan ekonomi jatuh ke dalam tiga kategori: konsumsi, produksi, dan distribusi.

1.     Kegiatan Ekonomi Konsumsi

Menurut KBBI, konsumsi adalah tindakan mengkonsumsi barang-barang yang merupakan hasil produksi. (food, drink, and other items). Ekonomi konsumsi mengacu pada jenis aktivitas di mana kita menggunakan produk atau layanan yang sudah diproduksi oleh produsen. Dalam hal ini, barang atau jasa yang digunakan oleh semua orang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka akan disebut sebagai konsumen atau pembeli.

Kebutuhan dasar setiap orang biasanya sama. Oleh karena itu, konsumen hanya akan mengkonsumsi barang-barang dengan hati-hati sampai mereka memiliki kebutuhan baru untuk kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, rumah, peralatan sekolah (kantor, sekolah, rumah), makanan dan minuman, buku teks sekolah, dan barang lainnya.

Satu hal yang harus dipahami dalam ekonomi konsumen adalah bahwa konsumen tidak selalu produsen, tetapi produsen mungkin sudah yakin bahwa mereka adalah konsumen. Ini karena produsen akan menjadi konsumen ketika mereka membeli bahan baku primer yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, tahu produsen akan membeli bahan terbaik untuk memastikan bahwa produk mereka diproduksi dengan benar.

Ketika tingkat konsumsi dalam populasi tertentu meningkat, dapat disimpulkan bahwa populasi mengalami penurunan kesehatan atau kohesi sosial.

-        Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Konsumsi:

a)     Pendapatan

Pendapatan adalah jenis hasil kerja yang diperoleh dari pekerjaan atau tugas yang telah selesai dan disetujui. Pendapatan ini hanya bisa dicapai sewa (ruko atau rumah yang dikontrakkan atau disewakan), laba (laba yang meraih untung), dan upah (karyawan).

Jika Anda melihatnya dengan cara itu, Anda akan melihat bahwa setiap orang memiliki penghasilan yang berbeda, yang berarti bahwa kebiasaan konsumsi setiap orang juga akan berbeda. Misalnya, kebutuhan pemilik bisnis akan berbeda dari kebutuhan pekerja.

b)     Harga

Itu tidak akan mengejutkan sama sekali jika harga memiliki dampak yang signifikan pada kebiasaan konsumen. Sebenarnya, kebanyakan orang yang membeli sesuatu harus mempertimbangkan faktor harga. Selain itu, harga dapat menentukan pasar sasaran untuk produk atau layanan tertentu.

Setiap produk atau layanan yang mengalami fluktuasi harga dapat mengakibatkan keinginan konsumen untuk sesuatu. Misalnya, ketika harga barang-barang menurun, harga tenaga kerja dan bahan-bahan juga akan menurun; namun, harga pekerja dan bahan akan naik.

Akibatnya, jika proses produksi mengalami penurunan harga, tingkat konsumsi menurun. Di sisi lain, ketika harga turun, konsumsi harus menurun.

c)     Kebiasaan

Banyak faktor, mulai dari pilihan gaya hidup, dapat mempengaruhi kebiasaan seseorang dalam hidup. lingkungan dan kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan gaya hidup ini memiliki potensi untuk mempengaruhi ambang batas konsumsi yang berbeda. Di antara mereka adalah hemat dan boros gaya hidup.

Seseorang dengan gaya hidup yang seimbang akan meningkatkan kebiasaan makan mereka. Di sisi lain, seseorang dengan gaya hidup yang seimbang cenderung mengkonsumsi jumlah makanan yang stabil atau bahkan menurun.

d)     Selera

Setiap individu berbeda dari setiap individu lainnya. Perbedaan ini biasanya disebabkan oleh faktor psikologis individu yang dapat berubah setiap saat. Penglihatan setiap orang akan berdampak pada ambang konsumsi mereka. Misalnya, seseorang yang suka membaca buku akan selalu mencari buku-buku baru yang menarik.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seseorang akan menentukan apakah tingkat konsumsi mereka meningkat atau menurun, terutama ketika datang ke barang dan jasa. Ketika harga diri seseorang meningkat di area tertentu, tingkat konsumsi juga akan meningkat. Selain itu, jika tingkat kepuasan seseorang di area tertentu meningkat, tingkat konsumsi juga akan meningkat.

e)     Barang pengganti

Tidak hanya itu, tetapi jika ada perbedaan harga pada item tertentu, seseorang akan menggantikannya dengan item yang lebih terjangkau. Situasi semacam ini timbul karena orang hanya akan mengkonsumsi barang-barang yang sesuai dengan pendapatan mereka.

