TEORI EKONOMI
· Pengertian
Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu sosial
yang memeriksa beberapa perspektif ekonomi pada masalah ekonomi yang
diciptakan. Ilmu ini diperlukan sebagai sarana untuk mendapatkan wawasan
tentang bagaimana membuat keputusan tentang berbagai jumlah waktu yang tidak
stabil untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak nol.
· Penggolongan
dan Jenis Analisis pada Ilmu Ekonomi
1. Ekonomi
Deskriptif
analisis ekonomi yang menggambarkan masalah-masalah yang
jelas melekat pada ekonomi. Misalnya, analisis angka kematian petani di Jawa
Tengah dianggap sebagai studi ekonomi deskriptif. Setiap basis pengetahuan
bertujuan untuk menganalisis fakta yang ada di dunia alam dan dalam keberadaan
manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami kenyataan yang ada. Ini bukan
tugas yang mudah untuk dicapai. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ada banyak
orang di masyarakat umum yang memiliki pendapat yang kuat satu sama lain, yang
mengarah pada kebutuhan sering untuk memperjelas pendapat yang jelas valid
dalam ekonomi. Misalnya, kita ingin memahami dampak elastisitas harga pada
efisiensi produksi. Hal ini dijelaskan oleh fakta bahwa harga pisang bukan
satu-satunya faktor yang mempengaruhi produksi mereka; sejumlah faktor lain,
seperti keadaan ekonomi, harga barang-barang lain, dan keadaan ekonomi juga
memainkan peran.
2. Teori
Ekonomi
Menggunakan sifat hubungan dalam kegiatan ekonomi serta
pandangan-pandangan dan ramalan tentang peristiwa yang adapat apabila suatu
keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan. Selain ini, teori ekonomi
juga memberikan wawasan tentang karakteristik dasar dari sistem ekonomi dan
bagaimana ia beroperasi. Teori ekonomi yang disajikan adalah perhitungan umum
dan sistematis dari kegiatan ekonomi dan hubungan ekonomi. Mengakui fakta
ekonomi tidak cukup untuk mempelajari ekonomi. Hal yang paling penting adalah
untuk menyederhanakan pernyataan ini dengan cara yang sistematis dan memberikan
gambaran umum tentang kegiatan ekonomi tertentu dan komponennya. "Teori
tanpa kenyataan tidak ada gunanya, tetapi mengetahui kenyataan saja tanpa teori
tidak akan berarti sama sekali," kata Ahli-Ahli ekonomi.
3. Ekonomi
Terapan
Lazim dikenal sebagai teori kebijakan ekonomi, yang
merupakan cabang ekonomi yang menjelaskan kebijakan yang harus dilaksanakan
untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi. Fungsi utama teori ekonomi adalah
sebagai dasar untuk memahami hukum ekonomi. Ketika membahas kebijakan ekonomi,
hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah tujuan kebijakan keuangan. Dalam
perekonomian tujuan-tujuan yang ingin dicapai adalah:
1) Mencapai
pertumbuhan ekonomi yang cepat.
2) Menciptakan
kestabilan harga-harga.
3) Mengatasi
masalah pengangguran.
4) Mewujudkan
distribusi pendapatan yang merata.
· Analisis
Ekonomi
Analisis ekonomi adalah
satu-satunya analisis yang digunakan dalam model teknis inti. Analisis ini
sering digunakan untuk memahami fluktuasi makroekonomi yang memiliki dampak
signifikan pada ekonomi tertentu. Faktor makroekonomi yang biasanya dianalisis melalui
analisis ekonomi ini meliputi tingkat inflasi, pendapatan nasional suatu
negara, kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal yang diterapkan oleh suatu
negara. Analisis ini digunakan untuk memahami potensi makro faktor, yang
mungkin satu-satunya faktor yang paling penting mempengaruhi pengembalian
investasi.
· Pernyataan
Positif dan Pernyataan Normatif
-
Pernyataan Positif
Pernyataan tentang fakta yang ada di masyarakat dan
alasan di baliknya dapat diperiksa dengan memperhatikan apa yang dikatakan. Dua
contoh pernyataan positif adalah “Jika produksi gagal, harga akan menurun” dan
“jika suatu produk dijual di kota, harganya akan meningkat lebih banyak
daripada jika dijual di daerah pedesaan.”
-
Pernyataan Normatif
Sebuah pernyataan singkat yang mencakup hal berikut:
apakah ada sesuatu yang harus hadir (inspektor bawah atau penilaian nilai)?