Setiap pengganti bar akan mempengaruhi jumlah konsumsi bar tertentu. Sebaliknya, karena lebih banyak orang menggunakan produk pengganti, jumlah barang pengganti yang digunakan menurun.

2.     Kegiatan Ekonomi Produksi

Menurut KBBI, produksi adalah proses menghasilkan hasil, output, atau menciptakan item tertentu. Karena alasan ini, produksi dapat dilihat sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian dengan memaksimalkan hasil produksi sehingga kebutuhan manusia dapat terpenuhi.

Ketika terlibat dalam kegiatan produksi ekonomi, perlu memiliki rencana arus kas untuk menghasilkan barang atau jasa berkualitas tinggi. Barang atau jasa berkualitas tinggi dapat menarik perhatian pelanggan dan mendorong mereka untuk membeli barang atau jasa yang relevan.

Sebaliknya, dalam proses produksi ekonomi, ada seseorang yang dikenal sebagai produser. Umumnya, produsen adalah orang, entitas bisnis, atau organisasi yang dapat menciptakan produk atau layanan yang dapat digunakan oleh konsumen.

Jika Anda sudah dapat memproduksi sesuatu sendiri, apakah itu furnitur atau perangkat lunak, maka Anda mungkin sudah disebut sebagai produsen. Misalnya, seseorang mungkin sudah dapat memproduksi barang-barang roti, yang kemudian dijual kepada pelanggan.

-        Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Produksi

Produksi faktor-faktor pada umumnya tidak dapat digunakan untuk menjelaskan ekonomi produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, seperti keterlibatan tenaga kerja, tingkat partisipasi tenaga kerja dan rasio tenaga kerja dapat memiliki dampak pada tingkat produksi.

a)     Sumber Daya Manusia

Ketika memproduksi barang atau jasa, tidak mungkin untuk mengabaikan hukum-hukum kerja manusia. Pekerjaan manusia didefinisikan sebagai aktivitas manusia yang terkait dengan proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa berkualitas tinggi. Untuk alasan ini, apakah memproduksi barang atau jasa, pastikan untuk menggunakan tenaga manusia berkualitas tinggi.

Berdasarkan kualitasnya, sumber daya manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

1)     Tenaga Kerja Terdidik (Skilled Labour)

Pendidik kerja adalah jenis kerja yang memperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui pendidikan formal atau informal. Seperti psikolog, dokter, akuntan, pengacara, peneliti, dan guru.

2)     Tenaga Kerja Terlatih (Trained Labour)

Salah satu jenis kerja terlatih adalah kerja yang memperoleh pengetahuan atau wawasan dari hasil pelatihan dan pengalaman kerja. Misalnya, supir, teknisi, koki, montir, dan hal lainnya.

3)     Tenaga Kerja Tak Terdidik dan Tak Terlatih (Unskilled and Untrained Labour)

Stres di tempat kerja yang tidak berlebihan atau tidak mencukupi ditandai dengan stres yang terbatas pada rahang dan jantung. Misalnya pemulung, buruh tani, kuli panggul, tukang sapu, dan sebagainya.

b)     Sumber Daya Alam

Tidak dapat disangkal bahwa kenaikan permukaan laut adalah faktor ramah yang dapat digunakan untuk meringankan kebutuhan manusia dan berkontribusi pada kegiatan ekonomi yang terkait dengan produksi. Dengan kata lain, kondisi alam yang baik dan berkualitas tinggi juga akan menghasilkan produk yang baik serta berkualitas tinggi.

Ada banyak produk yang terbuat dari bahan laut, termasuk air, udara, lumpur, dan bahkan ikan. Masing-masing sumur yang terkait dengan air dapat mendorong ekonomi seluruh populasi, tetapi dalam kasus lain, mereka dapat menyebabkan kondisi air memburuk. Akibatnya, kita harus berhati-hati saat menggunakan waktu pencahayaan siang hari.

1)     Sumber Daya Alam Tanah

Material daya alam tanah is usually used for construction of buildings, bridges, residences, and roads. Produk-produk, telah kentang, beras, buah-buahan, perumahan, jalan tol, dan sebagainya, akan dihalangkan dari sumber daya alam tanah.

2)     Sumber Daya Alam Udara

Sumber daya alam udara terkait erat dengan penerbangan, terutama ketika membaca sudut. Sebaliknya, dalam bidang hukum Pertanian, sumber daya alam udara sangat berguna untuk menentukan apa yang cocok untuk ditanam di wilayah tertentu.