Pernyataan normatif sering dipengaruhi secara negatif oleh faktor-faktor
non-rasional seperti faktor agama, budaya, dan sosial. Karena karakteristik
yang disebutkan di atas, pernyataan normatif tidak dapat dikonfirmasi dengan
melihat pernyatan itu sendiri. Selanjutnya, masyarakat kesejahteraan harus
dilakukan dengan mempercepat pertambahan pendapatan nasional.
· Perbedaan
Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro
a. Pengertian
Ekonomi Mikro
Ilmu ekonomi yang dikenal sebagai ekonomi mikro
mempelajari bagaimana produsen dan konsumen menggunakan uang mereka untuk
menentukan jumlah, harga, dan pembagian sumber daya produksi.
b. Pengertian
Ekonomi Makro
Cabang ilmu ekonomi yang dikenal sebagai ekonomi makro
mempelajari perekonomian secara keseluruhan, termasuk perilaku, kinerja, dan
proses pengambilan keputusan.
Berikut adalah perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi
makro:
1. Ruang
Lingkup
Sementara ekonomi makro mengeksplorasi perspektif
nasional secara keseluruhan, ekonomi mikro berfokus pada pandangan individu di
tingkat konsumen. Namun, ekonomi makro mencakup lingkup yang lebih luas dan
umum, seperti kebijakan fiskal dan moneter, sedangkan ekonomi mikro mencakup
lingkup yang lebih spesifik, seperti rumah tangga dan perusahaan.
2. Tujuan
Tujuan dari ekonomi makro adalah untuk memahami dan
menganalisis perubahan ekonomi secara keseluruhan, termasuk inflasi, tingkat
harga, tingkat pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, produk domestik bruto
(PDB), dan perubahan pengangguran. Tujuan dari ekonomi mikro adalah untuk
memahami perilaku konsumen dan perusahaan dalam membuat keputusan ekonomi serta
menentukan harga dan kuantitas barang dan jasa yang dijual.
3. Teori
Teori mikro mencakup teori harga, produksi, dan pasar.
Teori makro mencakup kebijakan moneter dan fiskal, serta hubungan antara
ekonomi dan hal-hal lain seperti politik, sosial, dan lingkungan.
4. Contoh
Kita mengenal ekonomi sebagai ekonomi mikro dan makro.
Contoh kegiatan ekonomi mikro adalah jual-beli, bekerja, dan sebagainya. Contoh
kegiatan ekonomi makro adalah kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, seperti
pengaturan suku bunga, pengeluaran pemerintah, dan pajak. Meskipun keduanya
saling berkaitan, ruang lingkup, tujuan, teori, dan contohnya berbeda.
· Aktivitas
Ekonomi
Kita tahu atau tidak bahwa
kegiatan ekonomi selalu ada di setiap aktivitas yang kita lakukan. Semua
kegiatan, mulai dari bangun tidur di pagi hari, bekerja atau belajar, lalu
tidur di malam hari, dianggap sebagai kegiatan ekonomi, bukan? Hal ini
disebabkan fakta bahwa berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap
manusia diperlukan agar mereka dapat hidup.
Kebutuhan hidup manusia sangat
beragam, mulai dari makanan, pakaian kerja atau pakaian utama, bahan bakar
untuk transportasi, dan tempat tinggal. Kegiatan ekonomi terjadi dari transaksi
jual beli antara pedagang dan pembeli untuk memenuhi semua kebutuhan hidup.
Setiap kebutuhan hidup manusia
berbeda-beda, maka kegiatan ekonomi yang dilakukan juga berbeda-beda. Dengan
kata lain, setiap manusia melakukan kegiatan ekonomi dengan tujuan yang
berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya.
Jadi, ekonomi adalah apa yang
dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, kata "Business
Dictionary" dalam Kamus Perusahaan didefinisikan sebagai tindakan yang
melibatkan pembuatan, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa di semua tingkat
masyarakat.
Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa kegiatan ekonomi melibatkan lebih dari sekadar mempengaruhi perilaku
individu; mereka juga melibatkan mempengaruhi banyak faktor lain, seperti
konsumsi rumah tangga. Untuk alasan ini, sudah lama diketahui bahwa mereka yang
terlibat dalam kegiatan ekonomi harus berhati-hati sehingga semua orang dalam
komunitas dapat menjalani kehidupan yang lebih setara.
-
Pelaku Kegiatan Ekonomi
Untuk melakukan kegiatan ekonomi, pemain tidak dapat
dihindari. Tanpa pemimpin, kegiatan ekonomi tidak akan berjalan seefisien
mungkin.
1) Rumah
tangga keluarga.
2) Perusahaan.
3) Negara.
4) Masyarakat.
5) Koperasi.
-
Jenis-jenis Kegiatan Ekonomi
Dalam kehidupan sehari-hari penduduk umum, kegiatan
ekonomi jatuh ke dalam tiga kategori: konsumsi, produksi, dan distribusi.
1. Kegiatan
Ekonomi Konsumsi
Menurut KBBI, konsumsi adalah tindakan mengkonsumsi
barang-barang yang merupakan hasil produksi. (food, drink, and other items).
Ekonomi konsumsi mengacu pada jenis aktivitas di mana kita menggunakan produk
atau layanan yang sudah diproduksi oleh produsen. Dalam hal ini, barang atau
jasa yang digunakan oleh semua orang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka akan
disebut sebagai konsumen atau pembeli.
Kebutuhan dasar setiap orang biasanya sama. Oleh karena
itu, konsumen hanya akan mengkonsumsi barang-barang dengan hati-hati sampai
mereka memiliki kebutuhan baru untuk kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya,
rumah, peralatan sekolah (kantor, sekolah, rumah), makanan dan minuman, buku
teks sekolah, dan barang lainnya.
Satu hal yang harus dipahami dalam ekonomi konsumen
adalah bahwa konsumen tidak selalu produsen, tetapi produsen mungkin sudah
yakin bahwa mereka adalah konsumen. Ini karena produsen akan menjadi konsumen
ketika mereka membeli bahan baku primer yang digunakan dalam proses produksi.
Misalnya, tahu produsen akan membeli bahan terbaik untuk memastikan bahwa
produk mereka diproduksi dengan benar.
Ketika tingkat konsumsi dalam populasi tertentu
meningkat, dapat disimpulkan bahwa populasi mengalami penurunan kesehatan atau
kohesi sosial.
-
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Konsumsi:
a) Pendapatan
Pendapatan adalah jenis hasil kerja yang diperoleh dari
pekerjaan atau tugas yang telah selesai dan disetujui. Pendapatan ini hanya
bisa dicapai sewa (ruko atau rumah yang dikontrakkan atau disewakan), laba
(laba yang meraih untung), dan upah (karyawan).
Jika Anda melihatnya dengan cara itu, Anda akan melihat
bahwa setiap orang memiliki penghasilan yang berbeda, yang berarti bahwa
kebiasaan konsumsi setiap orang juga akan berbeda. Misalnya, kebutuhan pemilik
bisnis akan berbeda dari kebutuhan pekerja.
b) Harga
Itu tidak akan mengejutkan sama sekali jika harga
memiliki dampak yang signifikan pada kebiasaan konsumen. Sebenarnya, kebanyakan
orang yang membeli sesuatu harus mempertimbangkan faktor harga. Selain itu,
harga dapat menentukan pasar sasaran untuk produk atau layanan tertentu.
Setiap produk atau layanan yang mengalami fluktuasi harga
dapat mengakibatkan keinginan konsumen untuk sesuatu. Misalnya, ketika harga
barang-barang menurun, harga tenaga kerja dan bahan-bahan juga akan menurun;
namun, harga pekerja dan bahan akan naik.
Akibatnya, jika proses produksi mengalami penurunan
harga, tingkat konsumsi menurun. Di sisi lain, ketika harga turun, konsumsi
harus menurun.
c) Kebiasaan
Banyak faktor, mulai dari pilihan gaya hidup, dapat
mempengaruhi kebiasaan seseorang dalam hidup. lingkungan dan kebutuhan
sehari-hari. Kebiasaan gaya hidup ini memiliki potensi untuk mempengaruhi
ambang batas konsumsi yang berbeda. Di antara mereka adalah hemat dan boros
gaya hidup.
Seseorang dengan gaya hidup yang seimbang akan
meningkatkan kebiasaan makan mereka. Di sisi lain, seseorang dengan gaya hidup
yang seimbang cenderung mengkonsumsi jumlah makanan yang stabil atau bahkan
menurun.
d) Selera
Setiap individu berbeda dari setiap individu lainnya.