3)     Sumber Daya Alam Air

Daya alam air slurry sering digunakan untuk memproduksi barang-barang tertentu, seperti kemasan, lapisan, dan listrik. Sumber daya alam air tenaga listrik sangat menguntungkan untuk kualitas hidup masyarakat umum, terutama bagi masyarakat umum yang belum memiliki akses ke listrik.

4)     Sumber Daya Modal

Selalu diperlukan untuk meningkatkan volume dan kualitas produksi, yang dikenal sebagai modal. Oleh karena itu, modal menjadi faktor dalam proses produksi. Misalnya, seorang petani yang membutuhkan cangkul, pupuk, dan bit untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Modal dalam proses produksi dapat berupa bahan baku atau barang siap pakai.

Berdasarkan penggunaan, dua jenis mode disebut lancar dan tetap mode. Modal lancar mengacu pada modal yang terdiri dari barang-barang yang dapat diproduksi lebih sering dari sekali. Misalnya, tanah, bahan bangunan, gua, dan sebagainya.

Di sisi lain, mode operasi lancar mengacu pada mode operasi yang terdiri dari barang yang hanya dapat digunakan sekali setiap beberapa kali selama produksi. Contohnya adalah minyak bahan bakar.

Berdasarkan struktur ini, mode dibagi menjadi dua kategori: mode spesifik dan mode abstrak. Mode tertentu adalah salah satu yang terlihat sepanjang produksi. Mereka terdiri dari tempat tidur, madrid, dan peralatan dapur. Sebaliknya, mode abstrak adalah mode yang tidak terlihat saat menghasilkan sesuatu. Contohnya terdiri dari pengetahuan, keahlian, kualitas produk, dan pemahaman.

5)     Sumber Daya Pengusaha

Sumber daya pengusaha memiliki potensi untuk digambarkan sebagai kewirausahaan. Salah satu faktor produksi yang berasal dari kepemilikan bisnis adalah karyawan yang sudah berpengalaman dalam menyeimbangkan pekerjaan antara produksi eksternal, produksi internal, dan tenaga kontrak. Secara singkat, pemilik bisnis adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menganalisis setiap aspek dari proses produksi ekonomi, khususnya dalam hal meningkatkan kuantitas dan kualitas barang yang diproduksi.

3.     Kegiatan Ekonomi Distibusi

Menurut KBBI, distribusi mengacu pada pengiriman, pembayaran, atau pertukaran kebutuhan sehari-hari ke beberapa orang atau lokasi. Secara singkat, distribusi adalah proses yang bertujuan untuk mendistribusikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Ekonomi distribusi biasanya dilakukan oleh organisasi atau individu berdasarkan kebutuhan masing-masing produsen. Perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan distribusi disebut distributor.

Secara umum, distributor terlibat dalam berbagai kegiatan distribusi, termasuk perdagangan, penyimpanan, dan kemasan.

-        Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Distribusi

1)     Faktor Pasar

Faktor distribusi utama yang disebabkan oleh pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor pasar.

2)     Faktor Barang

Barang yang dilihat berdasarkan besar dan berat barang, standar barang, unit barang, barang mudah rusak atau tidak, dan cara pengemasan barang merupakan faktor barang.

3)     Faktor Perusahaan

Faktor-faktor bisnis sangat mempengaruhi beberapa aspek seperti modal, layanan yang diberikan, dan manajemen dalam menjalankan bisnis.

4)     Faktor Kebiasaan dalam Melakukan Pembelian

Faktor kebiasaan ini secara signifikan mempengaruhi jumlah penjualan, kualitas pengiriman produk, dan proses produksi.


Hasoloan, Jimmy. 2010. Pengantar Ilmu Ekonomi (PIE). Yogyakarta: Deepublish.

Postingan populer dari blog ini

BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis      BAB III. KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN BISNIS Apa itu Usaha Kecil?          Usaha kecil adalah jenis bisnis yang memiliki skala operasi, jumlah karyawan, dan pendapatan yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Contoh: toko kelontong, tempat cuci kering, salon rambut yang dimiliki dan dioperasikan secara lokal. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian...

BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis         BAB XIV. INFORMASI TEKNOLOGI (IT) UNTUK BISNIS Teknologi Informasi (TI)               Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. TI telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perdagangan elek...

BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

Nama                              : Putri Ayunda Anggraeni NIM                                : 222010200219 Kelas                               : 5A4 Manajemen Dosen Pengampu      : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M Mata Kuliah               : Manajemen Bisnis              BAB XIII. DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK Campuran Distribusi               Keberhasilan produk tidak hanya bergantung pada bauran produk dan harga, tetapi juga pada bauran distribusi. Pentingnya saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir, serta manfaat yang diperoleh konsumen dari pe...