Perbedaan ini biasanya disebabkan oleh faktor psikologis individu yang dapat
berubah setiap saat. Penglihatan setiap orang akan berdampak pada ambang
konsumsi mereka. Misalnya, seseorang yang suka membaca buku akan selalu mencari
buku-buku baru yang menarik.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seseorang akan
menentukan apakah tingkat konsumsi mereka meningkat atau menurun, terutama
ketika datang ke barang dan jasa. Ketika harga diri seseorang meningkat di area
tertentu, tingkat konsumsi juga akan meningkat. Selain itu, jika tingkat
kepuasan seseorang di area tertentu meningkat, tingkat konsumsi juga akan
meningkat.
e) Barang
pengganti
Tidak hanya itu, tetapi jika ada perbedaan harga pada
item tertentu, seseorang akan menggantikannya dengan item yang lebih
terjangkau. Situasi semacam ini timbul karena orang hanya akan mengkonsumsi
barang-barang yang sesuai dengan pendapatan mereka.
Setiap pengganti bar akan mempengaruhi jumlah konsumsi
bar tertentu. Sebaliknya, karena lebih banyak orang menggunakan produk
pengganti, jumlah barang pengganti yang digunakan menurun.
2. Kegiatan
Ekonomi Produksi
Menurut KBBI, produksi adalah proses menghasilkan hasil,
output, atau menciptakan item tertentu. Karena alasan ini, produksi dapat
dilihat sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian dengan
memaksimalkan hasil produksi sehingga kebutuhan manusia dapat terpenuhi.
Ketika terlibat dalam kegiatan produksi ekonomi, perlu
memiliki rencana arus kas untuk menghasilkan barang atau jasa berkualitas
tinggi. Barang atau jasa berkualitas tinggi dapat menarik perhatian pelanggan
dan mendorong mereka untuk membeli barang atau jasa yang relevan.
Sebaliknya, dalam proses produksi ekonomi, ada seseorang
yang dikenal sebagai produser. Umumnya, produsen adalah orang, entitas bisnis,
atau organisasi yang dapat menciptakan produk atau layanan yang dapat digunakan
oleh konsumen.
Jika Anda sudah dapat memproduksi sesuatu sendiri, apakah
itu furnitur atau perangkat lunak, maka Anda mungkin sudah disebut sebagai
produsen. Misalnya, seseorang mungkin sudah dapat memproduksi barang-barang
roti, yang kemudian dijual kepada pelanggan.
-
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Produksi
Produksi faktor-faktor pada umumnya tidak dapat digunakan
untuk menjelaskan ekonomi produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi,
seperti keterlibatan tenaga kerja, tingkat partisipasi tenaga kerja dan rasio
tenaga kerja dapat memiliki dampak pada tingkat produksi.
a) Sumber
Daya Manusia
Ketika memproduksi barang atau jasa, tidak mungkin untuk
mengabaikan hukum-hukum kerja manusia. Pekerjaan manusia didefinisikan sebagai
aktivitas manusia yang terkait dengan proses produksi untuk menghasilkan barang
atau jasa berkualitas tinggi. Untuk alasan ini, apakah memproduksi barang atau
jasa, pastikan untuk menggunakan tenaga manusia berkualitas tinggi.
Berdasarkan kualitasnya, sumber daya manusia dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1) Tenaga
Kerja Terdidik (Skilled Labour)
Pendidik kerja adalah jenis kerja yang memperoleh
pengetahuan atau keterampilan melalui pendidikan formal atau informal. Seperti
psikolog, dokter, akuntan, pengacara, peneliti, dan guru.
2) Tenaga
Kerja Terlatih (Trained Labour)
Salah satu jenis kerja terlatih adalah kerja yang
memperoleh pengetahuan atau wawasan dari hasil pelatihan dan pengalaman kerja.
Misalnya, supir, teknisi, koki, montir, dan hal lainnya.
3) Tenaga
Kerja Tak Terdidik dan Tak Terlatih (Unskilled and Untrained Labour)
Stres di tempat kerja yang tidak berlebihan atau tidak
mencukupi ditandai dengan stres yang terbatas pada rahang dan jantung. Misalnya
pemulung, buruh tani, kuli panggul, tukang sapu, dan sebagainya.
b) Sumber
Daya Alam
Tidak dapat disangkal bahwa kenaikan permukaan laut
adalah faktor ramah yang dapat digunakan untuk meringankan kebutuhan manusia
dan berkontribusi pada kegiatan ekonomi yang terkait dengan produksi. Dengan
kata lain, kondisi alam yang baik dan berkualitas tinggi juga akan menghasilkan
produk yang baik serta berkualitas tinggi.
Ada banyak produk yang terbuat dari bahan laut, termasuk
air, udara, lumpur, dan bahkan ikan. Masing-masing sumur yang terkait dengan
air dapat mendorong ekonomi seluruh populasi, tetapi dalam kasus lain, mereka
dapat menyebabkan kondisi air memburuk. Akibatnya, kita harus berhati-hati saat
menggunakan waktu pencahayaan siang hari.
1) Sumber
Daya Alam Tanah
Material daya alam tanah is usually used for construction
of buildings, bridges, residences, and roads. Produk-produk, telah kentang,
beras, buah-buahan, perumahan, jalan tol, dan sebagainya, akan dihalangkan dari
sumber daya alam tanah.
2) Sumber
Daya Alam Udara
Sumber daya alam udara terkait erat dengan penerbangan,
terutama ketika membaca sudut. Sebaliknya, dalam bidang hukum Pertanian, sumber
daya alam udara sangat berguna untuk menentukan apa yang cocok untuk ditanam di
wilayah tertentu.
3) Sumber
Daya Alam Air
Daya alam air slurry sering digunakan untuk memproduksi
barang-barang tertentu, seperti kemasan, lapisan, dan listrik. Sumber daya alam
air tenaga listrik sangat menguntungkan untuk kualitas hidup masyarakat umum,
terutama bagi masyarakat umum yang belum memiliki akses ke listrik.
4) Sumber
Daya Modal
Selalu diperlukan untuk meningkatkan volume dan kualitas
produksi, yang dikenal sebagai modal. Oleh karena itu, modal menjadi faktor
dalam proses produksi. Misalnya, seorang petani yang membutuhkan cangkul,
pupuk, dan bit untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Modal dalam proses
produksi dapat berupa bahan baku atau barang siap pakai.
Berdasarkan penggunaan, dua jenis mode disebut lancar dan
tetap mode. Modal lancar mengacu pada modal yang terdiri dari barang-barang
yang dapat diproduksi lebih sering dari sekali. Misalnya, tanah, bahan
bangunan, gua, dan sebagainya.
Di sisi lain, mode operasi lancar mengacu pada mode
operasi yang terdiri dari barang yang hanya dapat digunakan sekali setiap
beberapa kali selama produksi. Contohnya adalah minyak bahan bakar.
Berdasarkan struktur ini, mode dibagi menjadi dua
kategori: mode spesifik dan mode abstrak. Mode tertentu adalah salah satu yang
terlihat sepanjang produksi. Mereka terdiri dari tempat tidur, madrid, dan
peralatan dapur. Sebaliknya, mode abstrak adalah mode yang tidak terlihat saat
menghasilkan sesuatu. Contohnya terdiri dari pengetahuan, keahlian, kualitas
produk, dan pemahaman.
5) Sumber
Daya Pengusaha
Sumber daya pengusaha memiliki potensi untuk digambarkan
sebagai kewirausahaan. Salah satu faktor produksi yang berasal dari kepemilikan
bisnis adalah karyawan yang sudah berpengalaman dalam menyeimbangkan pekerjaan
antara produksi eksternal, produksi internal, dan tenaga kontrak. Secara
singkat, pemilik bisnis adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk
menganalisis setiap aspek dari proses produksi ekonomi, khususnya dalam hal
meningkatkan kuantitas dan kualitas barang yang diproduksi.
3. Kegiatan
Ekonomi Distibusi
Menurut KBBI, distribusi mengacu pada pengiriman,
pembayaran, atau pertukaran kebutuhan sehari-hari ke beberapa orang atau
lokasi. Secara singkat, distribusi adalah proses yang bertujuan untuk
mendistribusikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Ekonomi distribusi biasanya dilakukan oleh organisasi
atau individu berdasarkan kebutuhan masing-masing produsen. Perusahaan atau
individu yang terlibat dalam kegiatan distribusi disebut distributor.
Secara umum, distributor terlibat dalam berbagai kegiatan
distribusi, termasuk perdagangan, penyimpanan, dan kemasan.
-
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Distribusi
1) Faktor
Pasar
Faktor distribusi utama yang disebabkan oleh pembelian
konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor pasar.
2) Faktor
Barang
Barang yang dilihat berdasarkan besar dan berat barang,
standar barang, unit barang, barang mudah rusak atau tidak, dan cara pengemasan
barang merupakan faktor barang.
3) Faktor
Perusahaan
Faktor-faktor bisnis sangat mempengaruhi beberapa aspek
seperti modal, layanan yang diberikan, dan manajemen dalam menjalankan bisnis.
4) Faktor
Kebiasaan dalam Melakukan Pembelian
Faktor kebiasaan ini secara signifikan mempengaruhi jumlah penjualan, kualitas pengiriman produk, dan proses produksi.